DPR Pastikan Provinsi Papua Selatan Bakal Dibangun Peta wilayah Papua. (Foto: Google Maps)

MerahPutih.com - Anggota Komisi II DPR Komaruddin Watubun menyatakan, Papua Selatan bersiap untuk dijadikan propinsi baru di wilayah Papua.

Komaruddin mengatakan, RDP ini bentuk aspirasi dari teman-teman Papua Selatan untuk pemekaran, lantaran beberapa waktu lalu Presiden Jokowi dan Mendagri Tito Karnavian merespons pemekaran sebagai salah satu solusi terhadap penyelesaian konflik Papua.

Baca Juga:

Papua Aman dari Ancaman Teror saat HUT OPM, Kinerja BIN Diapresiasi

“Ada Kabupaten Asmat, Boven Digul, Merauke, dan Mappi. Mereka menyampaikan aspirasi karena beberapa waktu lalu Presiden Jokowi dan Mendagri merespons pemekaran sebagai salah satu solusi terhadap penyelesaian konflik Papua,” katanya kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Rabu (11/12).

Anggota Komisi II DPR Komaruddin Watubun. (Foto: MP/Kanugrahan)
Anggota Komisi II DPR Komaruddin Watubun. (Foto: MP/Kanugrahan)

Komaruddin mengungkapkan, ibu kota dari Propinsi Papua Selatan nantinya adalah Merauke.

“Merauke sangat siap. Bandaranya mau Boeing berapa pun siap mendarat di sana. Antonov Rusia pun bisa mendarat di sana. Merauke itu kan daerah datar bukan daerah pegunungan. Jutaan hektare luasnya,” ucapnya.

Kader PDIP ini mengungkapkan, sebenarnya masyarakat Papua Selatan sudah 10 tahun lebih berjuang untuk pembentukan provinsi baru.

“Tapi kemarin waktu sedikit rusuh di Wamena muncul pernyataan resmi Presiden dan Mendagri bahwa ada rencana memekarkan Papua menjadi beberapa propinsi,” ujarnya.

Komaruddin menjelaskan, saat ini sudah ada tiga daerah di Papua yang telah menyatakan diri siap untuk berpisah dari Propinsi Papua.

“Yang sudah masuk di Komisi II DPR RI ini ada Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan, lalu Tabi, ada empat,” urainya.

Baca Juga:

Amien Rais: Sumber Alam Papua Tak Dinikmati Orang Asli Papua

Politisi asal Papua tersebut menegaskan, sebenarnya Papua Selatan itu lebih siap dibandingkan dengan Papua Tengah maupun Papua Pegunungan.

Papua bagian selatan. (Foto: Google Maps)
Papua bagian selatan. (Foto: Google Maps)

“Hanya karena reformasi ini terbuka pemekaran-pemekaran. Merauke dimekarkan menjadi Asmat, Boven Digul, Mappi, dan Merauke sendiri,” terangnya.

Komaruddin menuturkan, Komisi II DPR RI semua fraksi sudah merespons positif tinggal pemerintah yang mewujudkannya.

“Peraturan baru yang kita rancang ibu kota propinsi otomatis jadi kota. Jadi dari segi persyaratan sebetulnya sudah siap. Papua Selatan sendiri berbatasan langsung dengan Papua Nugini dan Australia jadi dari letak geostrategisnya sangat baik,” tuturnya. (Knu)

Baca Juga:

Komnas HAM Papua: Ada 154 Pengaduan Sepanjang Tahun 2019


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH