DPRD DKI Nilai Pemprov Salah Kaprah dalam Uji Emisi Uji emisi kendaraan bermotor di bengkel Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta di Cililitan, Jakarta Timur, Selasa (2/11/2021). ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

MerahPutih.com - Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta terus melakukan kegiatan uji emisi gas buang kendaraan bermotor sejak tahun lalu. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas udara di Jakarta melalui pengurangan emisi dari sektor transportasi.

Komisi D DPRD DKI Jakarta menilai, Pemprov salah kaprah dengan memprioritaskan kendaraan pribadi untuk mengikuti uji emisi.

Maka dari itu, Komisi D mendorong Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI mengutamakan angkutan penumpang dan angkutan barang untuk jalani uji emisi.

Anggota Komisi D Yuke Yurike mengatakan, prioritas uji emisi pada kendaraan umum dapat meminimalisir terjadinya kecelakaan akibat kendaraan yang tak layak jalan.

Baca Juga:

Sanksi Tilang Dimulai Awal 2022, Pemprov DKI Harus Perbanyak Titik Uji Emisi Gratis

“Kita utamakan mobil barang, angkutan kota, dan mobil logistik, karena kalau tidak didahulukan takutnya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, sebab kita tidak tahu itu kendaraan sehat atau tidak,” ujarnya

Yuke juga menyarankan agar nantinya bukan hanya sanksi tilang apabila ditemukan kendaraan yang belum mengikuti uji emisi pada Januari 2022 mendatang.

“Itu harus ditekankan kan, sanksinya lebih jelas. Misalnya bisa tidak diperpanjang perizinannya, biar semua pada mengikuti uji emisi,” ucapnya.

Baca Juga:

Kurang Bengkel, Penindakan Pelanggar Uji Emisi Terpaksa Ditunda

Oleh karena itu, Yuke mendesak Pemprov DKI untuk lebih gencar dalam menyosialisasikan uji emisi mulai dari sosial media, hingga kader-kader di tingkat Kelurahan.

“Kita desak Pemprov DKI Jakarta lebih gencar mensosialisasikan melalui media milik Pemprov, banner dan juga perangkat daerah,” ungkapnya.

Melihat fenomena antrean panjang di beberapa tempat uji emisi, Yuke menilai perlunya dilakukan perluasan titik tempat pengujian.

“Dinas LH harus menyiapkan perlengkapan, alat serta tempatnya sehingga tidak menimbulkan masalah baru seperti antrean panjang. Apabila ada anggaran yang kurang terkait uji emisi, kita minta tolong direncanakan dan disampaikan sehingga tidak terjadi hambatan,” tandasnya. (Asp)

Baca Juga:

Ratusan Kendaraan Dapat Stiker Lolos Uji Emisi, Bagaimana yang Tidak Lolos?

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kasus Penembakan Laskar FPI Belum Temui Titik Terang
Indonesia
Kasus Penembakan Laskar FPI Belum Temui Titik Terang

Mabes Polri memastikan akan menyelesaikan kasus enam laskar Front Pembela Islam (FPI) yang tewas ditembak di Tol Jakarta-Cikampek km 50, Karawang.

Luhut Sebut Stok Vaksin Nasional Ada 70 Juta Dosis
Indonesia
Luhut Sebut Stok Vaksin Nasional Ada 70 Juta Dosis

"Stok vaksin sekarang ada 70 juta. Ini bisa untuk memenuhi kebutuhan vaksinasi di daerah," ujar Luhut saat meninjau vaksinasi massal di SMAN 1 Solo, Jawa Tengah, Kamis (5/8)

PTM Sebulan Berjalan Tanpa Kasus COVID-19, Gibran Tingkatkan Tes PCR pada Siswa
Indonesia
PTM Sebulan Berjalan Tanpa Kasus COVID-19, Gibran Tingkatkan Tes PCR pada Siswa

"Kita bersyukur PTM di Solo berjalan lancar. Tidak ditemukan kasus COVID-19 di sekolah," kata Gibran, Sabtu (16/10).

Kapolda Metro Ancam Copot Kapolsek hingga Kapolres Gagal Tangani COVID-19
Indonesia
Kapolda Metro Ancam Copot Kapolsek hingga Kapolres Gagal Tangani COVID-19

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran secara tegas akan mencopot kapolsek hingga kapolres di wilayahnya yang tidak serius dalam menekan angka penyebaran COVID-19.

[Hoaks atau Fakta]: Luhut Panjaitan Ambil Alih Barcelona FC
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Luhut Panjaitan Ambil Alih Barcelona FC

Beredar postingan di Facebook oleh akun bernama Rahmat Joan di grup “Dukung Jokowi 3 Periode” bahwa Luhut Panjaitan mengambil alih klub sepak bola Barselona FC.

Pemkot Bandung Kewalahan Kuburkan Jenazah COVID-19
Indonesia
Pemkot Bandung Kewalahan Kuburkan Jenazah COVID-19

Tadjudin mencatat, sudah ada 1.723 liang lahat atau 6.892 meter persegi lahan yang terpakai di TPU Cikadut. Sedangkan Pemkot Bandung menyiapkan lahan seluas 2 hektar khusus untuk pemakaman kasus COVID-19.

47.791 Orang Positif COVID-19, Ayo Ikut Vaksinasi
Indonesia
47.791 Orang Positif COVID-19, Ayo Ikut Vaksinasi

Kasus harian COVID-19 di Indonesia semakin tak terkendali. Pada Rabu (28/7), terdapat penambahan 47.791 kasus Corona

Omicron Menyebar, DPR: Jangan Sepelekan, Perbaiki Manajemen Pemantauan
Indonesia
Omicron Menyebar, DPR: Jangan Sepelekan, Perbaiki Manajemen Pemantauan

Pemerintah, lanjut Mulyanto, jangan mengulang kesalahan terdahulu yang menganggap remeh dampak penyebaran varian Delta COVID-19.

PDIP Puji NU Benteng NKRI
Indonesia
PDIP Puji NU Benteng NKRI

PDI Perjuangan (PDIP) menyatakan Nahdatul Ulama (NU) adalah bagian besar yang menjadi struktur benteng yang menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), yang tak perlu diragukan.

Vaksinasi Anak 6-11 Tahun di Yogyakarta Lebih dari 81 Persen
Indonesia
Vaksinasi Anak 6-11 Tahun di Yogyakarta Lebih dari 81 Persen

"Kalau dihitung berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, capaian vaksinasi anak di Yogyakarta sudah cukup tinggi, yakni 81,5 persen,” ucap Kadinkes Kota Yogyakarta, Emma Rahmi Aryani