Dua Kali Tak Hadir, Polisi Bisa Jemput Paksa Rizieq Karo Penmas Polri Brigjen Awi Setiyono. (ANTARA/ Anita Permata Dewi)

MerahPutih.com - Polisi akan menjemput paksa Rizieq Shihab jika ia tidak memenuhi pemanggilan kedua terkait dugaan pelanggaran protokol kesehatan.

Karopenmas Polri Brigjen Awi Setiyono menjelaskan, dalam pasal 112 KUHAP sudah jelas, di sana tertulis bahwa saksi itu wajib untuk hadir panggilan polisi.

"Dua kali gak hadir. Apa? Surat perintah membawa. Tentunya penyidik akan mengeluarkan itu," kata Awi Setiyono kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Senin (7/12).

Baca Juga:

Kasus Penembakan Simpatisan Rizieq Shihab Dinilai Penuh Kejanggalan

Awi memastikan Polri tidak akan tinggal diam jika Habib Rizieq kembali tidak hadir.

"Nanti akan ada tindakan tegas kalau yang bersangkutan tidak hadir," sebut Awi.

Rizieq Shihab menyapa massa yang menjemputnya di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Selasa (10/11/2020). (ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBAL)
Rizieq Shihab menyapa massa yang menjemputnya di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Selasa (10/11/2020). (ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBAL)

Ia hanya berharap Rizieq mau datang menjalani pemeriksaan polisi.

"Tentunya tadi kita berharap kalau MRS gentle ya penuhi panggilan kepolisian," tambahnya.

Rizieq sudah dua kali mangkir dari panggilan polisi. Teranyar, ia tak datang dalam pemeriksaan soal kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan, Senin (7/12) ini.

Baca Juga:

PP Muhammadiyah Kecam Penembakan Berujung Kematian Pengawal Rizieq

Di sisi lain, Polri mulai menyelidiki asal-usul kepemilikan senjata api milik kelompok orang yang diduga simpatisan Rizieq Shihab yang disebut-sebut menyerang polisi di Tol Jakarta-Cikampek.

"Jelas dong, tentunya akan diselidiki lebih lanjut," kata Awi.

Namun demikian, Awi belum dapat menuturkan lebih lanjut terkait penelusuran aparat dalam kepemilikan senjata api yang dituduhkan milik simpatisan FPI.

Awi juga menegaskan bahwa penyelidikan nantinya akan mendalami terkait alasan simpatisan FPI itu mulai menyerang polisi.

"Yang jelas kan warga sipil tak boleh membawa senpi. Apalagi mereka membawa samurai celurit," ucapnya. (Knu)

Baca Juga:

Rizieq Shihab dan Menantunya Kembali Mangkir Panggilan Polisi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Eks Pegawai Sebut Ada Tangan Berkuasa yang Ingin Membunuh KPK
Indonesia
Eks Pegawai Sebut Ada Tangan Berkuasa yang Ingin Membunuh KPK

"Orang-orang yang selama ini berjuang tegak lurus di atas integritas itu dengan mudah dipatahkan oleh enggak tahu ini tangan siapa. Saya kira tangan-tangan yang berkuasa dan tentu inilah yang terjadi di internal KPK hari ini," kata Nanang

Perbaikan Ekonomi di Kuartal III-2020 Diklaim Berlanjut di Kuartal IV-2020
Indonesia
Perbaikan Ekonomi di Kuartal III-2020 Diklaim Berlanjut di Kuartal IV-2020

Data kuartal ke kuartal, pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal III-2020 sudah mencapai 5,05 persen (q-to-q).

Cuaca Pagi Jakarta Diprediksi Cerah Berawan
Indonesia
Cuaca Pagi Jakarta Diprediksi Cerah Berawan

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca wilayah DKI Jakarta pada Jumat (18/12) pagi cerah berawan.

KPK Sidik Dugaan Suap Pajak di Kemenkeu
Indonesia
KPK Sidik Dugaan Suap Pajak di Kemenkeu

"Kami sedang penyidikan betul," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata

Kasus Pemeriksaan Perpajakan, Dua Pejabat Ditjen Pajak Bakal Segera Diadili
Indonesia
Kasus Pemeriksaan Perpajakan, Dua Pejabat Ditjen Pajak Bakal Segera Diadili

KPK telah melimpahkan berkas perkara dua tersangka kasus korupsi pemeriksaan perpajakan ke Pengadilan Tipikor Jakarta.

Masuk Kantor Polisi Kini Wajib Pakai Aplikasi PeduliLindungi
Indonesia
Masuk Kantor Polisi Kini Wajib Pakai Aplikasi PeduliLindungi

Polda Jawa Timur memberlakukan penggunaan aplikasi PeduliLindungi untuk warga yang hendak masuk ke lingkungan kantornya.

Alasan UKM Indonesia Sulit Tembus Pasar Ekspor Versi Menkeu Sri
Indonesia
Alasan UKM Indonesia Sulit Tembus Pasar Ekspor Versi Menkeu Sri

Pemerintah berharap UKM dapat melakukan penterasi di pasar global, ini bukan sesuatu yang mustahil.

Tersangkut Kasus Dugaan Korupsi Lahan Rumah DP 0 Rupiah, Anak Buah Anies Belum Dipecat
Indonesia
Tersangkut Kasus Dugaan Korupsi Lahan Rumah DP 0 Rupiah, Anak Buah Anies Belum Dipecat

Selain itu, penyidik juga menetapkan PT. AP (Adonara Propertindo) selaku penjual tanah sebagai tersangka

Beras Impor Yang Menumpuk di Gudang Bulog
Indonesia
Beras Impor Yang Menumpuk di Gudang Bulog

Dari jumlah stok CBP yang ada saat ini, terdapat beras turun mutu eks impor tahun 2018 sebanyak 106.642 ton dari total impor beras tahun 2018 sebesar 1.785.450 ton.

[HOAKS atau FAKTA]: Anggota FPI Digebukin Pengunjung Warteg karena Tak Bayar Nasi Bungkus
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Anggota FPI Digebukin Pengunjung Warteg karena Tak Bayar Nasi Bungkus

“Laskar FPI Yang Dihajar Massa setelah Ketahuan Belum Membayar Pesanan Nasi Bungkus di Warteg JL. KS Tubun.”