DPRD Sahkan Tatib Wagub DKI, Anies: Kita Tunggu Hasilnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Foto: MP/Asropih Opih)

MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku senang tata tertib (tatib) pemilihan wakil gubernur (wagub) yang selama ini mandek di dewan parlemen Kebon Sirih telah disahkan oleh DPRD DKI.

Orang nomor satu di Jakarta ini pun menunggu kinerja dari anggota DPRD itu dalam proses pemilihan pengganti Sandiaga Uno tersebut.

Baca Juga:

Sempat Mandek, DPRD DKI Jakarta Sahkan Tatib Wagub

"Kita tunggu hasilnya," kata Anies Baswedan usai menggelar rapat paripurna pengesahan tatib DPRD periode 2019-2024 dan tatib wagub DKI di gedung DPRD, Jakarta Pusat, Kamis (19/2).

DPRD DKI Jakarta telah resmi mengesahkan tata tertib (tatib) pemilihan calon wakil gubernur (cawagub) DKI Jakarta. (Foto: MP/Asropih Opih)
DPRD DKI Jakarta telah resmi mengesahkan tata tertib (tatib) pemilihan calon wakil gubernur (cawagub) DKI Jakarta. (Foto: MP/Asropih Opih)

Dengan begitu, Anies berharap DPRD segera menuntaskan pemilihan DKI 2 sebab sudah lama dirinya menjomblo menjalankan roda pemerintahan Jakarta.

"Khusus bagian tentang pemilihan wagub yang sebelumnya belum ada, sekarang sudah ada, jadi kita berharap panitia khusus yang ada termaktub dalam salah satu pasal di tatib ini bisa segera bekerja dan bisa menuntaskan," jelasnya.

Baca Juga:

Fraksi Golkar Setuju Pemilihan Wagub Dilakukan Voting Tertutup

Tatib wagub DKI itu sendiri disahkan oleh Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi di dalam rapat paripurna pengesahan tatib DPRD periode 2019-2024 dan tatib wagub di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, pada Rabu (19/2).

Prasetyo menerangkan, tatib pemilihan pengganti Sandiaga Uno selanjutnya akan dikirimkan kepada eksekutif untuk dapat segera ditindaklanjuti.

"Peraturan DPRD tentang tatib DPRD provinsi DKI hari ini segera akan dikirim pada eksekutif untuk segera dilakukan penomoran dan diundangkan dalam berita daerah," jelas dia. (Asp)

Baca Juga:

Akhirnya, DPRD Gelar Rapat Pengesahan Tatib dan Bentuk Panlih Wagub DKI

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tembok Besar China Palsu Jadi Olok-olok Warganet
Dunia
Tembok Besar China Palsu Jadi Olok-olok Warganet

Replika Tembok Besar di Taman Ekologi Xixiaguaishiling memicu perdebatan antarwarganet di Tiongkok.

Eks Pimpinan KPK Kritik Cara Firli Cs Umumkan Tersangka
Indonesia
Eks Pimpinan KPK Kritik Cara Firli Cs Umumkan Tersangka

KPK baik pimpinan maupun pegawai digaji menggunakan anggaran negara yang berasal dari pajak masyarakat

Beijing Mulai Buka Penerbangan Internasional
Dunia
Beijing Mulai Buka Penerbangan Internasional

Maskapai Air China akan menjadi penerbangan internasional pertama dari Phnom Penh, Kamboja, yang mendarat di Beijing.

Polisi Tegaskan Belum Ada Pelanggaran Atas Maklumat Kapolri Soal FPI
Indonesia
Polisi Tegaskan Belum Ada Pelanggaran Atas Maklumat Kapolri Soal FPI

Maklumat Kapolri Jenderal Idham Azis menuai sorotan terkait dengan salah poinnya di 2d, yang berbunyi 'Masyarakat tidak mengakses, mengunggah dan menyebar luaskan konten terkait FPI baik melalui website maupun media sosial'.

Polri Kerahkan Nyaris 200 Ribu Amankan Tahapan Pilkada 2020
Indonesia
Polri Kerahkan Nyaris 200 Ribu Amankan Tahapan Pilkada 2020

Polri juga telah menyiapkan total 192.028 personel untuk mengamankan tahapan Pilkada Serentak 2020

Bawaslu Beberkan Potensi Pelanggaran Jika Pilkada Digelar di Pageblum COVID-19
Indonesia
Bawaslu Beberkan Potensi Pelanggaran Jika Pilkada Digelar di Pageblum COVID-19

ada delapan potensi pelanggaran yang kemungkinan meningkat saat pelaksanaan pilkada yang berbarengan dengan penanganan musibah COVID-19.

[HOAKS atau FAKTA]: Rizieq Shihab Ditangkap Warga
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Rizieq Shihab Ditangkap Warga

Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab ditangkap warga yang hanya menggunakan celana pendek.

Sejak Maret, Pasien Sembuh COVID-19 di RSD Wisma Atlet Tembus 40 Ribu Orang
Indonesia
Indikasi Oligarki Parpol Bermain di Wacana Kenaikan PT Parlemen
Indonesia
Indikasi Oligarki Parpol Bermain di Wacana Kenaikan PT Parlemen

Kenaikan PT ini merupakan desain sistematik menuju pengekalan oligarki parpol

Warga Rela Terima WNI Observasi Corona, PLN Mulai Pasangi Pulau Sebaru Genset
Indonesia