Dua Konsultan Asing Terlibat dalam Desain Ibu Kota Baru Menko bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan (baju putih) ditemui di halaman Istana Negara, Jakarta pada Jumat (3/1/2020). ANTARA/Bayu Prasetyo/am.

MerahPutih.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menyebut konsultan dari Tiongkok dan Jepang akan terlibat dalam perencanaan desain ibu kota baru di Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

"Ada dua konsultan asing kelas dunia yang akan bantu masalah lingkungan, desain urban (perkotaan), masalah arsitekturnya dan lain-lain," kata Luhut di Jakarta, Jumat (3/1), dikutip Antara.

Baca Juga:

Ini Tiga Pemenang Sayembara Desain Ibu Kota Baru

Nantinya, kedua konsultan asing itu akan berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta anak bangsa dari berbagai perguruan tinggi Indonesia untuk merancang ibu kota baru. Rancangan juga akan melibatkan desain dasar dari hasil sayembara ibu kota yang baru diumumkan beberapa waktu lalu.

Menurut Luhut, tadinya ada lima konsultan asing yang rencananya akan ikut terlibat dalam perancangan desain ibu kota baru di antaranya dari Amerika Serikat, Inggris, Tiongkok, serta Jepang.

Namun, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa cenderung untuk memilih konsultan asal Tiongkok dan Jepang untuk disewa jasanya dalam membantu merancang ibu kota baru.

"Jadi tadi itu ada lima, ada AS, Inggris, Jepang, China. Tapi dua terbaik yang kami lihat. Tadi Pak Menteri Bappenas melihat beliau lebih cenderung di dua itu, Jepang dan China," ungkap Luhut.

Mobil yang membawa Presiden Joko Widodo melewati jalan berlumpur saat meninjau lokasi rencana ibu kota negara baru di Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Selasa (17/12/2019). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/wsj.
Mobil yang membawa Presiden Joko Widodo melewati jalan berlumpur saat meninjau lokasi rencana ibu kota negara baru di Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Selasa (17/12/2019). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/wsj.

Luhut menegaskan konsultan asing itu nantinya hanya akan terlibat pada fase perencanaan. Sementara pendanaan, khususnya untuk fasilitas inti seperti Kantor Presiden dan gedung pemerintahan nantinya akan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Ada pun pendanaan untuk fasilitas pendukung kota nantinya bisa saja berasal dari investasi asing, termasuk dari dana yang dikumpulkan dalam format Sovereign Wealth Fund yang akan digagas Indonesia dalam waktu dekat.

"Dua-duanya, kita minta dua-duanya (terlibat). Jadi nanti ada spesialisasi dari yang China, ada spesialisasi yang Jepang. Nanti kita kawinkan dengan anak-anak Indonesia," katanya.

Baca Juga:

Tentukan Lokasi Klaster Pemerintahan, Jokowi Tinjau Calon Ibu Kota Baru

Luhut berpendapat keterlibatan konsultan asing diperlukan karena pemerintah tak mau ambil risiko jika salah membangun ibu kota. Konsultan asing juga dianggap lebih berpengalaman dalam pembangunan kota baru.

Lebih lanjut ditambahkannya, untuk menyewa konsultasi asing itu, pemerintah nantinya akan menyiapkan sejumlah anggaran. Sumbernya bisa berasal dari APBN atau Sovereign Wealth Fund yang akan dibentuk.

"Memangnya ada yang free of charge (gratis)? Bisa saja nanti (bentuknya) hibah, tapi per hari ini posisinya masih seperti itu (menyewa)," ujarnya.

Luhut berharap persiapan desain bisa rampung tahun ini agar bisa segera dimulai konstruksinya. (*)

Baca Juga:

Pemerintah akan Bentuk Provinsi di Lokasi Ibu Kota Baru

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
KPK Siapkan Pasal Perintangan Penyidikan untuk Pihak yang Sembunyikan Harun Masiku
Indonesia
KPK Siapkan Pasal Perintangan Penyidikan untuk Pihak yang Sembunyikan Harun Masiku

Terdapat informasi yang menyebut Harun Masiku telah kembali ke Indonesia pada Selasa (7/1) lalu.

Wamenag Minta Warga tak Curiga soal Sertifikasi Penceramah
Indonesia
Wamenag Minta Warga tak Curiga soal Sertifikasi Penceramah

Program da'i dan penceramah bersertifikat, kata Zainut, adalah program biasa yang sudah sering dilakukan oleh ormas-ormas Islam atau lembaga keagamaan lainnya.

Pemerintah Tarik RUU KUHP Dari Prolegnas 2021
Indonesia
Pemerintah Tarik RUU KUHP Dari Prolegnas 2021

Pengeluaran tiga RUU disusul pula dengan usulan tiga RUU baru dari pemerintah. Tiga RUU usulan baru pemerintah.

[HOAKS atau FAKTA] Prabowo Subianto Resmi Jadi Wakil Presiden
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Prabowo Subianto Resmi Jadi Wakil Presiden

Video tersebut berisi potongan-potongan pernyataan dan pidato dari tokoh-tokoh negara seperti Jokowi, Prabowo, Susilo Bambang Yudhoyono, juga Anies Baswedan.

Infeksi Corona Dunia Tembus 50 Juta Kasus
Dunia
Infeksi Corona Dunia Tembus 50 Juta Kasus

Kasus virus corona baru (COVID-19) di dunia menembus angka 50 juta pada Minggu, menurut hitungan Universitas Johns Hopkins yang berbasis di Amerika Serikat.

Korting Massal Hukuman Koruptor Perburuk Iklim Pemberantasan Korupsi
Indonesia
Korting Massal Hukuman Koruptor Perburuk Iklim Pemberantasan Korupsi

Indonesia Corruption Watch (ICW) menyatakan banyaknya terpidana korupsi yang hukumannya "dikorting" oleh Mahkamah Agung (MA) telah memperburuk iklim pemberantasan korupsi di Indonesia.

PKS Yakin Nurmansjah Lubis Terpilih Gantikan Sandiaga Uno
Indonesia
PKS Yakin Nurmansjah Lubis Terpilih Gantikan Sandiaga Uno

Ada dua orang yang menjadi cawagub DKI, yakni Nurmansjah Lubis dan Ahmad Riza Patria.

Penggunaan TNI dalam Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dinilai Represif
Indonesia
Penggunaan TNI dalam Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dinilai Represif

Instruksi yang menggunakan pendekatan represif alat keamanan seperti ini sangat tidak efektif

Sistem Pemerintahan Digital Indonesia Kalah Jauh dari Singapura
Indonesia
Sistem Pemerintahan Digital Indonesia Kalah Jauh dari Singapura

Peningkatan kualitas SDM, tegas Wapres, menjadi kunci penting dalam perwujudan transformasi digital, sehingga ASN di Indonesia harus dapat meningkatkan kemampuan literasi digitalnya.

KPK Telusuri Aliran Uang dan Aset Desi Arryani Lewat Direktur Waskita Beton Precast
Indonesia
KPK Telusuri Aliran Uang dan Aset Desi Arryani Lewat Direktur Waskita Beton Precast

Uang dan aset itu diduga hasil korupsi sub kontraktor fiktif pada proyek-proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya.