DPR Soroti Keberhasilan Polri Ungkap Sabu-Sabu Hampir 1 Ton Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Mabes Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo saat jumpa pers pengungkapan sabu 1 ton di Banten. Foto: MP/Kanu

Merahputih.com - Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDIP Trimedya Panjaitan menyoroti penangkapan sindikat narkoba jenis sabu jaringan internasional dan mengamankan 821 kg narkotika jenis sabu saat pandemi Corona. Trimedya mengingatkan agar penegakan hukum terhadap pelaku dilaksanakan dengan tegas.

Dalam pemusnahan barang bukti, Polri diminta agar benar-benar memusnahkannya sehingga tak ada yang tersisa dan proses itu semua harus dikawal bersama.

Baca Juga

Sabu 1 Ton yang Diedarkan di Banten Berasal dari Timur Tengah

"Kita harus kawal penegakan hukumannya. Nah, barang bukti yang diterima itu jangan sampai ada yang tidak dimusnahkan. Karena kalau klaimnya Polri Rp410 triliun, kan enggak main-main itu," kata Politikus PDIP itu kepada wartawan, Senin (25/5).

Trimedya menuturkan tak berhenti di penangkapan dua tersangka, Polri juga harus mengungkap lebih jauh kasus tersebut. Sebab, kasus narkotika dari jaringan Timur Tengah tergolong jarang.

"Polri harus bisa mengungkap juga, jaringan orang Pakistan dan Yaman ini, agak surprise ini Timur Tengah jaringannya," jelasnya.

Polisi bongkar sindikat narkoba internasional yang edarkan sabu 1 ton di Indonesia
Kabareskrim Polri Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat jumpa pers pengungkapan kasus 821 kilogram sabu-sabu di Serang, Banten, Sabtu (23/5/2020). (ANTARA/HO/Humas Polda Banten)

Terlebih, sambung Trimedya, godaan kepada personel Polri juga pasti sangat berat. Menurutnya, bukan tidak mungkin ada upaya berdamai yang dilakukan pelaku terhadap personel Polri. Karena secara matematis hukum ekonomi, untuk meyelamatkan benda barang yang segitu mahalnya.

"Bukan menutup kemungkinan pelaku-pelaku itu berupaya melakukan pendekatan terhadap aparat penegak hukum, dalam hal ini Polisi," ungkap Trimedya.

Mantan ketua Komisi III DPR ini bisa mengungkap lebih jauh kasus tersebut, tidak berhenti pada penangkapan dua tersangka saja karena kasus narkotika dari jaringan Timur Tengah tergolong jarang.

Trimedya meminta Kapolri Jenderal Idham Azis memberikan penghargaan kepada anggota Polri yang berhasil mengungkap jaringan narkoba internasional itu, untuk memotivasi anggota Polri yang berprestasi tersebut.

"Patut kita acungi jempol tim yang bertugas itu, dan Kapolri perlu mempertimbangkan memberikan penghargaan kepada mereka. Tentu tidak sedikit waktu tenaga, bahkan mungkin juga biaya yang dikeluarkan untuk mengungkap kasus tersebut," tuturnya.

Baca Juga:

Khawatir Lonjakan Arus Balik, Polisi Perketat Akses Menuju Jakarta

Sebelumnya, Satgasus Bareskrim Mabes Polri menyita barang bukti sabu-sabu seberat 821 kilogram di Jalan Takari, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Banten, Sabtu, 23 Mei 2020.

Pengungkapan sabu-sabu itu dilakukan Satgasus Polri, setelah menangkap 2 tersangka warga negara asing, yakni BA asal Pakistan dan AS asal Yaman. "Walaupun dalam situasi Covid-19 yang membuat kita menjadi sulit di dalam melakukan kegiatan, namun seluruh anggota bekerja maksimal sehingga bisa melakukan pengungkapan 821 kg sabu-sabu," kata Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo. (Knu)

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Meski Kasus Meningkat, Sumatera Barat Tak Akan Perpanjang PSBB
Indonesia
Meski Kasus Meningkat, Sumatera Barat Tak Akan Perpanjang PSBB

Sumbar tidak berencana menerapkan PSBB lagi meski dalam beberapa hari terakhir jumlah kasus COVID-19 mengalami peningkatan.

PPP Desak Pemerintah Cabut Paspor Jozeph Paul Zhang
Indonesia
PPP Desak Pemerintah Cabut Paspor Jozeph Paul Zhang

Arsul Sani mendesak pemerintah mencabut paspor Youtuber terduga tindak pidana penistaan agama Jozeph Paul Zhang.

Tanpa Peran Masyarakat, Larangan Mudik Pemerintah Tak Berarti Apa-apa
Indonesia
Tanpa Peran Masyarakat, Larangan Mudik Pemerintah Tak Berarti Apa-apa

Masyarakat setempat perlu dilibatkan karena mereka mengetahui seluk-beluk jalan tikus di wilayahnya.

Tolak Sidang Online 'IDI Kacung WHO', Jerinx SID Pilih Walk Out
Indonesia
Tolak Sidang Online 'IDI Kacung WHO', Jerinx SID Pilih Walk Out

Jrx SID menyatakan keberatan dan mengaku menolak sidang online karena hak-haknya sebagai warga negara dirampas dan merasa kurang adil.

[HOAKS atau FAKTA]: Catat, Tanggal Ini Ngisi Bensin di SPBU Seluruh Indonesia Bakal Gratis
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Catat, Tanggal Ini Ngisi Bensin di SPBU Seluruh Indonesia Bakal Gratis

Pengguna Facebook Ade Mamoto mengunggah sebuah narasi yang menyatakan bahwa pada tanggal 29-30 Februari 2021, SPBU di seluruh Indonesia akan melayani pengisian gratis bagi pengendara kendaraan bermotor.

Tak Mudah Lakukan Rem Darurat PSBB, Wagub DKI: Upayakan Cari Jalan Terbaik
Indonesia
Pemerintah dan DPR Didesak Masukkan Revisi UU ITE ke Prolegnas Prioritas 2021
Indonesia
Pemerintah dan DPR Didesak Masukkan Revisi UU ITE ke Prolegnas Prioritas 2021

Pemerintah dan DPR dinilai tidak memahami kebutuhan masyarakat terkait regulasi atau aturan hukum.

Ada Kepentingan Parpol di Balik Dukungan kepada Gibran dan Bobby di Pilkada 2020?
Indonesia
Ada Kepentingan Parpol di Balik Dukungan kepada Gibran dan Bobby di Pilkada 2020?

"Bisa saja diantara partai saling memberikan dukungan pada daerah yang memang satu partai membutuhkan partai yang lain," imbuh dia

8.237 Surat Suara Pilwakot Solo Dinyatakan Rusak
Indonesia
8.237 Surat Suara Pilwakot Solo Dinyatakan Rusak

sebanyak 8.237 surat suara dinyatakan rusak tidak layak pakai.

KPK Dalami 14 Perusahaan Terlibat Penyelundupan Benur
Indonesia
KPK Dalami 14 Perusahaan Terlibat Penyelundupan Benur

KPK mendalami 14 perusahaan yang diduga terlibat penyelundupan benih lobster atau benur dalam kurun waktu 15 September 2020.