Dua Korban Jatuhnya Sriwijaya Air Berhasil Teridentifikasi Petugas membawa kantong jenazah korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air PK-CLC, di Dermaga JICT, Jakarta, Senin (11/1/2021). (ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A)

MerahPutih.com - Identifikasi jenazah korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182 masih terus dilakukan tim Disaster Victim Identification (DVI) Rumah Sakit (RS) Polri.

Data sementara, ada 2 jenazah yang sudah diidentifikasi hari ini.

"Pertama atas nama Indah Halimah Putri. Lalu yang kedua atas nama Agus Minarni. Ini dapat teridentifikasi melalui sidik jari, ya," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono, saat konferensi pers di RS Polri, Rabu (13/1).

Baca Juga:

Cari Black Box Sriwijaya AIr, Anggota Kopaska Dengar Teriakan Minta Tolong

Bila dihimpun, total korban Sriwijaya Air yang telah diidentifikasi ada 6 orang. Sebab sebelumnya, DVI Polri mengumumkan sudah mengidentifikasi 4 korban Sriwijaya Air.

Untuk sampel DNA yang diterima tim DVI, lanjutnya, masih sama seperti sebelumnya, yakni 112 sampel. Untuk kantong jenazah, lanjutnya, tim DVI menerima 137 kantong jenazah dan 35 kantong properti.

Rusdi mengatakan, data itu adalah rekapitulasi sampai hari ini pukul 17.00 WIB.

"Pada sore ini sampai jam 17.00 WIB, tim DVI telah menerima sampel DNA belum ada perubahan dari pagi," ujarnya.

Proses identifikasi di RS Polri. (Foto: Antara)
Proses identifikasi di RS Polri. (Foto: Antara)

Dukcapil Kemendagri sudah menerbitkan surat akta kematian untuk empat korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang telah teridentifikasi. Sedangkan dua korban lainnya yang baru teridentifikasi hari ini, Rabu (13/1) masih diproses.

Akta kematian atas nama Okky Bisma telah diserahkan ke pihak keluarga.

Sementara itu, akta kematian tiga korban teridentifikasi atas nama Fadly Satrianto, Khasanah, Asyhabul Yamin tinggal menunggu kesepakatan untuk bisa dikirimkan.

“Kemudian kedua, tiga korban yang kemarin telah kita selesaikan tinggal menunggu kesepakatan keluarga untuk diserahkan,” kata Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif.

Baca Juga:

Ayah Pramugara Sriwijaya Air Berharap Anaknya Mati Syahid

Sedangkan dua orang yang baru teridentifikasi diketahui bernama Indah Halimah Putri dan Agus Minarni penerbitan akta kematiannya saat ini masih diproses.

Zudan menerangkan, proses penerbitan ini sangat mudah. Penerbitan akta kematian itu tidak akan dipersulit oleh pihaknya.

“Persyaratannya cukup surat keterangan kematian atau pun data kematian dari karumkit (kepala rumah sakit), jadi sangat mudah,” beber Zudan. (Knu)

Baca Juga:

Tim DVI Polri Sudah Berhasil Identifikasi Empat Jenazah Korban Sriwijaya Air

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pengamat Intelijen: Darurat Sipil Berpotensi Munculkan Kebijakan Otoriter
Indonesia
Pengamat Intelijen: Darurat Sipil Berpotensi Munculkan Kebijakan Otoriter

Menurutnya, jika memang pemerintah serius menangani COVID-19, tidak perlu menggunakan regulasi yang terbit melalui Perppu Nomor 23 Tahun 1959 tentang Keadaan Bahaya.

Niat Balikin Dana Beasiswa Veronica Koman ke Gedung LPDP, Sejumlah Warga Papua 'Gigit Jari'
Indonesia
Niat Balikin Dana Beasiswa Veronica Koman ke Gedung LPDP, Sejumlah Warga Papua 'Gigit Jari'

Uang receh dan kertas dengan pecahan Rp 5 ribu hingga Rp 20 ribu senilai Rp 3 juta dibawa sebagai simbolik

Polisi Bongkar Praktik Prostitusi Online di Apartemen Green Pramuka
Indonesia
Polisi Bongkar Praktik Prostitusi Online di Apartemen Green Pramuka

Polisi membongkar dugaan praktek prostitusi online di Apartemen Green Pramuka, Cempaka Putih, Jakarta.

Pembakaran Bendera PDIP Picu Konflik Anak Buah Megawati dengan PA 212
Indonesia
Pembakaran Bendera PDIP Picu Konflik Anak Buah Megawati dengan PA 212

Stanislaus mengatakan, konflik itu bisa terjadi karena massa PDIP dikenal militan dan tengah melakukan kunjungan ke sejumlah kantor polisi.

Pemerintah Klaim Ekonomi Mulai Membaik
Indonesia
Pemerintah Klaim Ekonomi Mulai Membaik

Ekspansi pabrikan masih terbatas yaitu investasi yang terjadi hanya melanjutkan kapasitas produksi dan pesanan periode sebelumnya.

COVID-19 Meningkat, Mobilitas Warga di Pulau Jawa dan Bali Dimonitor Secara Ketat
Indonesia
COVID-19 Meningkat, Mobilitas Warga di Pulau Jawa dan Bali Dimonitor Secara Ketat

Pemerintah akan melakukan pengawasan secara ketat untuk pelaksanaan protokol kesehatan 3M

Marinir Bubarkan Massa Aksi Remaja
Foto
Marinir Bubarkan Massa Aksi Remaja

Sejumlah personil Marinir TNI AL memadamkan api saat membubarkan massa aksi remaja yang telah usai menggelar unjuk rasa menolak Undang-undang Cipta Kerja yang disahkan DPR RI di jalan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa, 20/10/2020. Pada pukul 17:47 WIB sejumlah personil Marinir TNI AL keluar barikade dan membujuk massa aksi untuk bubar dan pulang kerumah. Massa aksi dikawal personil Marinir hingga jalan M.H Thamrin, Jakarta. Merahputih.com/Rizki Fitrianto

Gema Ormas MKGR Tegaskan Dukung UU Cipta Kerja
Indonesia
Gema Ormas MKGR Tegaskan Dukung UU Cipta Kerja

Ia meminta semua pihak mendukung UU Cipta Kerja

Kemenhub Kerahkan 7 Kapal Cari Pesawat Sriwijaya Air
Indonesia
Kemenhub Kerahkan 7 Kapal Cari Pesawat Sriwijaya Air

Kapal-kapal patroli KPLP siap siaga dan segera bergabung dengan tim SAR dibawah komando dari Basarnas untuk melakukan pertolongan dan pencarian korban.

Pengamat Ungkap Dua Penumpang Gelap dalam Kemelut Omnibus Law
Indonesia
Pengamat Ungkap Dua Penumpang Gelap dalam Kemelut Omnibus Law

Karyono pun mengidentifikasi dua kelompok di dalam persoalan UU Cipta Kerja ini.