DPR Kritisi Penangkapan Jurnalis saat Meliput Aksi Demo UU Cipta Kerja Politikus PDI Perjuangan Adian Napitupulu di sela diskusi "Ada Apa Dengan Wahyu Setiawan", di Jakarta, Minggu (19/1/2020). Foto: MP/Ponco Sulaksono

MerahPutih.com - Kasus dugaan pengamanan terhadap beberapa jurnalis saat demo menolak UU Cipta Kerja menuai polemik.

Anggota DPR Komisi VII dari Fraksi PDIP, Adian Napitupulu mendatangi Polda Metro Jaya ingin memastikan penangkapan para pendemo yang dilakukan kepolisian sudah sesuai dengan prosedur.

"Saya harus memastikan bahwa semua prosedur berjalan dengan baik, proses penahanan, pengamanan, interogasi, dan sebagainya harus sesuai prosedur hukum," kata Adian kepada wartawan di Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Jumat (9/10).

Baca Juga

Demo Tolak UU Cipta Kerja Ricuh, Muhadjir: Tak Puas Silahkan Ajukan Judicial Review

Adian juga ingin memastikan seluruh pendemo diberi pendampingan hukum dan terjamin protokol kesehatannya. Menurutnya, protokol itu sudah dilakukan.

"Saya juga harus pastikan semua yang diproses harus didampingi kuasa hukumnya. Lalu, karena ini situasi COVID, ini harus pastikan juga di dalam situ semua di-rapid atau tidak," ucapnya.

Dia meminta polisi menghargai hak-hak para pendemo. "Kita belum lihat semua, tapi paling tidak kehadiran saya ini menyampaikan pesan bahwa kita DPR akan memperhatikan proses ini. Artinya, sebagai tugas kita mengawasi pemerintahan, harusnya hal itu bisa dilakukan lebih baik," ujar Adian yang mengenakan kemeja putih ini.

Ribuan massa aksi yang menolak pengesahan Undang-undang Cipta Kerja rusuh saat menyampaikan aspirasinya di jalan M.H Thamrin, Jakarta, Kamis, (8/10/2020). Kerusuhan terjadi setelah massa aksi tidak terima dibubarkan pihak Kepolisian karena bertindah anarkistis. Puluhan personil Brimob POLRI dengan kendaraan taktis dan water canon mendorong mundur massa untuk membubarkan diri. Merahputih.com / Rizki Fitrianto
Ribuan massa aksi yang menolak pengesahan Undang-undang Cipta Kerja rusuh saat menyampaikan aspirasinya di jalan M.H Thamrin, Jakarta, Kamis, (8/10/2020). Kerusuhan terjadi setelah massa aksi tidak terima dibubarkan pihak Kepolisian karena bertindah anarkistis. Puluhan personil Brimob POLRI dengan kendaraan taktis dan water canon mendorong mundur massa untuk membubarkan diri. Merahputih.com / Rizki Fitrianto

Namun, mantan aktivis 1998 itu menyayangkan lantaran mendapatkan kabar adanya tindakan represif kepolisian yang berlebihan, salah satunya kepada jurnalis peliput demo. Dia meminta ini tidak terulang kembali.

"Nah, itu yang harus dipastikan, situasi di lapangan ini kadang kala sulit untuk mengkonfrontir profesi dan sebagainya. Nah, menurut saya, berikutnya ini tak boleh terulang," imbuhnya.

Adian turut menemui Ponco Sulaksono jurnalis Merahputih.com yang ditangkap aparat kepolisian saat meliput demo. Dia berharap tindakan penangkapan terhadap jurnalis saat tengah meliputi demo tidak lagi terulang untuk kedepannya.

"Situasi lapangan seperti ini kan kadang kala sulit untuk mengkonfrontir profesi dan sebagainya. Menurut saya hal-hal seperti ini berikutnya tidak boleh terulang," ujarnya.

Lebih lanjut, politisi PDI Perjuangan (PDI-P) itu menyarankan kepada jurnalis atau massa aksi yang menjadi korban tindakan represifitas aparat agar menempuh melalui mekanisme hukum yang tersedia.

Baca Juga

PWJ Desak Kapolri Seret Polisi Lakukan Kekerasan terhadap Jurnalis

"Kalau kemudian misalnya terbukti ada unsur kekerasan dan sebagainya bisa saja diproses, banyak cara. Tapi menurut saya itu proses nanti ya tergantung temen-temen apakah harus dilanjutkan dan sebagainya," katanya.

"Kapasitas kedatangan saya cuma mau memastikan saja agar semua berjalan sesuai prosedur KUHAP." pungkasnya. (Knu)

Sistem Kemitraan Perkuat UMKM
Indonesia
Kandas Perlawanan Penolakan UU Cipta Kerja
Indonesia
Sistem Kemitraan Perkuat UMKM
Indonesia
Kandas Perlawanan Penolakan UU Cipta Kerja
Indonesia
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Bendera Merah Putih Sepanjang 1.000 Meter akan Dikibarkan di Puncak Gunung Penanggungan
Indonesia
Bendera Merah Putih Sepanjang 1.000 Meter akan Dikibarkan di Puncak Gunung Penanggungan

Acara pengibaran bendera itu akan dilangsungkan tepat di Hari Kemerdekaan ke-75 Republik Indonesia pada Senin (17/8).

Anies Klaim Jakarta Paling Optimal Manfaatkan APBD
Indonesia
Anies Klaim Jakarta Paling Optimal Manfaatkan APBD

Jakarta menjadi daerah yang paling baik memanfaatkan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) di tengah pandemi COVID-19.

COVID-19 DKI, Penambahan Kasus Baru Hari Ini Capai 1.237 Jiwa
Indonesia
COVID-19 DKI, Penambahan Kasus Baru Hari Ini Capai 1.237 Jiwa

Dengan positivity rate 9,2 persen, penambahan kasus positif hari ini sebanyak 1.237 jiwa.

50 Pasukan Oranye Pulau Harapan Jalani Rapid Test
Indonesia
50 Pasukan Oranye Pulau Harapan Jalani Rapid Test

Pelaksanaan rapid test ini dilakukan bekerja sama dengan petugas medis Puskesmas kelurahan.

Luhut Tawarkan Pulau Sarangan Bali Jadi Pusat Riset ke Jepang
Indonesia
Luhut Tawarkan Pulau Sarangan Bali Jadi Pusat Riset ke Jepang

Indonesia dapat memanfaatkan nilai dan budaya riset Jepang jika nantinya kerja sama dengan Universitas Tokyo resmi disepakati.

Berkas Lengkap, Irjen Napoleon Bonaparte Ditahan Bareskrim
Indonesia
Berkas Lengkap, Irjen Napoleon Bonaparte Ditahan Bareskrim

Bareskrim menangkap Kadiv Hub Inter Polri Irjen Napoleon Bonaparte dan pengusaha Tommy Sumardi.

KPK Sita Dokumen Proyek Kabupaten Indramayu dari Kantor DPRD Jabar
Indonesia
KPK Sita Dokumen Proyek Kabupaten Indramayu dari Kantor DPRD Jabar

Ali mengatakan, tim penyidik mengamankan barang bukti sejumlah dokumen penganggaran yang terkait kasus tersebut.

130 Ribu Hoaks Corona Beredar di Masyarakat, 17 Pelaku Ditahan
Indonesia
130 Ribu Hoaks Corona Beredar di Masyarakat, 17 Pelaku Ditahan

sebanyak 130.680 kasus sedang diselidiki.

Bupati Tangerang: Bantuan JHL Group Meningkatkan Motivasi Warga dan Tenaga Medis di Wilayahnya
Indonesia
Bupati Tangerang: Bantuan JHL Group Meningkatkan Motivasi Warga dan Tenaga Medis di Wilayahnya

Saya pribadi atas nama Kabupaten Tangerang terima kasih sekali atas bantuan yang diberikan JHL Group dan Bapak Jerry Hermawan Lo

Camat Kelapa Gading Meninggal Dunia Akibat COVID-19
Indonesia
Camat Kelapa Gading Meninggal Dunia Akibat COVID-19

Yudi memastikan Camat Kelapa Gading meninggal dunia karena terpapar COVID-19.