Dua Kapal Berbendera Vietnam Ditangkap KKP Saat Curi Ikan Keterangan pers terkait penangkapan kapal buronan interpol di Jakarta, Sabtu (7/4). (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Merahputih.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Kapal Pengawas Perikanan Hiu 04 berhasil menangkap dua kapal perikanan asing (KIA) berbendera Vietnam yang melakukan penangkapan ikan ilegal.

"Dua kapal ikan itu ditangkap pada tanggal 14 Mei 2018 di perairan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia sekitar Laut Natuna Utara, Kepulauan Riau," kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Nilanto Perbowo, di Jakarta, Rabu (15/5).

Nilanto menyampaikan bahwa penangkapan tersebut dilakukan saat Kapal Pengawas Hiu 04 melaksanakan operasi rutin di sekitar Laut Natuna Utara untuk mengawasi kapal-kapal perikanan yang melakukan illegal fishing.

Saat melakukan pengawasan pada 14 Mei 2018 sekitar pukul 03.35 WIB, Kapal Pengawas Hiu 04 mendeteksi adanya KIA yang sedang beroperasi di ZEEI Laut Natuna Utara.

Kemudian, dilakukan pengejaran dan berhasil diberhentikan satu kapal KM. BV 97192 TS (GT. 140) yang menggunakan alat tangkap yang dilarang dengan jumlah awak 13 orang berkebangsaan Vietnam.

Selanjutnya, seperti dikutip Antara, pada hari yang sama sekitar pukul 04.30 WIB, Hiu 04 kembali berhasil melakukan penghentian terhadap KM. BV 99922 TS (GT. 90) dengan awak kapal yang berjumlah tiga orang berkebangsaan Vietnam, dan diduga kapal tersebut merupakan kapal bantu KM. BV 97192 TS.

Saat dilakukan pemeriksaan, selain ditemukan adanya penggunaan alat tangkap terlarang "pair trawl", kedua kapal tersebut juga tidak memiliki dokumen yang sah dari Pemerintah Indonesia untuk melakukan penangkapan ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia (WPP-RI).

susi interpol
Menteri KKP Susi Pudjiastuti (tengah belakang) berbincang dengan sejumlah anak buah kapal (ABK) yang diduga korban perdagangan orang saat dihadirkan dalam konferensi pers tindak lanjut penangkapan kapal STS-50 buronan Interpol, di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Rabu (18/4). Tim gabungan di bawah koordinasi Satgas 115 yang terdiri dari TNI AL, KKP, dan Polri telah melakukan pemeriksaan atas kapal STS-50 yang merupakan buronan Interpol guna menelusuri dugaan perdagangan orang dan perbudakan terhadap 20 orang ABK berwarga negara Indonesia yang bekerja di kapal tersebut. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Sekitar pukul 05.00 WIB kedua kapal Vietnam tersebut dikawal oleh KP. Hiu 04 menuju Satuan Pengawasan (Satwas) Natuna, Kepulauan Riau, untuk proses hukum oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan.

Atas dasar hasil pemeriksaan awal, kapal-kapal tersebut diduga melakukan pelanggaran di bidang perikanan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling banyak 20 miliar.

Hingga 16 Mei 2018, jumlah kapal perikanan ilegal yang ditangkap sebanyak 39 kapal dengan rincian kapal Vietnam sebanyak delapan kapal, Filipina dua kapal, Malaysia Satu kapal dan Indonesia 28 Kapal. (*)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH