Dua Kali Disuntik Vaksin Corona, Antibodi Ridwan Kamil Capai 99 Persen Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat berpose dengan Ariel Noah. (Dok Humas Jabar)

MerahPutih.com - Vaksinasi COVID-19 di Indonesia sudah dilakukan sejak Rabu (13/1). Kegiatan ini merupakan salah satu langkah pemerintah dalam mengatasi wabah corona.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menjelaskan, vaksinasi merupakan kunci memutus rantai penularan COVID-19 melalui pembentukan kekebalan kelompok atau herd immunity. Pemerintah pun terus berupaya mendatangkan vaksin maupun memproduksi vaksin sendiri.

Baca Juga

Vaksinasi COVID-19 Dimulai, Apakah Pandemi Berakhir?

Keamanan vaksin yang sudah mulai disuntikkan saat ini sudah terbukti dengan dikeluarkannya izin penggunaan darurat dari BPOM dan fatwa halal dari MUI. Tingkat kemanjuran pada uji klinis pun sesuai yang diharapkan yakni 65,3 persen.

Untuk vaksin yang diproduksi Bio Farma sudah menunjukkan perkembangan positif di uji klinis tahap tiga. Relawan termasuk Gubernur disuntik pertama Agustus dan kedua bulan September.

Diketahui saat ini, antibodi dalam darah Ridwan Kamil meningkat hingga 99 persen. "Padahal baru bulan Maret nanti akan diumunkan," kata Ridwan Kamil, saat pertemuan dengan para pemimpin redaksi media nasional di Jabar secara virtual, di Gedung Pakuan Bandung, Jumat (15/1)

Gubernur Jabar Ridwan Kamil. (Foto: MP/Dok Humas Jabar)
Gubernur Jabar Ridwan Kamil. (Foto: MP/Dok Humas Jabar)

Sementara vaksin yang hari ini sudah mulai disuntikkan keberhasilannya akan mencapai puncaknya tiga bulan setelah penyuntikan kedua.

Penyuntikan kedua dilakukan 14 hari setelah suntikan pertama. Kang Emil menuturkan, dosis pertama merupakan perkenalan dan dosis kedua adalah pembentukan antibodi.

"Dan tiga bulan setelah penyuntikan kedua adalah masa panen antibodi," tuturnya.

Untuk itu bagi yang sudah menerima penyuntikan pertama Kang Emil meminta untuk tidak bereuforia berlebihan yang dikhawatirkan bisa menyebabkan kelalaian dalam menerapkan protokol kesehatan.

"Jadi jangan setelah di vaksin pertama langsung euforia, lalu terjadi kelalaian 3M, itu yang saya khawatirkan. Mari dukung untuk mempopulerkan semangat vaksinasi yang dibantu oleh peran media," kata Kang Emil.

Ia juga tak memungkiri masih ada sebagian masyarakat yang masih ragu terhadap efektivitas vaksin sehingga enggan untuk divaksin. Untuk itu sebelum vaksinasi dilakukan kepada masyarakat umum yang menurut rencana pada bulan April mendatang, media masif memberitakan keberhasilan vaksinasi.

"Saya berharap kepada media sambil menunggu penyuntikan ke masyarakat April atau paling cepat Maret mendatang media lebih banyak informasikan berita baik. Saya pribadi sudah lelah dengan berita buruk tentang COVID-19 ini mudah-mudahan tahun 2021 lebih banyak berita baiknya," ungkapnya.

Kang Emil menegaskan bahwa saat ini merupakan situasi darurat perang melawan COVID-19. Maka bila masyarakat tidak mau mengikuti vaksinasi korban akan semakin bertambah.

"Makanya dalam situasi darurat ini vaksin menjadi wajib bagi mereka yang memenuhi kriteria. Yang tidak wajib itu yang sudah pernah kena COVID-19 karena di dalam tubuhnya sudah ada antibodi, kedua yang komorbidnya banyak," ujarnya. (Iman Ha/Jawa Barat)

Baca Juga

Perhatikan Hal ini setelah Vaksinasi COVID-19

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
42 Orang Ditangkap karena Terlibat Pengambilan Paksa Jenazah, Tiga Reaktif COVID-19
Indonesia
42 Orang Ditangkap karena Terlibat Pengambilan Paksa Jenazah, Tiga Reaktif COVID-19

Mereka ditetapkan karena melakukan pengambilan paksa jenazah dari empat rumah sakit yang tersebar di Sulawesi Selatan.

Museum Anti-COVID-19 Wuhan Dikunjungi 3.000 Orang Per Hari
Dunia
Museum Anti-COVID-19 Wuhan Dikunjungi 3.000 Orang Per Hari

Kota Wuhan, Tiongkok, memiliki museum anti-COVID-19 yang dikunjungi sekitar 3.000 orang per hari.

Pidato Lengkap Jokowi di Sidang PBB Untuk Pertama Kalinya
Dunia
Pidato Lengkap Jokowi di Sidang PBB Untuk Pertama Kalinya

Kerja sama dalam penanganan COVID-19 harus kita perkuat, baik dari sisi kesehatan maupun dampak sosial ekonominya. Vaksin akan menjadi game changer dalam perang melawan pandemi.

Penembakan Laskar FPI, Komnas HAM Fokus Selidiki Keterangan Polisi
Indonesia
Penembakan Laskar FPI, Komnas HAM Fokus Selidiki Keterangan Polisi

Pengusutan dugaan pelanggaran HAM dalam kasus penembakan laskar Front Pembela Islam (FPI) terus berlangsung.

Viral Penumpang KRL Lemas di Kalibata Dikira Corona, Ini Penjelasan PT KCI
Indonesia
Viral Penumpang KRL Lemas di Kalibata Dikira Corona, Ini Penjelasan PT KCI

Petugas pengamanan yang berada di Peron 1 Stasiun Duren Kalibata langsung membawa tandu

KPK Isyaratkan Jerat Nurhadi dengan Pasal Pencucian Uang
Indonesia
KPK Isyaratkan Jerat Nurhadi dengan Pasal Pencucian Uang

"Penulusuran lebih lanjut mengenai hal tersebut untuk lebih mengembangkan pemeriksaan adanya peristiwa dugaan TPPU," ujarnya.

Jakarta Diguyur Hujan, Anies Cek Kesiapan Rumah Pompa
Indonesia
Jakarta Diguyur Hujan, Anies Cek Kesiapan Rumah Pompa

Laporan BPBD DKI, setidaknya ada 15 titik jalan di ibu kota yang terendam banjir

Kasus Positif Corona di Tanah Air Bertambah 106
Indonesia
Kasus Positif Corona di Tanah Air Bertambah 106

Pemerintah kembali mengumumkan penambahan pada jumlah pasien yang positif terinfeksi virus corona atau COVID-19 pada Sabtu (4/4).

Tolak Masuk Tim Pemenangan, Purnomo: Tanpa Bantuan Saya Gibran Pasti Menang
Indonesia
Waspada! Ibu Kota Jakarta Diprediksi Diguyur Hujan Disertai Petir
Indonesia
Waspada! Ibu Kota Jakarta Diprediksi Diguyur Hujan Disertai Petir

"Wilayah DKI Jakarta siang ini mayoritas hujan seperti Jakarta Barat dan Jakarta Pusat dengan kategori sedang," kata BMKG