DPRD DKI Kritik Kebijakan PSBB Masa Transisi Sejumlah pekerja berjalan usai bekerja dengan latar belakang gedung perkantoran di Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (16/4/2020). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/hp.

MerahPutih.com - Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDIP, Gilbert Simanjuntak pempertanyakan nasib 66 RW di ibu kota yang masuk zona merah hingga akhirnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperpanjang PSBB dengan masa transisi.

Sebab, kata Gilbert, Anies belum mengungkapkan secara gamblang mau melakukan apa pada 66 RW yang menjadi perhatian khusus Pemda DKI itu.

Baca Juga

Kapolda Metro Klaim PSBB Fase Ketiga Mampu Tekan Penyebaran Virus Corona

"Nasib masyarakat di 66 RW yang PSBL (Pembatasan Sosial Berskala Lokal) juga belum jelas," kata Gilbert saat dikonfirmasi, Jumat (5/6).

Ia pun meminta Anies untuk membeberkan apa kerja yang dilaksanakan untuk 66 RW itu. Bahkan, ia menilai aturan PSBB masa transisi itu masih belum jelas juntrungannya.

"Kesan kebijakan kemarin masih banyak yang harus diperjelas, agar tidak multi tafsir. Yang paling tidak jelas ukuran dampak kebijakan ini adalah di sektor ekonomi, padahal itu salah satu tujuan utama kebijakan," sambung dia.

Anies belum mengungkapkan secara gamblang mau melakukan apa pada 66 RW yang menjadi perhatian khusus Pemda DKI itu.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto: ANTARA

Gilbert pun mempertanyakan, pengawasan Pemda DKI dengan aturan masa transisi ini. Sebab menurut dia, Anies dan anak buahnya sangat kendor dalam pengawasan kebijakan PSBB lalu, apalagi masa transisi yang membuat kelonggaran di semua sektor bidang.

"Tetapi juga tidak jelas bagaimana pengawasannya. Karena dengan kebijakan PSBB, terkesan Pemprov DKI tidak tegas, apalagi semakin banyak yang harus dilakukan dengan kebijakan transisi," terang dia.

Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan kembali perpanjang PSBB di Jakarta dengan masa transisi hingga Juni 2020 ini. Salah satu alasan Anies meneruskan PSBB karena ada 66 RW dari 2.738 RW di DKI masuk dalam zona merah.

Anies pun menetapkan 66 RW itu sebagai Wilayah Pengendalian Ketat (WPK) selama masa transisi ini.

"Ternyata kita menemukan bahwa di Jakarta ini ada 66 RW dengan laju Incidence Rate yang masih harus mendapatkan perhatian khusus," kata Anies di Jakarta, Kamis (4/6).

Baca Juga

Jakarta Masuki Masa Transisi, Pemeriksaan di Pos PSBB Dikendurkan?

Berikut 66 RW yang masih menjadi perhatian khusus Pemprov DKI lantaran masuk zona merah.

1. Jakarta Barat 15 RW

- Grogol 1 RW- Tomang 1 RW- Tangki 2 RW- Krukut 1 RW- Jembatan Besi 4 RW- Palmerah 1 RW- Kota Bambu Utara 1 RW- Jati Pulo 1 RW- Cengkareng Timur 1 RW- Srengseng 1 RW- Joglo 1 RW

2. Jakarta Pusat 15 RW

- Mangga Dua Selatan 1 RW- Cempaka Baru 1 RW- Kramat 1 RW- Cempaka Putih Barat 1 RW- Cempaka Putih Timur 2 RW- Gondangdia 1 RW- Kebon Kacang 2 RW- Kebon Melati 3 RW- Petamburan 2 RW- Kampung Rawa 1

3. Jakarta Utara 15 RW

- Penjaringan 2 RW- Sunter Agung 1 RW- Lagoa 1 RW- Cilincing 1 RW- Semper Barat 1 RW- Sukapura 1 RW- Pademangan Barat 6- Kelapa Gading Barat 1 RW

