Drama Musikal 'Bunga Terakhir Badai & Kasih', Persembahan Perempuan untuk Negeri Yayasan Perempuan untuk Negeri persembahkan darma musikal 'Bunga Terakhir Badai & Kasih'. (foto: MP/Raden Yusuf Nayamenggala)

SETELAH sukses menggelar Badai Kasih dan Prahara Cinta Badai Kasih pada 2013, Yayasan Perempuan untuk Negeri kembali mempersembahkan sebuah drama musikal. Kali ini drama musikal yang ditampilkan bertajuk Bunga Terakhir Badai & Kasih.

Drama musikal ini digelar dalam rangka menyambut hari ulang tahun kesembilan Yayasan Perempuan untuk Negeri. Sederet aktor dan aktris ternama, seperti Miller Khan, Yanti Airlangga, Niniek L Karim, Marini SS, Tike Priatna, Aida Nurmala, dan Widyawati Sophiaan akan tampil di drama musikal ini.

Selain itu, pertunjukan drama ini merupakan buah kolaborasi dari Perempuan untuk Negeri dan Ari Tulang. Sidi Saleh bertindak sebagai sutradara, Titien Wattimena sebagai penulis naskah, dan Harry Goro sebagai penata musik. Tak hanya itu, akan ada juga penampilan spesial lagu Bunga Terakhir deri Bebi Romeo dan PUNNERS.

Drama musikal Bunga Terakhir Badai & Kasih digelar untuk menyambut HUT ke-9 Yayasan Perempuan untuk Negeri. (foto: MP/Raden Yusuf Nayamenggala)

Sang sutradara, Sidi Saleh, menuturkan bahwa drama ini akan menyuguhkan sesuatu yang berbeda, tak hanya kisah cinta, tapi juga sarat akan warna budaya. “Badai kasih yang ini lanjutan dari badai kasih yang pertama dan kedua. Ini akan menceritakan sebuah hubungan yang dirasakan wanita dan pasangann yang akan mengalami perubahan nilai. Porsinya drama lebih banyak ketimbang musikalnya, lalu adapula warna-warni etnis,” tutur Sidi Saleh saat ditemui Merahputih.com di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Jumat (14/9).

Kisah Bunga Terakhir Badai & Kasih berawal dari Badai yang jatuh cinta kepada Kasih di pandangan pertama dan mereka pun berkenalan di bukit tempat Kasih mendirikan sebuah taman baca. Kasih pun menerima ajakan Badai untuk melakukan perjalanan melihat tempat-tempat baru.

Setelah itu, Badai, si manusia pejalan, dan Kasih, perempuan yang telah terlebih dahulu mengenal dunia lewat buku-buku yang telah dibacanya, bertualang bersama. Perjalanan ke kota dan pantai membawa mereka bertemu manusia-manusia baru dengan segala permasalahan mereka.

Badai semakin jatuh cinta dan mengajak Kasih seterusnya menjadi bagian dari perjalanannya. Namun, Kasih harus kembali. Ia memaknai rumah berbeda dengan cara Badai memaknai rumah. Bunga terakhir pun akhirnya dipersembahkan. Jika perpisahan tak akan abadi, biarlah hanya cinta yang abadi.

Sederet aktor dan aktris ternama bermain di drama musikal ini. (foto: MP/Raden Yusuf Nayamenggala)

Rencananya, seluruh hasil penjualan tiket dari drama musikal ini akan didonasikan untuk amal kepada korban gempa di Lombok serta membantu mendirikan sekolah untuk anak-anak yang kurang beruntung.

Drama musikal Bunga Terakhir Badai dan Kasih akan digelar pada 20-21 Oktober 2018 di Ciputra Atrpreneur Theater, Jakarta. Tiketnya dapat kamu beli di Loket.com mulai 14 September 2018, yang dibanderol mulai dari Rp 300.000 hingga Rp 2.500.000. (Ryn)

Kredit : raden_yusuf


Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH