DPR Kritik Rencana Hilangnya Lowongan CPNS Guru Simulasi belajar tatap muka. (Foto: Antara).

MerahPutih.com - Pemerintah diminta memberikan penjelasan detail terkait rencana dihilangkannya formasi guru dalam rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2021. Padahal, berdasarkan proyeksi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), guru pensiun pada tahun 2021-2025 mencapai 316.535 orang.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul FIkri Faqih menilai, kebijakan yang dijadikan alternatif pemerintah menyelesaikan persoalan kebutuhan guru melalui rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) juga belum jelas.

Baca Juga:

2021 Pemerintah Rekrut 1 Juta CPNS

Ia menegaskan, rekrutmen P3K guru sebelumnya, sudah membuat trauma para guru yang dijanjikan karena yang sudah diterima lulus tes, faktanya sudah 1 tahun lebih belum terima SK.

Fikri menegaskan, pengumuman Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) terkiat kebutuhan 960 ribu guru, lalu disambut pengumuman Kemenpan RB yang hendak merekrut 1 juta ASN, belum jelas formulasinya.

"Pemerintah pusat harus punya formulasi yang jelas sehingga bisa ditindaklanjuti oleh daerah, karena formasi itu juga harus diusulkan oleh Pemda sesuai kewenangannya," ujarnya.

Dia mencontohkan soal rekrutmen P3K khususnya dari honorer K2 yang telah diterima 34.000 orang, ternyata Pemda hanya mengusulkan 31.000 saja, sehingga itu formasi yang disediakan oleh Kemenpan RB.

Fikri mendesak adanya komunikasi intens antara Kemendikbud, Kemenpan RB, Kemenkeu dan Badan Kepegawaian Negara sehingga akan muncul formasi ideal yang realistis sesuai kemampuan keuangan negara dalam rekrutmen guru.

Politisi PKS itu mengingatkan terkait rekomendasi Komisi X DPR RI untuk mengatasi problematika tentang guru yaitu harus memiliki kejelasan status, kejelasan kesejahteraan dan kejelasan jaminan sosialnya, lalu berbicara tentang mutu guru ke depan harus memiliki kompetensi dan kemampuan apa saja.

Sebelumnya Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana menjelaskan pada 2021 pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta BKN hanya berencana membuka 1 juta formasi guru berstatus pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

Guru tengah mengajar. (Foto: Kemendikbud).
Guru tengah mengajar. (Foto: Kemendikbud).

"Kami sepakat bahwa untuk guru itu akan beralih menjadi PPPK. Jadi bukan (penerimaan) CPNS lagi. Ke depan mungkin kami tidak akan menerima guru dengan status CPNS, tapi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja," ujar Bima dalam konferensi pers secara daring di Jakarta, Selasa (29/12).

Bima mengatakan selama 20 tahun terakhir telah terjadi ketidakseimbangan sistem distribusi guru antardaerah secara nasional karena pemerintah membuka formasi guru untuk seleksi CPNS.

"Karena apa? Karena kalau PNS, setelah mereka bertugas empat sampai lima tahun, biasanya mereka ingin pindah lokasi dan itu menghancurkan kemudian sistem distribusi guru secara nasional," katanya. (Pon)

Baca Juga:

Tidak Ada Batasan, Seluruh Guru Honorer Bisa Ikut Tes Jadi Pegawai Kontrak

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Masjid di Pacitan Hanyut ke Tengah Laut Berhasil Dievakuasi
Indonesia
Masjid di Pacitan Hanyut ke Tengah Laut Berhasil Dievakuasi

Masjid Apung Pantai Panceer Door, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, berhasil ditarik ke bibir pantai karena sebelumnya terseret banjir dan arus Sungai Grindulu hingga hanyut ke tengah lautan.

Makin Memprihatinkan, Jumlah Kasus COVID-19 Lampaui 600 Ribu
Indonesia
Makin Memprihatinkan, Jumlah Kasus COVID-19 Lampaui 600 Ribu

Satgas COVID-19 melaporkan bahwa penularan virus corona di masyarakat masih tinggi.

Kasus COVID-19 Terus Naik, Pemkot Surabaya Kembali Gelar PSBB
Indonesia
Kasus COVID-19 Terus Naik, Pemkot Surabaya Kembali Gelar PSBB

Hal ini disebabkan kurangnya kesadaran masyarakat Surabaya mengikuti Protokol Kesehatan.

BMKG Jelaskan Penyebab Terjadinya Cuaca Ekstrem di Indonesia
Indonesia
BMKG Jelaskan Penyebab Terjadinya Cuaca Ekstrem di Indonesia

Rita memaparkan, ada beberapa fenomena alam yang terjadi bersamaan dan memicu terjadinya cuaca ekstrem ini.

Ngabalin 'Pede' Saat Dites Corona
Indonesia
Ngabalin 'Pede' Saat Dites Corona

Ngabalin mengaku pernah bertemu dengan Budi Karya Sumadi

Antisipasi Penyebaran COVID-19, PT KAI Daop 3 Cirebon Terapkan Social Distancing
Indonesia
Antisipasi Penyebaran COVID-19, PT KAI Daop 3 Cirebon Terapkan Social Distancing

PT KAI menyampaikan permohonan maaf kepada para penumpang

Mendagri Australia Positif Virus Corona
Indonesia
Mendagri Australia Positif Virus Corona

Mendagri mengatakan hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan bahwa ia positif tertular virus corona (COVID-19).

Mensos Keciduk KPK, Bansos COVID-19 Diganti Uang Tunai Rp300 Ribu
Indonesia
Mensos Keciduk KPK, Bansos COVID-19 Diganti Uang Tunai Rp300 Ribu

BLT Rp300 ribu itu akan dialokasikan ke warga yang terdampak COVID-19

Muhadjir Minta Masyarakat Nikmati Protokol Kesehatan, Jangan Dianggap Beban
Indonesia
Muhadjir Minta Masyarakat Nikmati Protokol Kesehatan, Jangan Dianggap Beban

Peraturan daerah (Perda) perlu dibuat serta melibatkan aparat baik TNI, Polri maupun Satuan Polisi Pamong Praja

Keluarga Ungkap Penyebab Meninggalnya Saksi Penting Kasus Edhy Prabowo
Indonesia
Keluarga Ungkap Penyebab Meninggalnya Saksi Penting Kasus Edhy Prabowo

Perwakilan keluarga menjelaskan bahwa Deden meninggal pada Kamis (31/12) pukul 16.35 di Rumah Sakit Ciputra Tangerang setelah dirawat sejak 19 Desember 2020.