Drajad Singgung Politisi Berurusan dengan KPK, Sindir Ketum PAN Zulkifli Hasan? Calon Ketua Umum PAN Drajad Wibowo (kanan) usai menyerahkan berkas formulir pendaftaran caketum PAN di Sekretariat DPP PAN Jakarta, Sabtu (8/2). ANTARA/Abdu Faisal

MerahPutih.com - Politikus senior Partai Amanat Nasional (PAN) Drajad Wibowo resmi mendaftar sebagai sebagai kandidat calon Ketua Umum PAN. Drajad akan bertarung memperebutkan posisi ketum dalam Kongres V PAN yang akan digelar di Kendari, Sulawesi Tenggara, pada 10 hingga 12 Februari mendatang.

Sebelum menyerahkan berkas pendaftaran ke sekretaris steering committee (SC) Kongres V PAN Saleh Partaonan Daulay, Dradjad H Wibowo berkesempatan memberikan sambutan.

Baca Juga:

Eks Menteri Jokowi Ini Jadi Orang Pertama yang Daftar Caketum PAN

Dalam sambutannya, Wakil Ketua Dewan Pembina PAN ini sempat menyinggung politisi yang berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Drajad mengaku sedih dan terpukul jika ada politisi yang berurusan dengan lembaga antirasuah. Namun, Dradjad tidak menyebut spesifik siapa politisi yang dimaksud tersebut.

"Saya selalu merasa sedih, merasa terpukul, setiap saat mendengar ada politisi yang harus bermasalah dengan KPK. Entah itu dia berada di pemerintahan di eksekutif, entah dia menteri, entah itu dia berada di DPR, anggota DPRD," kata Dradjad di sekretariat PAN, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (8/2).

Menurut mantan anggota DPR periode 2004-2009 ini, politisi yang berurusan dengan KPK akan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap proses politik maupun partai politik itu sendiri.

"Karena apa? Karena itu membuat masyarakat semakin alergi terhadap proses politik. Masyarakat semakin melihat bahwa politik itu kotor. Dan survei-survei menujukkan gitu," ujarnya.

Calon Ketua Umum PAN Asman Abnur (kedua kiri) menyerahkan berkas formulir pendaftaran kepada Sekretaris Panitia Pengarah Kongres PAN Saleh Partaonan Daulay (kedua kanan) disaksikan Wakil Ketua Umum PAN Bima Arya (pertama kanan) di Sekretariat DPP PAN Jakarta, Sabtu (8/2/2020). (ANTARA/ Abdu Faisal)
Calon Ketua Umum PAN Asman Abnur (kedua kiri) menyerahkan berkas formulir pendaftaran kepada Sekretaris Panitia Pengarah Kongres PAN Saleh Partaonan Daulay (kedua kanan) disaksikan Wakil Ketua Umum PAN Bima Arya (pertama kanan) di Sekretariat DPP PAN Jakarta, Sabtu (8/2/2020). (ANTARA/ Abdu Faisal)

Karena itu, Drajad memastikan jika terpilih menjadi Ketum PAN dirinya akan mengembalikan citra positif tersebut, salah satunya dengan membentuk sistem keuangan partai yang akuntabel dan transparan.

"Misi dakwah saya untuk good and clean governance itu salah satu yang ingin saya perjuangkan apabila nanti diberi amanat memimpin PAN. Merombak membenahi pengelolaan keuangan partai-partai politik. PAN kita harapkan bisa menjadi pelopor di dalam perombakan keuangan parpol," ungkapnya.

"Karena apa? Karena kita mengharapkan pengelolaan keuangan parpol nanti itu betul-betul bisa menjadi pengelolaan yang transparan, akuntabel, dan layak audit oleh BPK," kata Dradjad menambahkan.

Baca Juga:

Asman Abnur Tak Gentar meski Kandidat Caketum PAN Lain Didukung Amien Rais

Seperti diketahui, salah satu kandidat calon Ketum PAN yang beberapa kali diperiksa KPK adalah Zulkifli Hasan. Ketum PAN periode 2015-2020 itu terseret kasus dugaan suap terkait revisi alih fungsi hutan di Riau tahun 2014.

