DPR, Mendes, dan Mentri ESDM Raih Penghargaan Indonesia Digital Initiative Awards (IDIA) 2019 Penghargaan Indonesia Digital Initiative Awards (IDIA) 2019. (MP/Kanugrahan)

Merahputih.com- Ketua DPR Bambang Soesatyo meraih penghargaan Indonesia Digital Initiative Awards (IDIA) 2019. Selain itu, ada juga dua menteri yakni Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignatius Jonan. Ketiganya dinilai berperan penting mendorong terciptanya penggunaan teknologi informasi dengan baik di lembaganya masing-masing.

Dewan Juri yang merupakan Pakar IT Rubby Alamsyah mengatakan, penghargaan ini diberikan kepada Menteri dan Ketua lembaga legislatif yang dinilai berhasil melakukan dan mendorong penerapan inovasi teknologi informasi untuk mendorong terlaksananya good governance dan pelayanan publik yang baik.

Baca Juga:

Berapa Sih Harga Penerapan Teknologi VAR? Kok Menpora Kaget

"Ada 3 kategori dalam Indonesia Digital Initiative Awards 2019, yakni Kategori Pelayanan Informasi Publik diberikan untuk website terbaik dan inovatif, Kategori Aplikasi terbaik dan inovatif, serta Kategori Media Sosial terbaik untuk komunikasi dan layanan publik," ujar Rubby dalam keterangannya, Sabtu (21/9).

Penghargaan Indonesia Digital Initiative Awards (IDIA) 2019. (MP/Kanugrahan)
Penghargaan Indonesia Digital Initiative Awards (IDIA) 2019. (MP/Kanugrahan)

Bamsoet sebagai inisiator aplikasi DPR NOW, mengatakan teknologi informasi untuk mendekatkan DPR RI dengan rakyat. Konsep besar 'DPR dalam Genggaman Rakyat' melalui berbagai fitur futuristik yang terdapat dalam aplikasi DPR NOW, membuat DPR RI menjadi open parliament pertama dunia yang menyediakan informasi hasil rapat, pengaduan masyarakat, sampai live streaming berbagai kegiatan secara real time and real live.

"Kuncinya, ide dan gagasan tak boleh dimatikan. Dari ide dan gagasan itulah, saya mendorong DPR RI melahirkan aplikasi DPR NOW, yang kini bisa diunduh di smartphone siapapun. Kapanpun dan dimanapun, semua orang bisa memantau aktifitas DPR RI melalui aplikasi DPR NOW tersebut. Menjadikan DPR RI bukan hanya sebagai parlemen terbuka, melainkan juga sebagai parlemen yang berani buka-bukaan," ujar Bamsoet saat menerima penghargaan tersebut.

Bamsoet menjelaskan, selain aplikasi DPR NOW, DPR RI juga memiliki tiga aplikasi kekinian lainnya yang juga dapat di-download di smartphone.

Yakni aplikasi DPR RI, DPR e-Library, dan DPR PPID. Tak hanya itu, website DPR RI yang bisa diakses melalui www.dpr.go.id maupun berbagai aplikasi media sosial di intagram, twitter, facebook, dan youtube dengan akun DPR RI juga dikemas dengan tampilan yang menarik sehingga tak terkesan kaku dan membuat masyarakat nyaman dalam mengaksesnya.

"Sebagai lembaga perwakilan, Humas DPR RI juga seringkali mendapat berbagai penghargaan," kata Bamsoet yang dikenal hobi mengoleksi mobil mewah ini.

Yang terbaru adalah Bronze Award untuk Kategori Government Public Relation dari ajang Public Relation Indonesia Award (PRIA) 2019, serta sebelumnya Indonesia Community Engagement (ICE) Award 2018 dalam kategori partisipasi pembangunan.

Dengan berbagai penghargaan tersebut, kedepannya DPR RI tentu harus semakin meningkatkan kualitas kinerja.

"Jangan sampai justru malah jalan ditempat atau bahkan mengalami kemunduran," tutur politikus yang juga calon ketum Golkar ini.

Dari penilaian tim juri terhadap kualitas penggunaan teknologi informasi di 33 kementerian dan 3 lembaga legislatif, kata Rubby, terpilih Kemendes PDTT meraih penghargaan untuk kategori website terbaik dan Kementerian ESDM meraih penghargaan untuk kategori media sosial terbaik.

Baca Juga:

Yuk, Pakai Bahasa Indonesia untuk Istilah Teknologi Ini

"Sementara DPR RI meraih penghargaan untuk kategori aplikasi terbaik," ungkap Rubby.

Sementara Juri lain Aubert Reginald dari Maven Digital Asia menuturkan penilaian IDIA 2019 dilakukan berdasarkan empat variabel untuk menentukan website, aplikasi dan media sosial terbaik. Keempat variabel tersebut adalah kualitas tampilan dan branding, substansi konten, aktifitas dan user experiance.

"Keempat varibel tersebut menjadi dasar untuk menilai semua website, aplikasi dan media sosial yang dimiliki semua kementrian dan lembaga parlemen," tutur Aubert.

Selain Rubby dan Aubert, dewan juri juga terdiri dari Agus Sudibyo dari Dewan Pers, J. Osdar (Mantan Wartawan Kompas), dan Lucius Karus dari Formappi. Sementara penyelenggara IDIA 2019 adalah Kementerian Komunikasi dan Informatika, Digital Indonesia, Circle Communication dan Maven Digital Asia. (Knu)

Baca Juga:

Mengenal Fly By Wire, Teknologi Penerbangan BJ Habibie


Tags Artikel Ini

Zaimul Haq Elfan Habib

LAINNYA DARI MERAH PUTIH