DPRD DKI Pertanyakan Program Jitu Pramono Atasi Banjir

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 26 Januari 2026
DPRD DKI Pertanyakan Program Jitu Pramono Atasi Banjir

Ilustrasi banjir. Foto: Dok. BPBD

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - ANGGOTA DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI Justin Adrian Untayana mempertanyakan trobosan jitu Gubernur Pramono Anung dalam mengatasi masalah banjir. Pasalnya, persoalan klasik tiap tahun itu masih saja terjadi menyusahkan warga Ibu Kota.

"Masyarakat mengharapkan terobosan dalam penanggulangan banjir. Isu ini tidak bisa diatasi secara ‘ketengan', tapi harus fokus menyisir akar-akar permasalahannya," kata Justin kepada wartawan, Senin (26/1).

Justin mengingatkan sedikitnya ada tiga penyebab banjir Jakarta. Penyebab pertama yakni banjir lokal akibat curah hujan tinggi. Ia meyakini banjir itu masih terus terjadi di Jakarta akibat tata kelola kota yang tak beraturan.

"Sementara, debit air yang besar sudah tidak bisa ditampung lagi oleh saluran-saluran air kita karena tata kota semrawut yang membuat Jakarta kehilangan banyak ruang hijau dan menghambat aliran serta pengembangan jaringan saluran mikro. Contohnya, ruko-ruko, rumah-rumah, dan bangunan-bangunan yang menutup saluran ataupun mencaplok fungsi resapan," urainya.

Menurut dia, Pemerintah DKI Jakarta harus tegas menerapkan kewajiban 30 persen areal resapan hijau untuk setiap pembangunan, termasuk rumah. Belum lagi, kata dia, gedung-gedung dan kantor-kantor di Jakarta banyak yang melakukan eksploitasi tanah dalam yang mengakibatkan penurunan permukaan tanah dan menambah titik banjir. "Mudah saja sebenarnya mengidentifikasi pelanggar-pelanggar seperti itu, tinggal di cek saja apakah tagihan PAM bulanan mereka wajar atau tidak dengan kegiatan usahanya," ucapnya.

Baca juga:

Atasi Banjir Jakarta, Pemprov DKI Prioritaskan Normalisasi 3 Sungai



Masalah kedua yang disinggung Justin sebagai penyebab terjadinya banjir di Jakarta yakni banjir kiriman. Baru setelahnya, ia menyorot kenaikan air laut yang mengakibatkan banjir rob di wilayah pesisir. Ia mendorong agar Pemerintah DKI mengalokasikan waktu dan sumber dayanya dalam jangka panjang untuk mengatasi banjir dengan mengidentifikasi penyebab-penyebab utamanya. "Memang Gubernur tidak bisa menangani seluruh masalah utama DKI secara berbarengan, karena 5 tahun jabatannya tidak akan cukup untuk menyelesaikan semuanya," ujarnya.

"Bila memang mau mengatasi banjir, program dan anggaran harus diprioritaskan untuk penanggulangan banjir dalam waktu 1-2 tahun dari 5 tahun jabatannya. Barulah di akhir jabatannya itu dapat tercapai kemajuan yang signifikan dalam penanganan banjir di DKI," tambahnya.

Justin menilai program-program penanggulangan banjir Pemprov DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Pramono selama ini masih hanya sebagian kecil dari apa yang harusnya dilakukan.

"Jadi penanganan saat terjadi banjir sekarang ini, sesungguhnya hanyalah hal kecil dari seluruh rangkaian upaya yang semestinya dikonsentrasikan gubernur untuk menanggulangi banjir," tutupnya.(Asp)

Baca juga:

DPRD Tagih Janji Gubernur Pramono Banjir Jakarta Surut 1,5 Jam dengan Sistem Pompa

#Banjir #DKI Jakarta #DPRD DKI Jakarta
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Asap Karhutla Berpotensi Sampai Jakarta, Tergantung Pergerakan Angin
Arah angin di Kalimantan belum tentu sama dengan di Laut Jawa maupun Jakarta.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Asap Karhutla Berpotensi Sampai Jakarta, Tergantung Pergerakan Angin
Indonesia
Polisi Tangkap Belasan Pemuda yang Hendak Tawuran di Jaktim dan Jakpus, Bawa Sajam
Petugas menyisir kawasan tersebut dan menangkap tiga pemuda berikut dua bilah celurit, dua telepon genggam, serta dua sepeda motor.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Polisi Tangkap Belasan Pemuda yang Hendak Tawuran di Jaktim dan Jakpus, Bawa Sajam
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Indonesia
Rano Karno Janji 214 Sekolah Rusak di DKI Jakarta Segera Diperbaiki, Bertahap Sesuai Anggaran
Penyesuaian itu membuat sejumlah sekolah terpaksa menunggu giliran untuk direvitalisasi, dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
Rano Karno Janji 214 Sekolah Rusak di DKI Jakarta Segera Diperbaiki, Bertahap Sesuai Anggaran
Indonesia
Gubernur Pramono Ungkap Kualitas Udara Jakarta Buruk dalam 3 Hari
Dinkes DKI Jakarta telah diinstruksi untuk membantu penanganan warga yang mengeluhkan gangguan pernapasan akibat udara Jakarta yang tak baik.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
Gubernur Pramono Ungkap Kualitas Udara Jakarta Buruk dalam 3 Hari
Indonesia
Gubernur Pramono Ajak Warga Manfaatkan Bursa Kerja Expo 2026, Ada Ribuan Lowongan Kerja
Para pencari kerja bisa memanfaatkan bursa kerja itu mendapatkan pekerjaan, meningkatkan keterampilan, hingga mengembangkan karier.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
Gubernur Pramono Ajak Warga Manfaatkan Bursa Kerja Expo 2026, Ada Ribuan Lowongan Kerja
Indonesia
Satpol PP DKI Terluka dan Alami 6 Jahitan, Polisi Cari Pelaku
Diduga ada dua orang pelaku pemukulan yakni yang memukul menggunakan helm dan melakukan pemukulan kepada petugas di lampu merah CSW.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Oktober 2026
Satpol PP DKI Terluka dan Alami 6 Jahitan, Polisi Cari Pelaku
City Property
Jakarta Langganan Kebakaran, Gubernur Pramono Minta Warga tak Buang Putung Rokok Sembarangan
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memprioritaskan berbagai upaya preventif terhadap potensi kebakaran.
Dwi Astarini - Senin, 12 Oktober 2026
Jakarta Langganan Kebakaran, Gubernur Pramono Minta Warga tak Buang Putung Rokok Sembarangan
Indonesia
Banjir Rendam 9 Kecamatan di Aceh Tamiang
Saat ini, petugas gabungan dari BPBD, Dinas Damkarmat serta Satgas SAR masih berada di lapangan untuk melakukan observasi, pendataan kerugian materiil, serta membantu proses evakuasi warga terdampak.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Oktober 2026
Banjir Rendam 9 Kecamatan di Aceh Tamiang
Indonesia
20.770 Unit Hunian Sementara Bagi Korban Bencana Sumatera Telah Selesai Dibangun
Penyediaan hunian menjadi salah satu prioritas agar masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan setelah bencana.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 11 Oktober 2026
20.770 Unit Hunian Sementara Bagi Korban Bencana Sumatera Telah Selesai Dibangun
Bagikan