DPRA Revisi Hukum Jinayat Pelaku Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Komisi I DPRA melaksanakan rapat lintas sektor terkait hukuman kepada pelaku kekerasan terhadap perempuan dan anak, di Banda Aceh, Rabu (3/2/2021) (ANTARA/Rahmat Fajri)

MerahPutih.com - Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) berencana merevisi Qanun (Peraturan Daerah) Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat. Hal itu diharapkan dapat memberikan efek jera kepada pelaku kekerasan terhadap perempuan dan anak.

"Bisa jadi direvisi, nantinya akan kita kaji terlebih dahulu untuk memperbaiki dan mempertajam beberapa pasal dalam qanun hukum jinayat tersebut," kata Ketua Komisi I DPRA Muhammad Yunus, di Banda Aceh, Rabu (3/2).

M Yunus mengatakan, beberapa poin yang akan direvisi itu mulai dari pasal 47 dan pasal 50 terkait pemberian hukuman terhadap pelaku kekerasan terhadap perempuan dan anak serta pelanggaran syariat Islam lainnya.

Baca Juga:

Ribuan Anak Korban Konflik Aceh Butuh Beasiswa

Pasal 47 dalam qanun hukum jinayat Aceh mengatur tentang hukuman bagi pelaku pelecehan seksual terhadap anak maksimal 90 bulan penjara.

Sedangkan pada pasal 50 terkait pemberian hukuman bagi orang yang melakukan pemerkosaan terhadap anak dengan ancaman paling lama 200 bulan bui serta beberapa pasal substansi lainnya.

Ilustrasi. (MP/Alfi Ramadhani)
Ilustrasi. (MP/Alfi Ramadhani)

Kata Yunus, terdapat beberapa perbedaan antara hukuman terhadap orang yang melakukan perzinaan dengan kekerasan, di mana perbuatan kekerasan terhadap perempuan dan anak arah hukumannya lebih berat.

"Kalau kurang adil untuk apa kita pertahankan. Karenanya kita akan memberi hukuman seadil-adilnya, ada hukum cambuk, denda dan penjara bagi pelaku kekerasan," ujar M Yunus, dikutip Antara.

Baca Juga:

Lima Terduga Teroris yang Ditangkap di Aceh Diduga Berafiliasi dengan JAD

Terkait wacana revisi qanun tersebut, Komisi I DPRA sebelumnya juga sudah menggelar rapat lintas sektoral. Bahkan sudah membentuk tim kecil dari berbagai unsur untuk mencari solusi pemberian hukuman berat pelaku kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Rencana itu muncul karena Aceh marak terjadinya peristiwa kekerasan terhadap perempuan dan anak. Dasar itu kemudian membuat para wakil rakyat menginisiasi perubahan qanun. (*)

Baca Juga:

Profesi Gembong Teroris di Aceh, dari Pengusaha Kafe sampai ASN

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Polisi dan Pemprov DKI Masih Bahas Kebijakan Ganjil Genap
Indonesia
Polisi dan Pemprov DKI Masih Bahas Kebijakan Ganjil Genap

Padahal kondisi lalu lintas saat ini sudah mulai ramai dari kendaraan.

Bos Garuda Indonesia Umumkan Gaji Karyawan Ditunda, tapi THR Tetap Cair
Indonesia
Bos Garuda Indonesia Umumkan Gaji Karyawan Ditunda, tapi THR Tetap Cair

Sebanyak 25.000 karyawan Garuda Indonesia Group terdampak penundaan gaji akibat dampak pandemi COVID-19.

[HOAKS atau FAKTA] Video Susi Pudjiastuti Menari Usai Menteri Edhy Ditangkap KPK
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Video Susi Pudjiastuti Menari Usai Menteri Edhy Ditangkap KPK

"BERITA PALING POPULER HARI INI ~VIRAL VIDEO SUSI MENARI USAI MNTRI EDHY DTNGKP KPK~INFO TERKINI"

Sabu 1 Ton yang Diedarkan di Banten Berasal dari Timur Tengah
Indonesia
Sabu 1 Ton yang Diedarkan di Banten Berasal dari Timur Tengah

Komjen Listyo Sigit Prabowo membeberkan kronologi pengungkapan barang haram ini.

Din Syamsuddin: Radikalisme Terdapat di Setiap Lingkaran Umat Beragama di Dunia
Indonesia
Din Syamsuddin: Radikalisme Terdapat di Setiap Lingkaran Umat Beragama di Dunia

Isu radikalisme agar tidak tendensius menyasar ke umat Islam

Bandara Internasional Kertajati Difungsikan untuk Perawatan Pesawat
Indonesia
Bandara Internasional Kertajati Difungsikan untuk Perawatan Pesawat

Bandara Internasional Kertajati akan difungsikan untuk maintenance, repair, overhaul (MRO) atau perawatan pesawat.

PDIP Keukeuh Pilkada Tetap Digelar Serentak 2024
Indonesia
PDIP Keukeuh Pilkada Tetap Digelar Serentak 2024

"Evaluasi Pilkada penting namun belum mengarah pada urgensi perubahan UU Pilkada," kata Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat

DPR Peringatkan Jangan Kecolongan saat Pembukaan Kegiatan Belajar di Sekolah
Indonesia
DPR Peringatkan Jangan Kecolongan saat Pembukaan Kegiatan Belajar di Sekolah

Pembukaan kegiatan belajar tatap muka secara langsung mesti diawasi ketat.

Kolaborasi dan Jualan Online Bikin UMKM Bertahan
Indonesia
Kolaborasi dan Jualan Online Bikin UMKM Bertahan

"Masa pandemi COVID–19 ini, OJK memfokuskan upaya percepatan pemulihan ekonomi dengan mempercepat terbangunnya ekosistem digital ekonomi dan keuangan yang terintegrasi," kata Wimboh.

Kampung Tangguh Jadi Senjata untuk Menekan Penyebaran Corona di Jakarta
Indonesia
Kampung Tangguh Jadi Senjata untuk Menekan Penyebaran Corona di Jakarta

Polisi membentuk Kampung Tangguh di sejumlah wilayah ibu kota untuk menekan penyebaran corona yang jumlahnya terus melonjak.