DPR-Pemerintah 'Ketuk Palu' RUU Ciptaker, Pengamat: Sudah Diduga dari Awal Ilustrasi rapat EPR (dpr.go.id)

Merahputih.com - Diam-diam Badan Legislasi (Baleg) DPR dengan pemerintah telah menyepakati Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja pada Sabtu (3/10) kemarin malam. Untuk disetujui menjadi Undang-undang DPR akan gelar rapat paripurna.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, Ujang Komaruddin mengaku sedari awal DPR dan pemerintah akan menyetujui RUU Cipta Kerja menjadi UU. Bahkan ia tak heran jika DPR dan pemerintah secara senyap menyetujui RUU tersebut.

Baca Juga

KSPI: Omnibus Law Kurangi Kesejahteraan dan Rusak Buruh

"Sudah diduga dari awal. Walaupun buruh kecewa dan menolak, DPR dan Pemerintah ketuk palu," kata Ujang kepada Merahputih.com, Minggu (4/10).

Menurutnya, saat ini Legislatif dan pemerintah sudah tidak pro terhadap rakyat dengan memuluskan RUU Cipta Kerja itu. Sebab langkah pemerintah ini sangat merugikan kaum buruh dan menguntungkan pengusaha.

"Bukan berjuang untuk buruh dan rakyat, tapi lebih mendukung kaum pemilik modal," jelas dia.

Ilustrasi Demo Buruh menolak RUU Ciptaker (Foto: MerahPutih/Widi Hatmoko)

Sehingga, akan aneh jika DPR menggagalkan RUU Cipta Kerja. "Maka aneh jika DPR dan Pemerintah menggagalkan RUU Omnibus Law. Pasti mereka sahkan," ungkap dia.

Ada satu tahap lagi RUU Cipta Kerja menjadi UU, dengan begitu menurut dia, sekuat apapun penolakan RUU Cipta Kerja dan bahkan melakukan aksi besar-besaran DPR dan pemerintah tetap akan mengesahkan menjadi Undang-undang.

Baca Juga

HMI Minta Omnibus Law Disahkan

Hal itu, berkaca pada peristiwa Revisi UU KPK besarnya aksi masa dari masyarakat dan mahasiswa tak merubah niatan pembatalan Revisi UU KPK itu dan sekarang sudah disahkan.

"Sepertinya mereka tetap akan ketok palu. Walaupun banyak yang akan demo. Lihat Revisi UU KPK. Banyak yang demo pun diketok palu," tutupnya. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Dinkes Mimika Nyatakan Tidak Ada Klaster PON
Indonesia
Dinkes Mimika Nyatakan Tidak Ada Klaster PON

Dinas Kesehatan Mimika memastikan tidak ada klaster COVID-19 di Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua, meski ada temuan sejumlah kasus positif.

TNI Rampungkan 2 Jembatan di NTT Yang Rusak Akibat Siklon Seroja
Indonesia
TNI Rampungkan 2 Jembatan di NTT Yang Rusak Akibat Siklon Seroja

TNI Angkatan Darat terus memaksimalkan penanggulangan bencana agar aktivitas ekonomi wilayah Adonara agar bisa kembali seperti sediakala.

Disdikpora Gunung Kidul Distribusikan Ribuan Laptop ke SD dan SMP
Indonesia
Disdikpora Gunung Kidul Distribusikan Ribuan Laptop ke SD dan SMP

Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta membagikan ribuan laptop ke sekolah dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Listrik di Sulbar Diklaim Sudah Pulih
Indonesia
Listrik di Sulbar Diklaim Sudah Pulih

Seluruh gardu terdampak gempa Sulbar telah kembali menyala. Secara umum, kelistrikan Sulbar sebagian besar telah selesai sejak Rabu (20/1). Termasuk di daerah terisolir.

Berantas Preman, Kapolri Sesumbar Layanan Pengaduan 110 Aktif 24 Jam
Indonesia
Berantas Preman, Kapolri Sesumbar Layanan Pengaduan 110 Aktif 24 Jam

Sigit juga meminta kepada jajarannya untuk merilis setiap penangkapan preman

Kemenangan Joe Biden Dinilai Lebih Menguntungkan Indonesia
Indonesia
Kemenangan Joe Biden Dinilai Lebih Menguntungkan Indonesia

Peneliti Institute Institute for Development on Economics and Finance (Indef), Zulfikar Rakhmat mengatakan, peluang kerja sama internasional yang menguntungkan kedua belah pihak, baik AS maupun negara lain, akan terbuka jika Joe Biden memenangi kontes demokrasi tersebut.

Vaksinasi Corona Tahap Kedua, Solo Terima 70.000 Dosis
Indonesia
Vaksinasi Corona Tahap Kedua, Solo Terima 70.000 Dosis

Vaksinasi tahap kedua, lanjut dia, dilakukan secara bertahap di 38 fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes).

Wali Kota Bandung Perintahkan Penyekatan Pemudik Dilakukan Secara Humanis
Indonesia
Wali Kota Bandung Perintahkan Penyekatan Pemudik Dilakukan Secara Humanis

Masyarakat Kota Bandung untuk lebih bijak beraktivitas. Mengingat potensi transmisi virus corona kini tengah meningkat seiring tingginya mobilitas masyarakat.

Tertutup Soal Hasil COVID-19, Rizieq Dinilai Korbankan Umat
Indonesia
Tertutup Soal Hasil COVID-19, Rizieq Dinilai Korbankan Umat

Sikap pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab yang tertutup soal riwayat kesehatannya menuai kritikan.

Delapan Fraksi DPRD Walk Out saat PSI Sampaikan Pandangan Umum
Indonesia
Delapan Fraksi DPRD Walk Out saat PSI Sampaikan Pandangan Umum

Aksi walk out itu terjadi saat Ketua Fraksi PSI Idris Ahmad baru akan menyampaikan pandangan.