4. Jakarta Timur 15 RW

- Utan Kayu Selatan 1 RW- Palmeriam 1 RW- Bidara Cina 1 RW- Cipinang Besar Selatan 1 RW- Cipinang Muara 2 RW- Kampung Tengah 3 RW- Pondok Bambu 1 RW- Malaka Sari 2 RW- Malaka Jaya

5. Jakarta Selatan 3 RW

- Lebak Bulus 1 RW- Pondok Labu 1 RW- Kalibata 1 RW

6. Kepulauan Seribu 3 RW

- Pulau Kelapa 1 RW- Pulau Tidung 2 RW. (Asp).

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Penyebaran Corona Masih Tinggi, tidak Etis Jokowi Berlakukan Kebijakan New Normal
Indonesia
Penyebaran Corona Masih Tinggi, tidak Etis Jokowi Berlakukan Kebijakan New Normal

"Sementara prasyarat untuk mencegah penularan COVID-19, terutama jaga jarak (social/physical distancing), semakin sulit diwujudkan," kata Abdul

Penyelamatan Uang Negara Berakhir di Balik Jeruji Penjara
Indonesia
Penyelamatan Uang Negara Berakhir di Balik Jeruji Penjara

Maksud hati menyelamatkan keuangan negara dalam proyek recovery pasca-banjir bandang dan tanah longsor di Manado pada Januari 2014, nasib nahas justru menimpa Yenni Siti Rostiani.

Pamor Cawagub DKI Riza Patria Lebih Unggul Dibandingkan Bang Ancah
Indonesia
Pamor Cawagub DKI Riza Patria Lebih Unggul Dibandingkan Bang Ancah

Dua kandidat cawagub DKI Jakarta yakni Nurmansjah Lubis dari PKS dan Ahmad Riza Patria dari Partai Gerindra terus melancarkan safari politik

632 Warga DKI Meninggal karena Corona
Indonesia
632 Warga DKI Meninggal karena Corona

Jumlah kumulatif kasus positif di wilayah DKI Jakarta sebanyak 10.853 kasus.

Ibu Asal Maroko Bunuh Anaknya Secara Keji di Apartemen Tanah Abang
Indonesia
Ibu Asal Maroko Bunuh Anaknya Secara Keji di Apartemen Tanah Abang

SHA ditemukan tewss mengenaskan dengan luka lebam di sekujur tubuhnya di Apartemen Pavilion, Tanah Abang, Rabu (1/9) lalu.

Viral Tank TNI Tabraki Sejumlah Motor dan Gerobak, Pengemudi Diperiksa Polisi Militer
Indonesia
Viral Tank TNI Tabraki Sejumlah Motor dan Gerobak, Pengemudi Diperiksa Polisi Militer

Peristiwa tersebut terekam kamera warga dan viral di media sosial.

Sembuh dari COVID-19, Presiden Brazil Lepas Masker di Depan Umum
Dunia
Sembuh dari COVID-19, Presiden Brazil Lepas Masker di Depan Umum

Peristiwa itu beberapa hari setelah dia menyatakan telah pulih dari COVID-19 dan menurutnya tidak berdampak serius pada kesehatan.

Gubernur Jatim Khofifah Diusulkan Terima Gelar Doktor Honoris Causa
Indonesia
Gubernur Jatim Khofifah Diusulkan Terima Gelar Doktor Honoris Causa

Menurut dia, Khofifah merupakan salah seorang perempuan langka di Indonesia, terlebih selama ini sudah dikenal mampu menapaki jabatan publik yang beragam.

Polisi Lakukan Rekontruksi Pembunuhan Satu Keluarga di Sukoharjo Besok
Indonesia
Kehadiran Presiden di Hari Pers Nasional 2020 Dimajukan
Indonesia
Kehadiran Presiden di Hari Pers Nasional 2020 Dimajukan

Presiden diagendakan hadiri HPN pada 8 Februari