Dua Faktor yang Menangkan Ganjar-Yasin di Pilgub Jateng Cagub Jateng nomor urut 1 Ganjar Pranowo (kiri) bersama istri Siti Atiqoh, memperlihatkan surat suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah, di tempat pemungutan suara (TPS) 2, Kelurahan G

MerahPutih.com - Pasangan Calon Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Taj Yasin Maimoen unggul dalam proses penghitungan cepat atau quick count dari hasil dua lembaga survei yaitu Lingkaran Survei Indonesia (LSI) dan Indo Barometer.

Berdasarkan hitung cepat LSI pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin memperoleh dukungan suara sebesar 58.24 persen. Untuk pasangan Sudirman Said-Ida Fauziyah suara yang masuk sebesar 41.76 persen. Hasil yang didapatkan berdasarkan suara yang masuk sebesar 97.25 persen.

Sedangkan hasil dari lembaga Indo Barometer menunjukkan bahwa pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin juga unggul meraih suara masuk sebesar 56.74 persen. Sementara, sebesar 43.26 persen suara masuk untuk pasangan Sudirman-Ida yang diusung Partai Gerindra, PAN, PKS, dan PKB. Suara yang masuk sementara untuk Indo Barometer sebesar 100.

Peneliti senior LSI, Aji Al Farabi menyimpulkan bahwa pasangan Ganjar-Yasin yang diusung oleh PDI-P, PPP, Partai Nasdem, Partai Demokrat, dan Partai Golkar adalah pemenang Pilgub Jateng.

Cagub Jateng nomor urut 1 Ganjar Pranowo (kiri) bersama istri Siti Atiqoh, memperlihatkan surat suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah, di tempat pemungutan suara (TPS) 2, Kelurahan Gajahmungkur, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (27/6). Pilgub Jateng diikuti dua pasangan cagub-cawagub, Ganjar Pranowo-Taj Yasin nomor urut 1 dan Sudirman Said-Ida Fauziyah nomor urut 2 dengan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 27.068.500 pemilih. ANTARA FOTO/R. Rekotomo

"Suara masuk sudah mencapai diatas 90 persen. Selisihnya juga cukup jauh kurang lebih sekitar 17 persen antara Ganjar dan Sudirman. Datanya juga stabil hampir semua daerah sudah masuk. Pilkada jawa tengah dimenangkan Ganjar -Yasin," kata Aji di salah satu stasiun TV swasta, Rabu (27/6).

Sementara itu, Direktur Elsekutif Indikator Politik, Burhanudin Muhtadi mengatakan, bahwa kememangan Ganjar-Yasin di Jawa Tengah tidak terlalu mengagetkan.

Menurut dia, yang mengangetkan warga Jawa Tengah secara khusus dan warga Indonesia secara umum adalah kemenangan Cagub petahana itu yang tidak terlalu telak.

"Karena kalau kita lihat sejumlah lembaga survei yang merilis di periode sebelum hari H Pilkada hari ini banyak yang memprediksi Pak Dirman di kisaran belasan persen. Sekarang Pak Dirman justru berhasil menaikan lebih dari 100 persen," jelas dia.

Calon Gubernur Jawa Tengah, Sudirman Said (kiri) melihat papan nama pemilih saat meninjau TPS 21 Desa Slatri, Brebes, Jawa Tengah, Rabu (27/6). Sudirman mengajak warga untuk menyalurkan hak pilihnya pada Pilkada serentak 2018. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

Burhanudin menilai, pasangan Ganjar- Yasin diuntungkan oleh dua faktor. Pertama soal waktu pelaksanaan Pilkada. Kedua karena Ganjar sebagai petahana memiliki popularitas yang cukup tinggi.

"Satu soal timing Pilkada yang mau tidak mau tidak ada ampun bagi siapapun bahwa hari ini adalah Pilkada. Kedua Mas Ganjar diuntungkan oleh popularitas yang tinggi karena dia petahana," ucapnya.

Sementara Sudirman Said, kata Burhanudin ketika maju bertarung melawan politisi PDI-P itu tidak memiliki basic untuk memenangkan Pemilu secara langsung karena tingkat kedikenalan yang terlalu rendah.

"Kalau misalnya tingkat kedikenalan seorang Sudirman itu kurang lebih mendekati atau sama, saya kira Ganjar-Yasin bisa kalah. Itu bisa terbaca dengan mengevaluasi responden dalam survei yang sama-sama kenal antara Ganjar dengan Sudirman. Disitu elektabilitas Sudirman naik kencang," pungkasnya. (Pon)



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH