DPR Kecam Teror Diskusi UGM Herman Herry. ANTARA/www.dpr.go.id/pri (www.dpr.go.id)

MerahPutih.com - Ketua Komisi III DPR, Herman Hery mengencam tindakam pengancaman terhadap panitia kegiatan diskusi mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta diusut tuntas.

Politisi asal Nusa Tenggara Timur (NTT) itu tak setuju dengan adanya anggapan bahwa diskusi tersebut mengarah pada isu makar.

Baca Juga

Aparat Didesak Tangkap Pelaku Teror Diskusi 'Pemberhentian Presiden'

"Saya pribadi melihat isu yang dibahas dalam webinar tersebut tidak mengarah pada isu makar," kata Herman kepada wartawan, Selasa (2/6).

Herman mengingatkan bahwa kebebasan berpendapat dan berdiskusi merupakan hak yang dijamin oleh UU selama memang tidak melanggar ketertiban sosial.

"Apalagi, diskusi oleh mahasiswa UGM ini digelar dalam forum akademis," terang politikus yang sudah menjadi anggota DPR selama empat periode tersebut.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto dalam jumpa pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB di Jakarta (ANTARA/HO-www.covid19.go.id)
Acara diskusi di UGM. Foto: Net

Herman berharap publik menahan diri dan tidak terpengaruh berbagai kesimpangsiuran terkait kasus ini.

"Tahan diri sampai didapat kejelasan mengenai pelaku dan motifnya;" terangnya

Herman Herry, mendesak Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta, Irjen Asep Suhendar, mengusut tuntas dugaan intimidasi tersebut.

"Saya mengecam bila memang terjadi tindak intimidasi dan pengancaman terhadap panitia dan narasumber diskusi di UGM seperti yang beberapa hari terakhir ramai dibicarakan publik dan di media sosial," sebut Herman

Herman mengingatkan kepolisian bahwa kebebasan berpendapat dijamin oleh undang-undang. Dia meminta kepolisian memastikan keselamatan para pihak yang menerima teror.

"Selain itu, aparat kepolisian juga harus memastikan keselamatan para pihak yang diteror. Saya harap kepolisian serius melakukan penyelidikan dan penindakan agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi di era demokrasi seperti sekarang," kata politikus PDIP itu.

Sebelumnya diberitakan, diskusi virtual bertema 'Persoalan Pemecatan Presiden di Tengah Pandemi Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan' yang diselenggarakan oleh Constitutional Law Society (CLS) atau Komunitas Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM), batal digelar.

Diskusi tersebut rencananya digelar pada Jumat (29/5), pukul 14.00-16.00 WIB. Sebelum diskusi digelar, kontroversi sempat muncul terkait tema yang diusung.

Tema diskusi pun sempat diganti penyelenggara menjadi 'Meluruskan Persoalan Pemberhentian Presiden Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan'. Akhirnya, diskusi virtual tersebut justru urung digelar.

Baca Juga

FH UGM Nilai Pembubaran Rencana Diskusi Soal Pemberhentian Presiden Bentuk Teror untuk Dunia Pendidikan

Pasca menjadi viral di media sosial, sejumlah pihak yang terlibat dalam acara tersebut menjadi sasaran teror orang tak dikenal. Selain pembicara, teror juga dialami oleh moderator, narahubung kegiatan maupun panitia penyelenggara.

Dekan Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), Sigit Riyanto, membenarkan perihal adanya teror terhadap sejumlah mahasiswanya yang terlibat dalam kegiatan diskusi itu. Teror yang dialami ini dari nomor telepon dihubungi orang tak dikenal, hingga ancaman pembunuhan. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Wali Kota Solo Pastikan Tidak Ada Nakes Kirim Surat Tolak Vaksin
Indonesia
Wali Kota Solo Pastikan Tidak Ada Nakes Kirim Surat Tolak Vaksin

Jumlah vaksin Sinovac yang datang ke kota Solo mencapai 10.609 vaksin. Padahal dari data Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, jumlah nakes di kota Solo mencapai 10.620 orang.

Tangis Haru Peneliti Uji Klinis Vaksin COVID-19 Sinovac
Indonesia
Tangis Haru Peneliti Uji Klinis Vaksin COVID-19 Sinovac

Uji klinis vaksin oleh Unpad sudah dilakukan sejak 2002. Hal ini berdampak pada terlaksananya semua jadwal imunisasi di Indonesia.

Di Tengah Pandemi Corona, KAI Angkut 62 Ribu Penumpang Per Hari
Indonesia
Di Tengah Pandemi Corona, KAI Angkut 62 Ribu Penumpang Per Hari

“Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terus tumbuh pada layanan KAI yang dapat diandalkan di tengah pandemi COVID-19,” ucap VP Humas KAI Joni Martinus

Kepala BNPT Ingatkan Ancaman Radikalisme Jadi Pangkal Terorisme
Indonesia
Kepala BNPT Ingatkan Ancaman Radikalisme Jadi Pangkal Terorisme

Tumbuh suburnya ideologi radikalisme dan terorisme salah satunya diakibatkan oleh merenggangnya kohesi sosial akibat intoleransi yang sedang terjadi di masyarakat saat ini.

Ini Alur Awan Panas Semeru, Hindari Kawah Jongring Seloko
Indonesia
Ini Alur Awan Panas Semeru, Hindari Kawah Jongring Seloko

Gunung Semeru tetap berada pada level II atau statusnya waspada

Dua Kali Mangkir, FPI Sebut Rizieq 'Gentlemen'
Indonesia
Dua Kali Mangkir, FPI Sebut Rizieq 'Gentlemen'

Rizieq dua kali tak memenuhi panggilan polisi dikarenakan tengah memulihan diri

Update Kasus Corona DKI Per 1 Juli 2020
Indonesia
Update Kasus Corona DKI Per 1 Juli 2020

"Dari 11.482 positif tersebut, 6.680 orang dinyatakan telah sembuh, sedangkan 644 orang meninggal dunia," kata Weningtyas

Masjid Istiqlal tak Gelar Salat Idul Adha karena Berpotensi Jadi Klaster COVID
Indonesia
Masjid Istiqlal tak Gelar Salat Idul Adha karena Berpotensi Jadi Klaster COVID

“Mencermati perkembangan pandemi COVID-19 di Indonesia, khususnya DKI Jakarta, Istiqlal tidak akan menggelar Salat Idul Adha 10 Zulhijjah 1441H," tegas Fachrul

Nurhadi Tak Kooperatif Meski Sudah Dikepung Petugas KPK, Pintu Rumahnya Dijebol
Indonesia
Nurhadi Tak Kooperatif Meski Sudah Dikepung Petugas KPK, Pintu Rumahnya Dijebol

KPK menemukan Nurhadi serta menantunya yang juga tersangka kasus mafia peradilan, Rezky Herbiyono

KPK Garap Eks Kepala Bakamla Ari Soedewo
Indonesia
KPK Garap Eks Kepala Bakamla Ari Soedewo

Ari bakal diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka PT Merial Esa dan mantan Ketua ULP Bakamla Leni Marlena.