Dua CPNS Mundur, Pemerintah Kota Solo Tidak Bisa Berikan Sanksi Apel PNS. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Tercatat, dua Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Solo, Jawa Tengah, memilih mundur sebelum pengangkatan. Secara nasional, ada seratusan CPNS hasil tes pada 2021 yang mengundurkan diri dengan berbagai alasan setelah dinyatakan lulus.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Solo, Dwi Ariyatno mengatakan, Kedua CPNS yang mundur berasal dari tenaga kesehatan.

Baca Juga:

DPR Minta Pemerintah Beri Sanksi Tegas pada CPNS dan PPPK yang Mengundurkan Diri

"Mereka CPNS hasil rekrutmen 2021, Mereka sudah mengungkapkan alasannya mundur karena alasan gaji kecil. Jadi ini tidak sesuai dengan ekspektasinya waktu melamar jadi abdi negara," paparnya.

Dwi memastikan, mereka mengundurkan diri pascapengumuman, sebelum pengangkatan. Dengan demikian keduanya tidak mendapatkan sanksi.

"Yang mundur ini tidak kita kenai sanksi karena belum diangkat. Mereka baru sebatas diterima saja," papar dia.

Ia menegaskan, sesuai aturan Badan Kepegawaian Negara (BKN) kalau ada CPNS yang sudah mendapat SK pengangkatan mundur itu kena sanksi.

Namun demikian, kalau sejak diumumkan sebelum pengangkatan masih pemberkasan mundur tidak kena saksi.

"Kalau seperti ini kita tidak bisa mengajukan pengganti. Ya terpaksa posisinya kita kosongkan," ucap dia

Dwi menambahkan, pada rekrutmen CPNS 2021 ada sebanyak 120 yang diterima. Karena ada dua CPNS mundur sehingga hanya ada 118 orang yang diterima.

"Yang mundur berasal dari tenaga kesehatan spesialis dokter gigi dan psikolog klinis," katanya. (Ismail/Jawa Tengah).

Baca Juga:

Pemerintah Ancam Beri Sanksi CPNS dan PPPK yang Mengundurkan Diri

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Gibran Dukung Kaesang Akhiri Rivalitas Derby Mataram dan Satukan Suporter Jogja-Solo
Indonesia
Gibran Dukung Kaesang Akhiri Rivalitas Derby Mataram dan Satukan Suporter Jogja-Solo

"Yang jelas deklarasi damai suporter Solo dan Yogyakarta sangat baik. Nanti kita tindak lanjuti," kata Gibran di Balai Kota, Selasa (4/10).

Jakarta Bakal Tetap Macet Walau Ibu Kota Pindah ke Kaltim
Indonesia
Jakarta Bakal Tetap Macet Walau Ibu Kota Pindah ke Kaltim

DPR RI telah mengesahkan Rancangan Undang-Undang Ibu Kota Negara (RUU IKN) menjadi Undang-Undang (UU).

 RUU Pendidikan Kedokteran Terhambat DIM dari Kemendikbud Ristek
Indonesia
RUU Pendidikan Kedokteran Terhambat DIM dari Kemendikbud Ristek

Adanya mekanisme Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter, telah membuat seorang calon dokter menjadi masuk sulit, keluar pun sama sulitnya.

Pemilu Malaysia: Sejumlah Tokoh Amankan Kursi Penting
Dunia
Pemilu Malaysia: Sejumlah Tokoh Amankan Kursi Penting

Pemimpin Perikatan Nasional (PN), Tan Sri Muhyiddin Yassin berpotensi mempertahankan kursinya di Pagoh.

Wagub DKI Tanggapi Pemanggilan Ketua DPRD oleh KPK Terkait Formula E
Indonesia
Wagub DKI Tanggapi Pemanggilan Ketua DPRD oleh KPK Terkait Formula E

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi hari ini dipanggil KPK untuk digali keterangannya terkait kasus dugaan korupsi gelaran Formula E.

Survei CiGMark, PDIP Raih Dukungan Terbesar Jika Pemilu Digelar Hari Ini
Indonesia
Survei CiGMark, PDIP Raih Dukungan Terbesar Jika Pemilu Digelar Hari Ini

Founder Lembaga Survei CigMark, Setia Darma mengatakan, PDIP meraih dukungan terbesar jika pemilihan umum digelar hari ini.

Bebas Bersyarat Hari Ini, Rizieq Shihab Langsung Mengajar dan Dakwah
Indonesia
Bebas Bersyarat Hari Ini, Rizieq Shihab Langsung Mengajar dan Dakwah

Mantan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab bebas bersyarat mulai hari ini, Rabu (20/7).

Perempuan Mencoba Terobos Istana Bukti Radikalisme Masih Ada
Indonesia
Perempuan Mencoba Terobos Istana Bukti Radikalisme Masih Ada

Mahfud mengatakan tindakan tersebut membuktikan bahwa radikalisme masih ada di Indonesia.

Polri Bakal Semakin Profesional Setelah Berhasil Lewati Kasus Bertubi-tubi
Indonesia
Polri Bakal Semakin Profesional Setelah Berhasil Lewati Kasus Bertubi-tubi

Polri belakangan diserang isu negatif soal pelanggaran yang dilakukan anggotanya.

[HOAKS atau FAKTA]: Ancaman Perang Dunia Ke-3, Jokowi Ajak Warga Wajib Militer
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Ancaman Perang Dunia Ke-3, Jokowi Ajak Warga Wajib Militer

Presiden Jokowi mengajak masyarakat untuk ikut wajib militer hadapi perang dunia ke-3.