Dua Lembaga Pendanaan JI Hasilkan Dana Belasan Miliar Per Tahun Kabag Banops Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar (kanan) memberikan keterangan pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (25/11/2021). (ANTARA/Laily Rahmawaty)

MerahPutih.com - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengungkap dua lembaga pendanaan yang dimiliki jaringan teroris Jamaah Islamiyah (JI) yakni, Syam Organizer dan Lembaga Amil Zakat Badan Mal Abdurrahman Bin Auf (LAZ BM ABA).

Kabagbanops Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar mengungkapkan, Syam Organizer bisa menghasilkan dana untuk kelompok JI belasan miliar per tahun.

"Syam hampir Rp 15 miliar per tahun. BM ABA juga tidak jauh berbeda Rp 14 miliar per tahun," kata Aswin dalam jumpa pers di gedung Humas Polri, Jakarta Selatan, Kamis (15/11).

Baca Juga:

Dua Sumber Dana Kelompok Teror Jamaah Islamiyah

Aswin meyakini, jumlah tersebut sebenarnya lebih besar karena muncul dugaan adanya laporan keuangan yang tidak dilakukan pencatatan.

"Itu yang masuk dalam laporan keuangan. Kita tahu dengan sistem sel terputus, jumlah ini bisa jauh lebih fantastis," ujar Aswin yang mengenakan jas hitam ini.

Aswin mencontohkan, ketika penyidik melakukan penggeledahan di kantor Syam Organizer, ditemukan uang ratusan juta yang diduga untuk pendanaan kelompok JI.

"Pada waktu penyitaan di kantor pusat di Syam Organizer, itu disita duit kes sebesar Rp 944.858.500," ungkap Aswin.

Menurut Aswin, Densus 88 juga sudah mendapatkan sejumlah nama berikut peran dari target operasi selanjutnya.

Aswin memastikan, pengusutan akan terus berlanjut sampai keseluruhannya terungkap.

"Kita sudah mendapatkan lagi nama-nama atau pun peran-peran dari yang selanjutnya dan bagaimana kita menyusun puzzle teka teki ini sebagai life blood organisasi teror," ujar dia.

Baca Juga:

Kelompok Terduga Teroris Jamaah Islamiyah Raup Rp 124 Miliar dari Sumbangan Yayasan

Aswin mengatakan, Densus 88 akan menggandeng berbagai pihak terkait, termasuk lembaga keagamaan dalam rangka menyerukan sasaran yang tepat untuk menyalurkan bantuan dana.

Baik itu sumbangan hingga dukungan materi lainnya kepada pihak yang absah.

Aswin menambahkan, pengusutan mengenai pendanaan ini dilakukan maraton selama berhari-hari hingga bertahun-tahun.

Namun menurut Aswin, semakin legal pendanaan dilakukan kelompok JI sulit dibuktikan.

"Semakin dia meraih simpati masyarakat, semakin sulit Densus 88 melakukan penegakan hukum," tutup Aswin.

Diketahui, Densus 88 menangkap tiga tersangka teroris JI, yakni Farid Okbah, Ahmad Zain An-Najah, dan Anung Al Hamad di Pondok Melati, Bekasi, pada 16 November 2021.

Zain An-Najah merupakan Ketua Dewan Syariah Lembaga Amil Zakat Baitul Maal Abdurrahman bin Auf (BM ABA) dan Farid Okbah adalah anggota Dewan Syariah LAZ BM ABA.

Zain juga merupakan anggota Fatwa Komisi MUI yang saat ini status kepengurusannya telah dinonaktifkan. Kemudian, Farid Okbah adalah pendiri Partai Dakwah Rakyat Indonesia (PDRI)

Sementara itu, Anung Al Hamad adalah pendiri "Perisai", suatu badan yang memberikan bantuan hukum bagi anggota JI yang tertangkap Densus 88 Polri. (Knu)

Baca Juga:

Lewat Sepekan, Densus 88 Belum Beri Akses Farid Okbah Cs Bertemu Keluarga

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Bahar Smith Jalani Sidang Dakwaan Berita Bohong Secara Daring
Indonesia
Bahar Smith Jalani Sidang Dakwaan Berita Bohong Secara Daring

Polda Jabar menetapkan Bahar sebagai tersangka pada awal tahun lalu atau Selasa (4/1/2022), dalam kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks.

IDI Apresiasi Dukungan Pemerintah Soal Penyaluran Insentif COVID-19 untuk Nakes
Indonesia
IDI Apresiasi Dukungan Pemerintah Soal Penyaluran Insentif COVID-19 untuk Nakes

Pandemi COVID-19 telah lebih dari dua tahun melanda seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia. Hingga akhir tahun 2021 lebih dari 83 persen insentif tenaga kesehatan seluruh Indonesia telah disalurkan dari total anggaran insentif tenaga kesehatan sebesar Rp 9,8 triliun, insentif ini juga masih dilanjutkan pada tahun 2022 dengan anggaran total Rp12 triliun.

[HOAKS atau FAKTA]: Simpan Sertifikat Dosis Ke-1 Agar Dapat Vaksin Sama Dosis ke-2
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Simpan Sertifikat Dosis Ke-1 Agar Dapat Vaksin Sama Dosis ke-2

Alur dari penerimaan vaksin adalah dengan menerima pemberitahuan melalui SMS dari PEDULICOVID dan melakukan registrasi ulang untuk mememilih tempat dan jadwal layanan.

[HOAKS atau FAKTA]: Ibas Timbun 50 Ton Minyak Goreng
Lainnya
[HOAKS atau FAKTA]: Ibas Timbun 50 Ton Minyak Goreng

Ibas mengadakan operasi pasar murah di Kabupaten Ngawi dengan membagikan sebanyak 16 ton minyak goreng murah.

Pencarian Putra Ridwan Kamil Belum Membuahkan Hasil pada Hari Ke-4
Indonesia
Pencarian Putra Ridwan Kamil Belum Membuahkan Hasil pada Hari Ke-4

Pencarian Emmeril Khan Mumtadz, putra sulung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil terus dilakukan, di Sungai Aare, Kota Bern, Swiss.

PDIP Sebut Ada Harapan untuk Timnas meski Gagal di Final AFF 2020
Indonesia
PDIP Sebut Ada Harapan untuk Timnas meski Gagal di Final AFF 2020

Timnas telah tampil baik sepanjang turnamen Piala AFF dan bahkan bisa melaju ke final meski didominasi pemain muda.

RJ Lino Jalani Sidang Tuntutan Hari Ini
Indonesia
RJ Lino Jalani Sidang Tuntutan Hari Ini

RJ Lino akan menjalani sidang tuntutan perkara dugaan korupsi pengadaan tiga unit Quay Container Crane (QCC) pada PT Pelindo II tahun 2011.

Tolak Kenaikan BBM, Ratusan Mahasiswa Solo Raya Demo di Gladak
Indonesia
Tolak Kenaikan BBM, Ratusan Mahasiswa Solo Raya Demo di Gladak

Sebanyak ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM se-Solo Raya menggelar aksi unjuk rasa di kawasan bundaran Gladak Jalan Slamet Riyadi, Kamis (14/4). Dalam aksi tersebut mahasiswa menuntut pemerintah tidak menaikan harga BBM, menstabilkan harga minyak goreng agar terjangkau, dan mengkaji ulang UU IKN.

Ukraina-Rusia Panas, Menteri Keuangan G7 Tebar Ancaman
Indonesia
Ukraina-Rusia Panas, Menteri Keuangan G7 Tebar Ancaman

Setiap agresi militer oleh Rusia terhadap Ukraina akan ditanggapi dengan tanggapan yang cepat, terkoordinasi, dan kuat oleh G7.

Meski NFT Belum Punya Payung Hukum, Ghozali Tetap Ditagih Pajak
Indonesia
Meski NFT Belum Punya Payung Hukum, Ghozali Tetap Ditagih Pajak

Pemerintah tetap menarik pajak penghasilan mahasiswa asal Semarang, Ghozali yang viral.