berita-singlepost-banner-1
DPRD Ngotot Gelar Pemilihan Wagub di Tengah Corona, Pengamat: Memungkinkan Money Politic Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (5/8/2019). (ANTARA/Andi Firdaus)
berita-singlepost-banner-2
berita-singlepost-mobile-banner-7

MerahPutih.com - Panitia Pemilihan (Panlih) Wakil Gubernur (Wagub) DKI bersikukuh tetap menggelar pelaksanaan penetapan pendamping Gubernur Anies pada Jumat (27/3) lusa di tengah meningkatnya kasus virus corona di Jakarta.

Pengamat politik dari Universitas Negeri Jakarta, Ubedilah Badrun menilai, adanya dugaan politik uang dalam memperebutkan kursi pemerintaha nomor dua di DKI itu sebab terlihat memaksakan di tengah pandemik COVID-19.

Baca Juga:

DPRD DKI: Tidak Ada Uji Kelayakan dan Tanya Jawab Saat Pemilihan Wagub

Ubedilah menduga, apa yang dilakukan oleh Panlih Wagub itu dalam rangka memanfaatkan momentum lemahnya pengawasan publik saat ini.

"Publik sedang fokus dengan COVID-19. Kan pemilihan Wakil Gubernur DKI di DPRD DKI itu berdasarkan data pada pola-pola lama di masa Orde Baru, itu memungkinkan terjadinya money politic atau politik transaksional. Nah saat ini pertanyaannya adalah siapa yang mengawasi proses itu?," kata Ubedilah saat dihubungi, Rabu (25/3).

Panlih Wagub DKI Jakarta. Foto: @PSI_Jakarta
Panlih Wagub DKI Jakarta. Foto: @PSI_Jakarta

Menurut dia, pelaksanaan pemilihan pengganti Sandiaga Uno ini tidak sejalan dengan seruan Presiden Jokowi dan Gubernur Anies Baswedan soal pencegahan penularan virus mematikan dari Wuhan Tiongkok itu.

"Ini juga menunjukkan DPRD DKI tidak mengindahkan perintah Presiden Joko Widodo dan upaya serius Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam menangani kasus COVID-19 ini," jelas dia.

Ubedilah menilai, Panlih mengabaikan imbauan pemerintah mengenai penanganan penyebaran virus corona ini. Harusnya kata dia, DPRD mengikuti seruan itu.

"Jadi mengabaikan kebijakan nasional dan kebijakan daerah yang diarahkan semuanya untuk melakukan social distancing," tutupnya.

Baca Juga:

Gelar di Tengah Corona, Masyarakat Dilarang Hadiri Pemilihan Wagub

Seperti diketahui, Wakil Ketua Panitia Pemilihan (Panlih) Wagub Basri Basco mengatakan, pihaknya akan tetap menggelar pelaksanaan penetapan Wagub DKI pada Jumat (27/3) lusa.

Baco menjelaskan, alasan pihaknya ngotot menggelar pemilihan pengganti Sandiaga Uno karena kemauan Fraksi DPRD DKI. Bahkan, lanjutnya, dalam situasi dan kondisi COVID-19 ini Gubernur Anies perlu wakil untuk kerja bareng mengatasinya.

"Jumat besok pemilihan (wagub DKI Jakarta) pukul 13.00 wib," kata Baco saat dikonfirmasi, Selasa (24/3). (Asp)

Baca Juga:

Di Tengah Wabah Virus Corona, DPRD Tetap Gelar Pemilihan Wagub DKI


berita-singlepost-mobile-banner-3

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH


berita-singlepost-banner-4
berita-singlepost-banner-5
berita-singlepost-banner-6