DPRD Bentuk Pansus Perombakan 1.125 Pejabat DKI /media/bd/16/d6/bd16d664d5b47cafb4e2294d5f831c00.jpg

MerahPutih.com - Perombakan besar-besaran 1.125 pejabat di lingkungan Pemprov DKI Jakarta oleh Gubernur Anies Baswedan berbuntut panjang. DPRD DKI berencana membentuk panitia khusus (Pansus) terkait utak-atik ribuan pegawai DKI yang dilakukan Anies.

Wakil Ketua Komisi A, William Yani mengatakan pihaknya akan mengambil keputusan dibentuknya panitia khusus, Rabu (13/3) besok.

"Karena kita baru rapat komisinya besok, menentukan apakan pansus atau tidak (Perombakan ribuan pejabat Pemprov DKI)," kata William Yani saat dikonfirmasi, Selasa (12/3).

Adapun Pansus itu dibuat untuk menyelidiki adanya dugaan kecurangan seperti jual beli jabatan dalam rotasi atau mutasi pejabat tersebut.

DPRD sendiri masih melakukan kajian Pansus tersebut. Tak hanya itu, kesepakatan pembuatan panitia khusus tersebut harus menunggu usulan semua fraksi di DPRD.

"Nanti kan Pansus itu hasil dari rapat gabungan fraksi-fraksi kan. Komisi A mengusulkan saja, kemudian diputuskannya oleh gabungan fraksi-fraksi, baru diparipurnakan. Paripurna kan belum tahu kapan," jelasnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (MP/Asropih)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (MP/Asropih)

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melantik sebanyak 1.125 pejabat di lingkungan Pemprov DKI, pada Senin (25/2) lalu.

Dari 1.125 jabatan 15 di antaranya pejabat pimpinan tinggi pratama atau eselon II. Sementara administrator atau pejabat eselon III sebanyak 274 orang, dan pengawas atau pejabat eselon IV sebanyak 836 orang.

Dalam perombakan ribuan pegawai DKI itu, Penasihat Fraksi PKB DPRD DKI Jakarta Hasbiallah Ilyas mengatakan pihaknya menerima keluhan soal adanya tarif untuk mendapat jabatan Lurah.

"Info di bawah begitu, banyak keluhan dari lurah (soal tarif)," kata Hasbiallah saat dihubungi, Kamis (28/2) lalu. (Asp)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH