DPRD DKI Minta Anies Tutup Diskotek Selama PPKM Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PAN Lukmanul Hakim di salah satu rapat di Gedung DPRD DKI Jakarta. (Istimewa)

MerahPutih.com - DPRD DKI Jakarta meminta Pemprov DKI untuk menutup secara total diskotek selama pemberlakuan penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Ibu Kota.

Anggota DRRD DKI Fraksi PAN, Lukmanul Hakim menilai, hal ini agar peristiwa penembakan yang menewaskan tiga orang di kafe RM Cengkareng dan penangkapan Millen Cyrus terkait kasus narkoba di Kafe Brotherhood, Jakarta Selatan, tak terulang lagi.

Baca Juga

Polri Siapkan Sanksi Berat Bagi Polisi yang Kedapatan Pesta dan Mabuk di Diskotek

"Yang terjadi di tempat hiburan malam selama sepekan pekan terakhir ini mebuktikan bahwa pengusaha hiburan malam tidak bisa mematuhi ketentuan pemprov DKI Jakarta selama PPKM diberlakukan," ujar Lukman di Jakarta, Senin (1/3).

Lanjut dia, sangat miris di tengah upaya pemerintah dalam menghentikan pandemi COVID-19 dengan terus menggecarkan vaksinasi, di sisi lain masih banyak tempat hiburan yang menyediakan tempat berkumpul tanpa protokol kesehatan yang jelas.

“Pemprov harusnya belajar dari Singapura yang menerapkan aturan sangat ketat untuk tempat hiburan malam yang beroperasi,” ungkap Lukman.

DRRD DKI Fraksi PAN, Lukmanul Hakim
Anggota DRRD DKI Fraksi PAN, Lukmanul Hakim

Dijelaskan Lukman, di Singapura semua area tempat hiburan malam terdapat CCTV untuk memantau aktivitas dan rekaman dari pengunjung, disimpan setidaknya selama 28 hari, dan akan ditinjau secara berskala oleh lembaga penegak hukum.

kemudian, kata dia, alkohol juga tidak dapat dijual, disajikan atau dikonsumsi setelah pukul 22.30.

"Semua pelanggan mengenakan masker setiap saat, bahkan saat bernyanyi di tempat karaoke. Mereka hanya diperbolehkan melepas masker saat makan dan minum," papar Lukman.

Anggota Komisi A DPRD DKI ini juga mendesak pemprov DKI untuk memperketat pengawasan, dan jangan segan-segan menindak pengusaha diskotek yang melanggar PSBB.

"Jangan menunggu kasusnya ramai baru ditutup," tegas pria kelahiran Aceh ini. (Asp)

Baca Juga

Kasus Kafe RM, Politikus PAN Curigai Banyak Diskotek Disulap Jadi Restoran

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Hati-Hati Begal Motor Beralih ke Sepeda, Ikuti Tips Aman Gowes dari Polisi
Indonesia
Hati-Hati Begal Motor Beralih ke Sepeda, Ikuti Tips Aman Gowes dari Polisi

Harga sepeda yang kini sudah setara motor bahkan mobil kini memancing pelaku kejahatan

Pemecatan Sepihak Jadi Ancaman Pada Guru Honorer
Indonesia
Pemecatan Sepihak Jadi Ancaman Pada Guru Honorer

Kepala sekolah yang bersikap otoriter dalam kepemimpinannya agar ditindak tegas oleh Dinas Pendidikan sesuai aturan yang berlaku, jika perlu diberhentikan saja sebagai efek jera.

Sindikat Timur Tengah Simpan Sabu Ratusan Kg di Villa Taman Anggrek Sukabumi
Indonesia
Sindikat Timur Tengah Simpan Sabu Ratusan Kg di Villa Taman Anggrek Sukabumi

Transaksi narkoba jenis sabu dari Iran dengan metode ship to ship di tengah Laut Samudera Hindia.

Warga Solo Upacara Bendera di Sungai Bengawan Solo
Indonesia
Warga Solo Upacara Bendera di Sungai Bengawan Solo

Sementara itu, Upacara HUT ke-75 Pemkot Solo diikuti lima eks narapidana terorisme (napiter) binaan dari Badan Intelijen Negara (BIN).

Ketum Parpol Diminta Proaktif Tahan Kadernya Tak Undang Banyak Orang
Indonesia
Penerbangan Rute Wuhan-Jakarta Segera Dibuka
Indonesia
Penerbangan Rute Wuhan-Jakarta Segera Dibuka

Beberapa maskapai yang sudah mengajukan permohonan terbang langsung menuju Bandar Udara Internasional Tianhe di Wuhan, Provinsi Hubei

Lemkapi Dorong Polri Tuntaskan Kasus Pemalsuan Label SNI Palsu
Indonesia
Lemkapi Dorong Polri Tuntaskan Kasus Pemalsuan Label SNI Palsu

Apalagi, lanjut Edi, persoalan label merupakan hal yang harus dijaga oleh negara.

Alasan Pemerintah Tak Perlu Reaktif Tanggapi 'Manuver' Din Syamsuddin Cs
Indonesia
Alasan Pemerintah Tak Perlu Reaktif Tanggapi 'Manuver' Din Syamsuddin Cs

KAMI jangan marah atau alergi jika publik mengkritik langkah mereka

Harta Risma Naik Rp5 Miliar dalam Waktu Setahun
Indonesia
Harta Risma Naik Rp5 Miliar dalam Waktu Setahun

Ketua DPP PDI Perjuangan itu tercatat melaporkan harta kekayaannya pada 27 Maret 2019.

Dokter Tirta Sudah Diperiksa, Begini Temuan Penyidik
Indonesia
Dokter Tirta Sudah Diperiksa, Begini Temuan Penyidik

Penyidik masih akan menjadwalkan pemeriksaan lanjutan terhadap dokter Tirta selaku pelapor.