Saat kasus suap ini terjadi, pria yang karib disapa Zulhas ini merupakan Menteri Kehutanan di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Dalam perkara ini, Zulhas telah dua kali mangkir atau tidak memenuhi panggilan penyidik KPK. Zulhas sedianya akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka korporasi PT Palma Satu.

Zulhas mangkir pada 16 Januari karena beralasan belum menerima surat panggilan. Sementara pada panggilan pemeriksaan 6 Februari, Wakil Ketua MPR itu mangkir karena beralasan ada acara. Menurut Plt Jubir KPK Ali Fikri, Zulhas meminta pemeriksaannya dijadwalkan ulang pada 14 Februari mendatang. (Pon)

Baca Juga:

Mandek Tiga Tahun, Korban BTC Panda Minta Polisi Tuntaskan Penipuan Investasi Bitcoin

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Anggota Komisi III Ini Siap Tampung Informasi Soal Kematian Pengawal Rizieq
Indonesia
Anggota Komisi III Ini Siap Tampung Informasi Soal Kematian Pengawal Rizieq

Investigasi khusus ini harus melibatkan Komnas HAM

Pelaku Hina Ahok karena Tak Suka Veronica Tan Diceraikan
Indonesia
Pelaku Hina Ahok karena Tak Suka Veronica Tan Diceraikan

Dia beralasan menghina Ahok karena emosi.

12 Ribu Pekerja Pabrik di Bekasi Bakal Tes Usap COVID-19
Indonesia
12 Ribu Pekerja Pabrik di Bekasi Bakal Tes Usap COVID-19

Tes usap massal ini dilakukan mengingat 60 persen kasus positif COVID-19 di Kabupaten Bekasi berasal dari klaster sektor industri.

[HOAKS Atau FAKTA]: Elektabilitas Anies Melorot Gegara Terapkan PSBB Ketat
Indonesia
[HOAKS Atau FAKTA]: Elektabilitas Anies Melorot Gegara Terapkan PSBB Ketat

Dalam unggahan foto itu, Anies Baswedan tengan melakukan konferensi pers

PDIP Umumkan 50 Calon Kepala Daerah Besok, Gibran Jokowi Masuk?
Indonesia
PDIP Umumkan 50 Calon Kepala Daerah Besok, Gibran Jokowi Masuk?

Hasto belum mau membuka nama-nama calon kepala daerah yang akan diumumkan itu

Shelter OTG di Yogyakarta Diprioritaskan untuk Warga Miskin dan Gelandangan
Indonesia
Shelter OTG di Yogyakarta Diprioritaskan untuk Warga Miskin dan Gelandangan

Shelter ini diprioritaskan menampung warga Miskin, gelandangan dan anak-anak pasien OTG COVID-19.

Pergub Masih Direvisi, Keluar-Masuk Jakarta Masih Pakai SIKM
Indonesia
Pergub Masih Direvisi, Keluar-Masuk Jakarta Masih Pakai SIKM

Warga pun diimbau untuk mengisi di aplikasi Corona Likelihold Matrik (CLM) milik Pemprov

Status Bebas Bersyarat John Kei Penuhi Syarat untuk Dicabut
Indonesia
Status Bebas Bersyarat John Kei Penuhi Syarat untuk Dicabut

Dari posel anak buah John Kei, ditemukan bukti komunikasi berupa perintah untuk melakukan penganiayaan.

Semua Rencana Berubah, Jokowi Samakan Wabah COVID-19 Ibarat Komputer 'Hang'
Indonesia
Semua Rencana Berubah, Jokowi Samakan Wabah COVID-19 Ibarat Komputer 'Hang'

Krisis perekonomian dunia saat ini akibat COVID-19 terjadi paling parah dalam sejarah.

Pesawat Pelita Air Tergelincir di Bandara Karubaga, tidak Ada Korban Jiwa
Indonesia
Pesawat Pelita Air Tergelincir di Bandara Karubaga, tidak Ada Korban Jiwa

Pilot Anderson Matthew James asal Selandia Baru telah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah Karubaga untuk dilakukan pengecekan kondisi kesehatan