DPRD DKI Minta Anies Laporkan Proyek LRT Jakarta ke KPK Ketua DPD Gerindra DKI, M. Taufik. Foto: MP/Asropih

MerahPutih.com - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M. Taufik mengaku heran mengenai pembangunan proyek kereta kereta Lintas Rel Terpadu (LRT) yang memakan biaya mencapai Rl 5,8 triliun. Padahal dari jarak Velodrome-Kelapa Gading hanya 5,1 Kilometer (KM).

Ia pun meminta kepada Pemprov DKI Jakarta melaporkan proyek pembangunan kereta LRT kepada Komisi Pemberantasn Korupsi (KPK) untuk dilakukan audit.

Ketua DPD Gerindra DKI, M. Taufik
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M. Taufik. Foto: MP/Asropih

"Biayanya 5,8 triliun untuk km 5,1 km, jadi 1,1 triliun per km. saya menyarankan kepada Pemprov DKI atau TGUPP laporin lah ke KPK bahwa ini proyek gagal," ujar Taufik di DPRD DKI, Jakarta Pusat, Rabu (12/6).

BACA JUGA: Anies Hapus Tradisi Operasi Yustisi Lebaran, Ini Alasannya!

BACA JUGA: Eks Bos KPK dan Kepala Basarnas Gawangi MRT Jakarta

Menurut dia juga, bahwa moda Transportasi berbasis rel itu dengan rute Velodrome-Kelapa Gading merupakan proyek yang gagal. Kegagalan itu terletak pada waktu, fungsi dan efisien anggaran.

Karena menurut dia, transportasi kereta api ringan ini awalnya merupakan bagian dari rangkaian mobilisasi atlet pada pagelaran Asian Games 2018 lalu.

"Waktu pendirian LRT itu semua ngotot adalah untuk kepentingan Asian Games. Asian Games udah berlalu hampir setahun. LRT ga jadi-jadi. jadi barnag itu kalau gak bisa digunakan belum jadi namanya," tuturnya.

LRT Jakarta
LRT Jakarta. Foto: ANTARA

Bahwasannya LRT Jakarta berfungsi untuk memobilisasi atlet dari menuju Kelapa Gading maupun Velodrome tanpa kamacetan. Namun, kata Taufik, hal itu sangatlah tidak masuk akal lantaran jarak Kelapa Gading - Velodrome atau sebaliknya dapat ditempuh dengan singkat karena jaraknya tak terlalu jauh.

"Menurut saya gak berfungsi disitu. itukan daerah yang sangat dekat sekali," tutupnya. (Asp)

Kredit : asropih


Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH