DPRD DKI Minta Anies dan Jokowi Gandengan Tangan Selesaikan COVID-19 Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Fraksi PAN, Zita Anjani. Foto: MP/Asropih

Merahputih.com - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Zita Anjani meminta kepada pemerintah pusat dan Pemprov DKI untuk bergandengan dalam mengeluarkan kebijakan yang konkret agar COVID-19 di Indonesia khususnya Jakarta cepat selesai.

"Kami melihat perlu singkronisasi dari kebijakan pemerintah pusat dengan pemprov agar bisa lebih cepat," kata Zita dalam keterangannya kepada Merahputih.com, Kamis (21/5).

Baca Juga:

Fraksi PDIP Tak Setuju Usulan Komisi A Bansos Sembako Diganti Uang Tunai

Ia pun berharap penerapan PSBB ketiga ini menjadi pembatasan aktivitas warga yang terakhir atau pengabisan. Dengan begitu warga harus disiplin untuk mematuhi aturan PSBB dan selalu hidup sehat dengan selalu menjalankan protokol kesehatan.

"PSBB terakhir ini bisa mengubah perilaku warga. Kita lebih perhatian sama masalah-masalah kesehatan kita sendiri," papar dia.

Zita Anjani dari PAN sebut penerimaan pajan di DKI Jakarta menurun
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PAN, Zita Anjani (MP/Asropih)

Setelah PSBB terakhir, putri Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan (Zulhas) ini mendorong agar pelayanan kesehatan di DKI masih sama dengan masa PSBB. "Selain itu, kami ingin pastikan prosedur kesehatan dan pendampingan dari tenaga medis harus tersedia setelah PSBB terakhir," terang dia.

Tak hanya kesehatan, Pemda DKI harus menaikan kembali perekonomian di ibu kota. Bila terus-terusan krisis ekonomi dikhawatirkan masyarakat akan menjerit. "Semoga saya benar-benar berharap ini PSBB yang terkahir. Solusinya dengan Adaptasi, ubah gaya hidup kita, terapkan protokol kesehatan diseluruh aspek kehidupan," tuturnya.

"The new normal harus terus digaungkan dan menjadi tradisi baru dalam kehidupan kedepannya," sambung dia.

Baca Juga:

Krisis Dana Bansos DKI, Pimpinan DPRD: Penyataan Sri Mulyani Kental Aroma Politik

Sebab menurut dia, bila Pemda DKI tak mempunyai kebijakan yang baik dikhawatirkan ekonomi Jakarta akan terus melemah.

"Tidak bisa kita dikasih hanya 2 pilihan dirumah mati diluar mati. Kita perlu adaptasi dan inovasi. Harus ada jalan tengah yang mengakomodir kesehatan dan juga perut," tutupnya. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Rizieq Bakal Pulang ke Tanah Air, Polri Langsung Cek Perkara
Indonesia
Rizieq Bakal Pulang ke Tanah Air, Polri Langsung Cek Perkara

Habib Rizieq mengumumkan rencana kepulangannya dari Arab Saudi ke Indonesia pada 10 November mendatang.

Penjual Senjata 'Bang Jago' yang Ancam Warga di Duren Sawit Terancam 20 Tahun Penjara
Indonesia
Penjual Senjata 'Bang Jago' yang Ancam Warga di Duren Sawit Terancam 20 Tahun Penjara

Atas perbuatannya, tersangka AM alias S pun dijerat dengan Undang-Undang Dadurat tahun 1951 tentang kepemilikan senjata dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.

Hasil Uji Klinis Vaksin di Bandung Diumumkan Oktober 2020
Indonesia
Hasil Uji Klinis Vaksin di Bandung Diumumkan Oktober 2020

Hasil uji klinis fase III vaksin COVID-19 ditargetkan akan diumumkan pada pertengahan Oktober atau memasuki kuartal IV-2020.

KPK Janji Sampaikan Modus Dugaan Korupsi Menteri Edhy Prabowo
Indonesia
KPK Janji Sampaikan Modus Dugaan Korupsi Menteri Edhy Prabowo

Politikus Gerindra tersebut ditangkap dalam dugaan korupsi proyek ekspor benih lobster atau benur

Delapan Orang Jadi Tersangka Kebakaran Kejagung, Terancam Hukuman 5 Tahun
Indonesia
Delapan Orang Jadi Tersangka Kebakaran Kejagung, Terancam Hukuman 5 Tahun

Bareskrim Polri menetapkan sejumlah tersangka kasus kebakaran gedung utama Kejaksaan Agung.

Pemilik Warung Ikut Terseret Kasus Kematian Editor Metro TV
Indonesia
Pemilik Warung Ikut Terseret Kasus Kematian Editor Metro TV

"Dari keterangan saksi-saksi yang ada, termasuk di warung ambil keterangan bahwa memang korban sering kesitu," ucapnya

Sejarah Baru, DPR Rapat di Kantor KPK
Indonesia
Sejarah Baru, DPR Rapat di Kantor KPK

Ali enggan membeberkan secara detail alasan RDP digelar di Gedung KPK

[Hoaks atau Fakta]: Kim Jong Un Minta Dikritik
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Kim Jong Un Minta Dikritik

Artikel tersebut berisi kritik dari Peneliti Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Rivanlee Anandar terhadap pernyataan Presiden Joko Widodo.

WN Tiongkok Ditangkap Buntut Tewasnya ABK WNI Kapal Lu Huang Yuan Yu 118
Indonesia
WN Tiongkok Ditangkap Buntut Tewasnya ABK WNI Kapal Lu Huang Yuan Yu 118

Pria paruh baya tersebut diduga melakukan penganiayaan pada ABK sejak bulan Januari hingga Juli 2020.