Dua Kasus Ini Dinilai Jadi Ganjalan Komjen Listyo Sigit Prabowo Duduki Kursi Kapolri Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo (tengah). (ANTARA/ Anita Permata Dewi)

MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo dikabarkan menunjuk Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri pengganti Jenderal Idham Azis. Namun, sosok mantan ajudan sang kepala negara itu justru menuai kritikan.

Praktisi hukum Petrus Selestinus menilai, tidak realistis sosok Listyo Sigit Prabowo, untuk jabatan Kapolri. Menurut Petrus, ia tidak punya track record yang dibanggakan yang menjadi kredit point untuk jabatan Kapolri. Apalagi selama menjadi Kabareskrim.

Baca Juga

IPW Sesumbar Jokowi Serahkan Nama Calon Kapolri ke DPR pada Rabu

"Terjadi masalah missed management dalam penanganan kasus Djoko S Tjandra, yang berakibat dua Jenderal Polisi menjadi tumbal akibat salah urus keresersean," jelas Petrus kepada MerahPutih.com di Jakarta, Selasa (12/1).

Dua jenderal polisi yang diduga terlibat antara lain Irjen Napoleon Bonaparte dan Brigjen Prasetijo Utomo. Dari kasus itu membuat Listyo dinilai tak mampu 'menertibkan' orang dibawahnya.

Petrus berujar, jika penunjukkan Listyo karena pengungkapan kasus Novel Baswedan dan kasus penangkapan Djoko S. Tjandra, ini adalah langkah mundur dan sangat memalukan.

Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo. Foto: MP/Kanu

Apalagi, penuntasan kasusnya yang lama, hukuman dua pelaku yang ringan dan banyaknya kejanggalan perkara. Publik melihat penanganan kasus Novel Baswedan dilakukan secara setengah hati, sehingga hasilnya juga minus.

"Sedangkan kasus Djoko S.Tjandra justru merupakan potret buram penegakan hukum di era Kabareskrim. Ia tidak layak diusulkan apalagi dipilih jadi Kapolri," tambah Petrus.

Petrus meyakini, memilih seorang Kapolri, tidak semata-mata urusan hak prerogatif Presiden dan tidak absolut menjadi hak prerogatif Presiden.

Di tengah munculnya gerakan radikalisme, intoleransi dan terorisme dengan basis ormas radikal dan berpaham khilafah yang ada di mana mana dan belum tertangani dengan baik.

Maka kriteria untuk menjadi Kapolri pasca Jenderal Idham Azis, adalah tipe atau karakter Kapolri yang membawa visi negara menjaga NKRI tanpa kenal gigi mundur.

Selain itu, Kapolri baru arus mampu mewujudkan komitmen nasional dan internasional Negara dalam menjaga ketertiban umum dan ketertiban dunia sesuai amanat konstitusi.

"Yaitu menjaga NKRI dari ancaman ideologi khilafah, Radikalisme, Intoleransi dan Terorisme demi mewujudkan ketertiban dunia sebagai komitmen internasional," tutup Petrus. (Knu)

Baca Juga

Kapolri Baru Dihadapkan Sejumlah Masalah Serius

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
KPK Tegaskan Tidak Dilibatkan di Desain Awal Program Kartu Prakerja
Indonesia
KPK Tegaskan Tidak Dilibatkan di Desain Awal Program Kartu Prakerja

Menko Perekonomian sedang melakukan perbaikan sesuai rekomendasi KPK yang meliputi regulasi maupun tata laksana program Kartu Prakerja.

KPK Dalami Harta Kekayaan Nurdin Abdullah
Indonesia
KPK Dalami Harta Kekayaan Nurdin Abdullah

KPK memeriksa Gubernur nonaktif Sulsel Nurdin Abdullah, Sekretaris Dinas PUTR Sulsel Edy Rahmat, dan Direktur PT Agung Perdana Bulukumba (APB) Agung Sucipto.

Datangi Polda Metro, Hadi Pranoto Akui Tak Siap Diperiksa
Indonesia
Datangi Polda Metro, Hadi Pranoto Akui Tak Siap Diperiksa

Hadi mengaku dia sakit karena juga terus berusaha melakukan kegiatan menolong masyarakat memerangi COVID-19.

Lukas Enembe Dideportasi Gegara Masuk Papua Nugini Lewat 'Jalur Tikus'
Indonesia
Lukas Enembe Dideportasi Gegara Masuk Papua Nugini Lewat 'Jalur Tikus'

Imigrasi Jayapura saat ini sudah menahan SPLP Gubernur Lukas Enembe

Dua Tersangka Korupsi Proyek Bakamla Segera Diadili
Indonesia
Dua Tersangka Korupsi Proyek Bakamla Segera Diadili

Seiring pelimpahan berkas ini, penahanan Leni dan Juli beralih dan menjadi kewenangan Pengadilan Tipikor Jakarta

Peminat Surat Utang Negara Meningkat di Februari Ini
Indonesia
Peminat Surat Utang Negara Meningkat di Februari Ini

partisipasi investor asing pada lelang Selasa (2/2), mencapai 17,6 persen dari total seluruh penawaran, atau meningkat signifikan dari lelang SUN sebelumnya yaitu sebesar 13,7 persen.

Terjadi Lonjakan Jumlah Penumpang Kereta ke Luar Jakarta Saat Libur Panjang
Indonesia
Terjadi Lonjakan Jumlah Penumpang Kereta ke Luar Jakarta Saat Libur Panjang

Sedangkan jumlah kereta api yang berangkat dari Stasiun Gambir adalah 9 KA dengan 2.513 penumpang

Gerakan 2 Hari di Rumah, Polda Jateng Imbau Masyarakat Tidak Berbelanja Berlebihan
Indonesia
Gerakan 2 Hari di Rumah, Polda Jateng Imbau Masyarakat Tidak Berbelanja Berlebihan

"Kami dukung penuh gerakan dua hari di rumah pada akhir pekan ini yang dicanangkan Gubernur (Ganjar)," ujar Luthfi, Jumat (5/2).

Gandeng Baznas, Pemkab Jombang Hadirkan ATM Beras untuk Fakir Miskin
Indonesia
Gandeng Baznas, Pemkab Jombang Hadirkan ATM Beras untuk Fakir Miskin

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menghadirkan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) beras untuk fakir miskin dan kaum dhuafa.

M Taufik: PSI Setuju dan Ikut Tanda Tangan Anggaran RKT Rp888 Miliar
Indonesia
M Taufik: PSI Setuju dan Ikut Tanda Tangan Anggaran RKT Rp888 Miliar

Padahal dalam rapat, Partai pimpinan Grace Natalie itu ikut tanda tangan setuju dengan kenaikan gaji anggota dewan tersebut.