Dua Kota di Jakarta dan Banten Ini Banyak Pengendara tak Disiplin Berlalu Lintas Polisi menindak pelanggar yang terjaring dalam Operasi Patuh Jaya 2020 di Jalan Kemayoran, Kamis (23/7/2020). (ANTARA/HO/Satlantas Polres Metro Jakarta Pusat)

MerahPutih.com - Sebanyak 1.625 pengendara ditindak karena melanggar aturan saat Operasi Patuh Jaya di hari keempat, Minggu (26/7)

Kasubdit Gakum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar menerangkan, jumlah pengendara yang mendapatkan teguran lebih banyak lagi. Karena tak menaati peraturan lalu lintas. Fahri melanjutkan, pelanggar didominasi pengendara sepeda motor.

Baca Juga

Polda Metro Terjunkan Personel Khusus Awasi Salat Iduladha di DKI

"Yang mendapatkan teguran sebanyak 2.941 pengendara. Pelanggaran tertinggi adalah melawan arus dengan jumlah 449 pelanggaran" kata Fahri dalam keteranganya, Senin (27/7).

Ia menyebut, dua wilayah menjadi lokasi terbanyak pelanggaran lalu lintas. Yakni di Pusat dan pinggiran Jakarta.

"Wilayah yang paling banyak terjadi pelanggaran lalu lintas di wilayah Jakarta Pusat dan Tangerang Selatan," ungkap Fahri yang juga lulusan AKPOL 2002 ini.

Polisi menindak pelanggar dalam Operasi Patuh Jaya di Jakarta Pusat, Kamis (23/7/2020). (ANTARA/HO/Satlantas Polres Metro Jakarta Pusat)
Polisi menindak pelanggar dalam Operasi Patuh Jaya di Jakarta Pusat, Kamis (23/7/2020). (ANTARA/HO/Satlantas Polres Metro Jakarta Pusat)

Untuk diketahui, Operasi Patuh Jaya 2020 berlangsung sejak Kamis, 23 Juli 2020 hingga 5 Agustus 2020.

Kegiatan ini untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas serta disiplin protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus corona.

Baca Juga

Pengguna KRL di Hari Senin Capai 111 Ribu Penumpang

Pada wilayah hukum Polda Metro Jaya, sedikitnya ada 1.807 personel gabungan yang tersebar di sejumlah titik.

Adapun jenis pelanggaran yang menjadi fokus di operasi ini ialah melawan arus, tak menggunakan helm, melanggar marka stop line, menggunakan sirene atau rotator tak sesuai ketentuan, dan melintas di bahu jalan tol. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pertarungan Sesungguhnya Lawan COVID-19 di Jalan, Bukan di Rumah Sakit
Indonesia
Polisi Gunakan Pengamanan Standar Amankan Sidang Praperadilan Rizieq
Indonesia
Polisi Gunakan Pengamanan Standar Amankan Sidang Praperadilan Rizieq

Personel bersiaga di ring tiga dan sekitar area PN Jakarta Selatan

Bantu Korban Bencana, PKS Instruksikan Anggota Dewan Potong Gaji
Indonesia
Bantu Korban Bencana, PKS Instruksikan Anggota Dewan Potong Gaji

Jazuli berharap upaya kolektif tersebut dapat meringankan beban saudara-saudara sebangsa yang tertimpa musibah.

Pasien COVID-19 Klaster Secapa AD Tinggal 9 Orang
Indonesia
Pasien COVID-19 Klaster Secapa AD Tinggal 9 Orang

Berdasarkan data hari ini, tiga pasien kembali dinyatakan negatif COVID-19 melalui pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR).

KPU Diminta Hentikan Proses Pendaftaran Cakada yang Langgar Protokol Kesehatan
Indonesia
KPU Diminta Hentikan Proses Pendaftaran Cakada yang Langgar Protokol Kesehatan

Ray memprediksi, di lapangan terjadi beberapa praktek tidak sesuai dengan protokol COVID-19.

Kasus Djoko Tjandra, Kejagung tak Temukan Pelanggaran Disiplin Kajari Jaksel
Indonesia
Kasus Djoko Tjandra, Kejagung tak Temukan Pelanggaran Disiplin Kajari Jaksel

"Sehingga klarifikasinya atau pemeriksaannya dihentikan," ujar Hari.

KPK Geledah Kantor Adonara Propertindo Terkait Korupsi Tanah Program Rumah DP 0 Rupiah
Indonesia
KPK Geledah Kantor Adonara Propertindo Terkait Korupsi Tanah Program Rumah DP 0 Rupiah

Selanjutnya bukti-bukti tersebut akan di lakukan validasi

Tiga Opsi Memilih Calon Pengganti Edhy Prabowo
Indonesia
Tiga Opsi Memilih Calon Pengganti Edhy Prabowo

Pengamat politik Wempy Hadir menilai, ada tiga kemungkinan yang terjadi soal posisi pengganti eks Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu.

 Kasus Positif Harian COVID-19 Tertinggi di ASEAN, Ini Rekomendasi Ketua DPD
Indonesia
Kasus Positif Harian COVID-19 Tertinggi di ASEAN, Ini Rekomendasi Ketua DPD

LaNyalla mengimbau kepada masyarakat agar bekerja bersama-sama pemerintah memerangi penyebaran COVID-19

Jaksa Agung Diputus Melawan Hukum Soal Tragedi Semanggi
Indonesia
Jaksa Agung Diputus Melawan Hukum Soal Tragedi Semanggi

PTUN memutuskan Jaksa Agung ST Burhanuddin melakukan perbuatan melawan hukum melalui pernyataannya tentang Tragedi Semanggi I dan Semanggi II.