DPR Soroti Wacana Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan 2026, Dinilai Bebani Rakyat

Soffi AmiraSoffi Amira - Jumat, 27 Februari 2026
DPR Soroti Wacana Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan 2026, Dinilai Bebani Rakyat

Ilustrasi: Kartu Indonesia Sehat (KIS). Foto: Antara

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago, menyoroti wacana pemerintah untuk menyesuaikan premi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) atau iuran BPJS Kesehatan yang direncanakan berlaku mulai 2026.

Ia mengingatkan kebijakan tersebut berpotensi menambah beban masyarakat, terutama kelompok ekonomi bawah.

Irma mengatakan pihaknya sejak awal telah mengingatkan pemerintah agar tidak menaikkan iuran ketika program Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) diluncurkan.

Menurutnya, penerapan sistem satu kelas layanan biasanya diikuti penyesuaian tarif iuran yang berdampak langsung pada peserta.

Baca juga:

Menkes Bandingkan Iuran BPJS Rp 42 Ribu Sama Harga Rokok, Sentil Wartawan Pasti Sanggup Bayar

Politisi NasDem itu menilai. kenaikan iuran kemungkinan besar akan memengaruhi peserta kelas 3 yang mayoritas berasal dari kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.

“Jika ada penyesuaian satu kelas layanan, pasti ada penyesuaian tarif dan yang akan terdampak peserta kelas 3,” kata Irma dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (26/2).

Menurut Irma, rencana kenaikan iuran perlu dipertimbangkan secara matang karena kondisi ekonomi masyarakat saat ini masih sulit.

Ia menyebutkan, kebijakan tersebut berpotensi menjadi beban tambahan bagi masyarakat yang tengah menghadapi tekanan ekonomi.

Baca juga:

Warga Mampu Makan Jatah Orang Miskin, DPR RI Bongkar Skandal Data PBI JKN yang Ngaco

“Dalam situasi ekonomi masyarakat yang sedang sulit seperti saat ini, tentu kenaikan ini menjadi beban lagi,” tegasnya.

Irma menegaskan, program JKN merupakan layanan penting bagi masyarakat karena berkaitan langsung dengan akses layanan kesehatan.

Jadi, kebijakan terkait iuran harus memperhatikan kemampuan peserta serta mengedepankan prinsip keadilan sosial.

Ia juga meminta pemerintah memastikan keberlanjutan program jaminan kesehatan nasional tanpa membebani masyarakat, khususnya kelompok ekonomi lemah.

Baca juga:

Cak Imin Lantik Direksi Baru BPJS, Tekankan Pengelolaan Anggaran Rp 5 Triliun Tanpa Pemborosan

Menurutnya, evaluasi menyeluruh perlu dilakukan agar kebijakan yang diambil tetap melindungi kepentingan masyarakat.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, kenaikan iuran BPJS Kesehatan saat ini masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan pengeluaran masyarakat untuk membeli rokok.

Ia mengungkapkan, penyesuaian premi dinilai lebih berdampak pada kelompok masyarakat menengah ke atas.

"Kenaikan premi ini hanya berpengaruh terhadap masyarakat yang menengah ke atas yang memang bayarnya kan Rp 42.000 sebulan. Menengah ke atas kayak wartawan Rp 42.000 sebulan, harusnya bisa deh ya. Yang laki-laki beli rokok kan lebih dari Rp 42.000 sebulan," kata Budi saat ditemui di Kantor Kemenkes, Jakarta Selatan, Rabu (25/2). (pon)

Meskipun demikian, Menkes Budi menyampaikan mengetahui berapa kenaikan tarif iuran BPJS Kesehatan. (Pon)

#BPJS Kesehatan #Komisi IX DPR #KRIS #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Bagikan