Dua Jenderal Polisi Siap Duduk di Kursi Pesakitan Mantan Kadiv Hubinter Polri Irjen Napoleon Bonaparte. (Foto: MP/Kanugraha)

Merahputih.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan melimpahkan berkas perkara dan barang bukti kasus penghapusan red notice Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat. Para tersangka termasuk dua Jenderal yang terlibat akan segera disidang.

"Pada hari ini Jumat tanggal 23 Oktober tahun 2020 sekitar jam 14.30 WIB jaksa penuntut umum telah melimpahkan perkara red notice Djoko Tjandra di pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat," kata Kasi Intel Kejari Jakarta Selatan, Odit Megonondo melalui pesan singkat kepada wartawan, Jumat (23/10).

Baca Juga:

Alasan Mabes Polri Belum Tahan Irjen Napoleon Bonaparte

Berkas perkara dan barang bukti yang dilimpahkan mencakup 3 tersangka yang masuk dalam pusaran penghapusan red notice Djoko Tjandra.

Para tersangka itu ialah mantan Kadiv Hubungan Internasional Polri Irjen Napoleon Bonaparte, mantan Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri Brigjen Prasetijo Utomo dan pengusaha Tommy Sumardi.

Ketiga tersangka disangkakan Pasal 5 ayat (2), Pasal 11, Pasal 12 huruf a dan Pasal 12 huruf b Undang-undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Mantan Kadiv Hubinter Polri, Irjen Napoleon Bonaparte. Foto: Istimewa
Mantan Kadiv Hubinter Polri, Irjen Napoleon Bonaparte. Foto: Istimewa

Sementara itu untuk berkas perkara tersangka Djoko Tjandra dalam kasus red notice telah dilimpahkan oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat ke Pengadilan Tipikor.

Hal ini karena adanya penggabungan surat dakwaan dengan kasus gratifikasi fatwa MA yang juga menjerat terpidana hak tagih (cessie) Bank Bali ini.

"Perkara tindak pidana korupsi pemberian hadiah atau janji kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara terkait pengurusan fatwa Mahkamah Agung RI atas nama terdakwa Joko Soegiarto Tjandra dan perkara tindak pidana korupsi pemberian hadiah atau janji kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara terkait pengurusan penghapusan red notice/DPO atas nama terdakwa Joko Soegiarto Tjandra, berdasarkan Pasal 141 KUHAP digabungkan dalam satu surat dakwaan," kata Kajari Jakarta Pusat, Riono Budisantoso, dalam keterangan pers tertulisnya, Jumat (23/10).

Baca Juga:

Praperadilan Ditolak, Tim Hukum Irjen Napoleon Bakal Pelajari Putusan

Dalam kasus dugaan gratifikasi pencabutan red notice Djoko Tjandra, dua tersangka diduga berperan sebagai penyuap dan dua tersangka lainnya penerima suap.

Dua penyuap yang dimaksud adalah Djoko Tjandra serta pengusaha Tommy Sumardi. Sedangkan dua penerima suap adalah mantan Kadiv Hubungan Internasional Polri Irjen Napoleon Bonaparte dan mantan Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri Brigjen Prasetijo Utomo. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Besok, 9 Ton Obat dan Alat Kesehatan dari Tiongkok Tiba di Tanah Air
Indonesia
Besok, 9 Ton Obat dan Alat Kesehatan dari Tiongkok Tiba di Tanah Air

Obat dan peralatan untuk penanganan Corona itu akan menjadi tanggung jawab Kepala BNPB Doni Monardo selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.

Minta Jokowi Mundur, Pecatan TNI Ini Digelandang ke Bareskrim
Indonesia
Minta Jokowi Mundur, Pecatan TNI Ini Digelandang ke Bareskrim

Bersama tersangka disita barang bukti sebuah HP dan KTP. Tersangka juga mengakui bahwa suara rekaman yang beredar di media sosial adalah suaranya.

Belajar Online Tidak Maksimal, Ma'ruf Amin: Harus Ada Tatap Muka
Indonesia
Belajar Online Tidak Maksimal, Ma'ruf Amin: Harus Ada Tatap Muka

Pertimbangan pembukaan kembali sekolah tersebut juga harus menerapkan protokol kesehatan

 Pemkot Solo Klaim Zero Positif COVID-19, 2 Pasien Dinyatakan Sembuh
Indonesia
Pemkot Solo Klaim Zero Positif COVID-19, 2 Pasien Dinyatakan Sembuh

Pasien postif Covid-19 yang sembuh kali ini adalah pria berinisial R yang bekerja sebagai tour guide atau pemandu wisata asal Bali.

Larangan Berlaku Mulai 24 April, Menteri Agama Beberkan Mudarat Mudik
Indonesia
Larangan Berlaku Mulai 24 April, Menteri Agama Beberkan Mudarat Mudik

Tanpa disadari, dapat membawa virus corona ke kampung halaman.

Ketua DPRD DKI Khawatir Ada 'Klaster CFD' Jika HBKB Dilanjutkan
Indonesia
Ketua DPRD DKI Khawatir Ada 'Klaster CFD' Jika HBKB Dilanjutkan

Prasetyo juga mengimbau kepada masyarakat untuk lebih mengutamakan protokol kesehatan

Update COVID-19 Sabtu (9/5): 13.646 Kasus Positif, 2.607 Pasien Sembuh
Indonesia
Update COVID-19 Sabtu (9/5): 13.646 Kasus Positif, 2.607 Pasien Sembuh

Terjadi penambahan kasus meninggal sebanyak 16 orang

Warga Tangsel Sudah Banyak yang Kenal Benyamin
Indonesia
Warga Tangsel Sudah Banyak yang Kenal Benyamin

Publik lebih menginginkan pertemuan tatap muka dengan pasangan calon kepala daerah

Ingat! Mulai Hari Ini Bandara di Bawah AP I Hentikan Penerbangan Komersial
Indonesia
Ingat! Mulai Hari Ini Bandara di Bawah AP I Hentikan Penerbangan Komersial

AP I juga tengah menyiapkan pengaturan parking stand pesawat di masing-masing bandara

 Desain Revitalisasi TIM Dirombak DPRD, Jakpro Bakal Koordinasi Lagi dengan Andra Matin
Indonesia
Desain Revitalisasi TIM Dirombak DPRD, Jakpro Bakal Koordinasi Lagi dengan Andra Matin

Dwi Wahyu Daryoto menjelaskan, bahwa masterplan yang diusung pihaknya hanya melanjutkan rencana pembangunan berdasarkan grand desian yang pernah dibuat Andre Martin di tahun 2007.