Dua Eks Pejabat Pajak Didakwa Terima Suap Rp 57 Miliar dari Jhonlin Baratama Hingga Bank Panin Ilustrasi. KPK (Antara)

MerahPutih.com - Dua mantan pejabat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani didakwa menerima suap sebesar Rp 15 miliar dan 4 juta dolar Singapura atau setara Rp 42 miliar. Jika dikalkulasikan, total suap yang diduga diterima dua mantan pejabat pajak tersebut sekira Rp 57 miliar.

Uang suap Rp 57 miliar tersebut diduga berkaitan dengan pengurusan pajak PT Jhonlin Baratama; PT Bank PAN Indonesia (PANIN); serta PT Gunung Madu Plantations, Angin dan Dadan diduga menerima suap sebesar Rp 57 miliar melalui para konsultan pajak tiga perusahaan besar tersebut.

Baca Juga:

KPK Dalami Suap Pajak dari Bank Panin Hingga PT Jhonlin Baratama

Hal itu diungkap Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Takdir Suhan saat membacakan surat dakwaan untuk Angin Prayitno Aji di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (22/9).

"Terdakwa melakukan, dan turut serta melakukan beberapa perbuatan yang harus dipandang sebagai perbuatan yang berdiri sendiri sehingga merupakan beberapa kejahatan, menerima hadiah atau janji yaitu menerima uang yang keseluruhannya sebesar Rp 15 miliar dan 4 juta dolar Singapura," kata Jaksa Takdir.

Angin Prasetyo selaku mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak, serta Dadan Ramdani selaku bekas Kepala Sub Kerja Sama dan Dukungan Pemeriksaan Ditjen Pajak, didakwa menerima suap bersama-sama dengan tim pemeriksa pajak pada Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri. ANTARA/HO-Humas KPK
Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri. ANTARA/HO-Humas KPK

Adapun, tim pemeriksa pajak pada Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak yang didakwa turut serta menerima suap yakni, Wawan Ridwan; Alfred Simanjuntak; Yulmanizar; dan Febrian. Mereka diduga mereka telah merekayasa hasil penghitungan pajak tiga perusahaan besar tersebut.

"(Mereka) merekayasa hasil penghitungan pajak pada wajib pajak PT Gunung Madu Plantations (GMP) untuk tahun pajak 2016; wajib pajak PT BANK PAN Indonesia (PANIN),Tbk tahun pajak 2016 dan wajib pajak PT Jhonlin Baratama (JB) untuk tahun pajak 2016 dan 2017," ujarnya.

Baca juga:

KPK Cecar Konsultan Bank Panin dan Jhonlin Baratama Soal Uang Suap ke Pejabat Pajak

Uang suap sebesar Rp57 miliar tersebut diterima pejabat pajak dari tiga konsultan dan satu kuasa pajak. Mereka yakni, Veronika Lindawati selaku kuasa dari PT Bank Panin, Agus Susetyo selaku konsultan pajak PT Jhonlin Baratama. Kemudian, Ryan Ahmad Ronas dan Aulia Imran Magribi selaku konsultan pajak dari PT Gunung Madu Plantations.

Atas perbuatannya, kedua mantan pejabat pajak tersebut didakwa melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kasus Melandai, Pemkab Sleman Hentikan Operasional RSD COVID-19
Indonesia
Kasus Melandai, Pemkab Sleman Hentikan Operasional RSD COVID-19

Pemkab Sleman masih menyisakan sarana prasana COVID-19 disana

Ganjar Ancam Potong Tunjangan ASN Pemprov Jateng yang Nekat Mudik
Indonesia
Ganjar Ancam Potong Tunjangan ASN Pemprov Jateng yang Nekat Mudik

Ganjar mengatakan bagi ASN yang kedapatan melanggar aturan dengan tetap nekat mudik Lebaran akan diberikan sanksi tegas. Sanksi tersebut berupa pemotongan tunjangan hingga penurunan pangkat dan jabatan.

Kata Dewas Soal Dugaan Maladministrasi TWK Pegawai KPK
Indonesia
Kata Dewas Soal Dugaan Maladministrasi TWK Pegawai KPK

Dewas juga tidak tahu masalah itu

Buntut TWK, Direktur KPK Nyatakan Perang Terbuka dengan Ketua BKN
Indonesia
Buntut TWK, Direktur KPK Nyatakan Perang Terbuka dengan Ketua BKN

Pernyataan perang terbuka yang disampaikan pria yang karib disapa Koko itu berkaitan dengan pelaksanaan tes wawasan kebangsaan (TWK) terhadap pegawai lembaga antirasuah.

Bagi Beras 5 Kg, Cara Pemkot Solo Bujuk Warga Agar Mau Divaksin
Indonesia
Bagi Beras 5 Kg, Cara Pemkot Solo Bujuk Warga Agar Mau Divaksin

Salah satunya dengan memberikan beras 5 kilogram kepada warga yang mau datang divaksin difasilitas kesehatan.

Kapolri Copot Kewenangan Penyidikan 1.062 Polsek se-Indonesia
Indonesia
Kapolri Copot Kewenangan Penyidikan 1.062 Polsek se-Indonesia

Keputusan merujuk Surat Kapolri yang diteken 23 Maret 2021.

Solo Tuan Rumah Liga 1 Seri Kedua, Gibran: Kota Kecil Venue Kelas Internasional Kabeh
Indonesia
Solo Tuan Rumah Liga 1 Seri Kedua, Gibran: Kota Kecil Venue Kelas Internasional Kabeh

PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) telah merilis jadwal BRI Liga 1 seri kedua yang digelar di empat stadion di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta 15-23 Oktober.

Wagub DKI Berharap Pilkada Digelar Tahun 2022
Indonesia
Wagub DKI Berharap Pilkada Digelar Tahun 2022

DPR saat ini tengah mengkaji undang-undang tentang penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (pilkada).

Ini Tampang dan Identitas Buronan Pengeroyok Polisi di TB Simatupang
Indonesia
Ini Tampang dan Identitas Buronan Pengeroyok Polisi di TB Simatupang

Seperti dikutip dari laman akun resmi Instagram Polres Metro Jakarta Selatan, Minggu (11/7), pelaku yang masih buron itu bernama Muh. Aldi Roya alias Penyok. Diketahui, DPO tersebut masih berusia 18 tahun.

Tugas Pertama Eks Pegawai KPK di Polri
Indonesia
Tugas Pertama Eks Pegawai KPK di Polri

Kami siap untuk mengawasi