DPR Setujui Penjualan 2 Eks KRI, Segini Taksiran Nilainya Menhan Prabowo Subianto (kanan) memberikan cendera mata berupa keris kepada AM Hendropriyono. (Foto: MP/Kemenhan)

MerahPutih.com - Komisi I DPR RI menyetujui rencana Kementerian Pertahanan (Kemenhan) menjual dua Kapal Perang Republik Indonesia (KRI). Dua kapal dijual karena dinilai sudah tak layak pakai yakni KRI Teluk Mandar 514 dan KRI Teluk Penyu 513.

Persetujuan tersebut diputuskan dalam rapat kerja komisi I DPR bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan KSAL Laksamana TNI Yudo Margono di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/1).

Baca Juga

WNI Diduga Disandera di Kapal Kargo UEA, Pemerintah Didesak Segera Bertindak

Ketua Komisi I DPR, Meutya Hafid mengatakan, setelah mendengarkan penjelasan dari Prabowo, pihaknya menyetujui penjualan dua KRI tersebut.

"Komisi I DPR RI memutuskan menyetujui usulan penjualan kapal eks KRI Teluk Bandar 514 dan KRI Teluk Penyu 513 pada Kementerian Pertahanan sesuai dengan Surpres nomor R sekian sekian, perihal permohonan persetujuan penjualan barang milik negara berupa kapal eks KRI Teluk Mandar 514 dan KRI 513 pada Kementerian Pertahanan dan dijalankan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku," kata Meutya membacakan keputusan rapat.

Di kesempatan sama, Prabowo mengatakan pihaknya senang mendapat dukungan politik dari DPR terkait penjualan kapal tersebut. Dia juga berterima kasih karena kementerian terkait membantu rencana Kemhan menjual kapal.

"Kemudian kami juga harus melaporkan bahwa Menkeu dan Kemenkeu juga telah membantu dan telah mendukung rencana ini. Jadi memang kami harus akui bahwa Menkeu kita sangat pruden sangat hati-hati," kata Prabowo.

Baca Juga

Pemilik Kapal Tenggelam di Perairan Malaysia Diduga Bos Penampungan TKI Ilegal

Sebelumnya, Prabowo mengatakan dua eks kapal perang Indonesia KRI Teluk Penyu 513 dan Teluk Mandar 514 umurnya sudah terlalu tua untuk tetap digunakan oleh TNI AL. KRI Teluk Penyu 513 buatan Korea tahun 1980 sedangkan KRI Teluk Mandar 514 buatan Korea tahun 1980.

Menurut Prabowo, berdasarkan hasil dari penelitian yang dilakukan TNI AL, KRI Teluk Penyu 513 dan KRI Teluk Mandar 514 sudah tidak layak untuk beroperasi lantaran banyak pipa yang keropos.

Bahkan kata Ketum Partai Gerindra ini, kondisi permesinan, kelistrikan dan peralatan navigasi dua kapal tersebut sudah tidak bisa digunakan. Sehingga menurut dia, kerusakan tersebut tidak efisien untuk bisa diperbaiki.

Prabowo membeberkan, untuk KRI Teluk Penyu 513 rencananya akan dilelang dengan harga Rp 4,91 miliar. Sementara untuk KRI Teluk Mandar 514 nilai limit jual atau lelangnya sebesar Rp 695 juta dengan nilai perolehan Rp 121,90 miliar. (Pon)

Baca Juga

19 Jenazah Korban Kapal Tenggelam di Malaysia Sudah Dipulangkan ke Indonesia

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Anies Ubah Nama Jalan, Dukcapil DKI Buka Layanan Perubahan Data Kependudukan
Indonesia
Anies Ubah Nama Jalan, Dukcapil DKI Buka Layanan Perubahan Data Kependudukan

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta mulai pekan depan akan membuka layanan perubahan data kependudukan bagi mereka yang alamatnya diganti.

Pemerintah Siapkan Rp 8,8 Triliun untuk BLT Pekerja Gaji di Bawah Rp 3,5 Juta
Indonesia
Pemerintah Siapkan Rp 8,8 Triliun untuk BLT Pekerja Gaji di Bawah Rp 3,5 Juta

Ada program baru yang diarahkan bapak Presiden yaitu bantuan subsidi upah untuk gaji di bawah Rp 3,5 juta, besarnya Rp 1 juta per penerima, dan sasarannya 8,8 juta pekerja, dan kebutuhan anggaran Rp 8,8 triliun

Retak Hubungan Malaysia dan Indonesia Cukup Terjadi di Masa Lalu
Indonesia
Retak Hubungan Malaysia dan Indonesia Cukup Terjadi di Masa Lalu

Mahathir mendesak Malaysia mengklaim Singapura dan Kepulauan Riau, Indonesia, sebagai bagian dari wilayah mereka.

DInkes DKI Minta Masyarakat Tidak Pilih-Pilih Vaksin Booster
Indonesia
DInkes DKI Minta Masyarakat Tidak Pilih-Pilih Vaksin Booster

Untuk itu, bagi seluruh masyarakat Jakarta, mari manfaatkan kesempatan dan ketersediaan vaksin saat ini

Vaksinasi Capai 58 Persen, Penambahan COVID-19 628 Kasus
Indonesia
Vaksinasi Capai 58 Persen, Penambahan COVID-19 628 Kasus

Jumlah kasus COVID-19 di Indonesia kini mencapai 4.246.802.

Satpol PP Solo Bubarkan Nobar Persis Vs Persijap
Indonesia
Satpol PP Solo Bubarkan Nobar Persis Vs Persijap

Satpol PP Solo membubarkan acara nonton bareng Liga 2 Persis Solo vs Persijap Jepara yang diadakan salah satu warung makan, Selasa (5/10) malam.

GoTo Mulai Lakukan Penawaran Umum Perdana Rp 316 sampai Rp 346 Per Saham
Indonesia
GoTo Mulai Lakukan Penawaran Umum Perdana Rp 316 sampai Rp 346 Per Saham

GoTo menawarkan 48 miliar saham baru Seri A dengan kemungkinan ditingkatkan sampai dengan 52 miliar saham baru dan mewakili hingga 4,35 persen dari modal ditempatkan.

Masyarakat Diminta Waspadai Lowongan Kerja Pinjaman Online Ilegal
Indonesia
Masyarakat Diminta Waspadai Lowongan Kerja Pinjaman Online Ilegal

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Daerah Istimewa Yogyakarta (Disnakertrans DIY) meminta masyarakat mewaspadai lowongan pekerjaan yang ditawarkan perusahaan pinjaman online ilegal.

PSI Siap Melawan Kader di PN Jakarta Pusat
Indonesia
PSI Siap Melawan Kader di PN Jakarta Pusat

Tudingan penggelembungan dana reses, menurut Viani Limardi adalah bentuk fitnah yang tidak bisa dibiarkan.

Kejati DKI Naikkan Kasus Dugaan Korupsi PT PGAS Solution ke Penyidikan
Indonesia
Kejati DKI Naikkan Kasus Dugaan Korupsi PT PGAS Solution ke Penyidikan

"Kejati DKI meningkatkan status penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi pada PT PGAS Solution dalam pembelian dan sewa alat pembuatan sumur Geothermal di Sabang Aceh pada 2018 ke penyidikan," ucap Kasipenkum Kejati DKI Jakarta Ashari Syam