DPRD DKI Setuju Suntik Modal MRT Rp2,6 Triliun MRT Jakarta. Merahputih.com / Rizki Fitrianto

MerahPutih.com - DPRD DKI Jakarta mendukung pengajuan penyertaan modal daerah (PMD) sebesar Rp 2,6 triliun yang diusulkan PT. Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2020.

Ketua Komisi B DPRD DKI, Abdul Aziz mengatakan usulan tersebut harus disikapi realistis jajarannya mengingat kebutuhan prioritas moda transportasi bagi warga Jakarta. Apalagi, PMD tersebut diproyeksikan akan menjadi modal awal untuk pembangunan MRT fase II.

Baca Juga

DPRD DKI Tolak Anggaran Konsultan Kebun Binatang Rp 75 M

"Kita perlu mendukung sisi transportasi yang menyangkut kehidupan rakyat kecil, ini perlu diutamakan karena langsung berdampak kepada masyarakat," ujar Abdul di gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (5/11).

Masyarakat mengikuti fase uji coba publik Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta fase 1 dari Stasiun Bundaran HI hingga Stasiun Lebak Bulus, Jakarta, Sabtu, (23/3/2019). PT MRT Jakarta telah membuka kesempatan kepada masyarakat mengikuti fase uji coba publik mulai 12-24 Maret 2019 . Hingga hari ke-11 penyelenggaraan uji coba, antusiasme masyarakat sangat tinggi sehingga kuota tiket yang disiapkan sebanyak sekitar 400 ribu hingga tanggal 23 Maret 2019 telah habis dipesan. Merahputih.com / Rizki Fitrianto
Masyarakat mengikuti fase uji coba publik Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta fase 1 dari Stasiun Bundaran HI hingga Stasiun Lebak Bulus, Jakarta, Sabtu, (23/3/2019). PT MRT Jakarta telah membuka kesempatan kepada masyarakat mengikuti fase uji coba publik mulai 12-24 Maret 2019 . Hingga hari ke-11 penyelenggaraan uji coba, antusiasme masyarakat sangat tinggi sehingga kuota tiket yang disiapkan sebanyak sekitar 400 ribu hingga tanggal 23 Maret 2019 telah habis dipesan. Merahputih.com / Rizki Fitrianto

Mengingat antusias tinggi warga pada pengoperasian MRT fase I rute Lebak Bulus-Bundaran HI, dukungan senada disampaikan Anggota Komisi B lainnya, seperti Adi Kurnia Setiadi. Ia menyatakan, usulan PMD tersebut perlu disetujui dan layak dilanjutkan pendalamannya di rapat Badan Anggaran (Banggar).

Baca Juga

MRT Jakarta Dapat Suntikan Dana Rp 672 Miliar

"Karena proyek ini sedang berjalan, on progres, teman-teman sepakat, ini dilanjutkan saja, demi kebaikan masyarakat juga," terangnya.

MRT
Penumpang MRT Jakarta. Foto: jakartamrt

Sementara itu, Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar menjelaskan, usulan PMD tersebut akan digunakan untuk membayar sisa retensi pembangunan MRT fase I dan tahap awal pembangunan MRT fase II A dengan rencana rute Bundaran HI-Kota.

Baca Juga

Catat! Ini Lokasi Stasiun MRT yang Akan Dibangun Perpustakaan

"Pertama untuk pembayaran penyelesaian fase satu retensi, lalu untuk memulai pembangunan fase dua. Total pembangunan fase dua ini sebenarnya Rp 22,5 triliun, tapi pada APBD tahun ini tahap awal kita minta Rp 2,6 triliun dahulu," tutupnya. (Asp)

Kredit : asropih

Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH