DPR Ungkit Borok Badan Restorasi Gambut Picu Parahnya Kebakaran Hutan Petugas Manggala Agni Daops Kota Jambi saat mengupayakan pemadaman kebakaran lahan gambut di Kumpeh Ulu, Muarojambi, Jambi, Selasa (6/8/2019). ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan

MerahPutih.com - DPR RI menyatakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Sumatera tidak lepas dari kegagalan kinerja Badan Restorasi Gambut (BRG). Lembaga pemerintah itu dianggap tidak mampu melakukan pengelokaan dengan baik restorasi lahan gambut.

“Memadamkan lahan gambut itu paling sulit karena dia bisa mencapai tiga meter ke bawah. Hal ini sekaligus menjadi indikasi kita gagal merestorasi lahan gambut kita. Bukannya bermanfaat, malah menjadi bencana,” kata anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin, dalam rilis resminya, Jakarta Rabu (18/9).

Baca Juga:

DPR Kritik Kementerian LHK Terkait Karhutla


Andi juga mempertanyakan efektivitas BRG yang tidak bisa mencapai target restorasi dua juta hektar lahan gambut. Bahkan, dia mengungkit adanya kebobrokan di dalam internal BRG.

Ilustrasi Karhutla (ANTARA FOTO/Rahmad)

"Dalam beberapa rapat di Komisi IV, BRG yang notabene merupakan mitra kerja, kami sempat diungkapkan alasanya. Tak lain adalah masalah internal, seperti urusan kepegawaian yang belum selesai, dan anggaran yang masih menempel di Kementerian LHK,” papar politikus PKS itu.

Menurut Andi, Komisi IV telah menyoroti anggaran yang diberikan kepada Dirjen yang menangani kebakaran hutan hanya sebesar Rp200 miliar dari total anggaran Kementerian LHK, yakni senilai 8 triliun rupiah. Akibatnya, lanjut dia, target BRG dalam merestorasi 2 juta hektar lahan gambut juga tidak tercapai.

"Oleh karenanya efektifitas dari kinerja BRG juga patut kita pertanyakan. Harapan kita supaya BRG bisa berfungsi untuk merestorasi lahan gambut yang sangat rentan terhadap kebakaran ini tidak terjadi,” kritik anggota dewan dari dapil Sulawesi Selatan II itu.

Baca Juga:

Menkopolhukam Sebut Masalah Karhutla Mirip Terorisme

karhutla
Karhutla (Antaranews)

Adapun, berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terbaru ada 2.862 titik panas di seluruh Indonesia. Untuk wilayah Kalimantan Tengah memiliki titik api (hotspot) terbanyak, yakni 954 titik. Kemudian, disusul Kalimantan Barat 527 titik api, Sumatera Selatan 366 titik api, Jambi 222 titik api, Kalimantan Selatan 119 titik api, dan Riau 59 titik api. Moyoritas kawasan yang terbakar itu merupakan lahan gambut. (Knu)

Baca Juga:
Enggak Becus Urus Karhutla, Jokowi Minta Kapolda dan Pangdam Dicopot


Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH