DPR Ingatkan Jadwal Pemilu Versi Pemerintah Lebih Banyak Mudharatnya Simulasi TPS. (Foto: Bawaslu)

MerahPutih.com - Usulan jadwal Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 versi pemerintah pada 15 Mei 2024 rawan menyulut berbagai konflik serta pelanggaran kampanye.

Anggota Komisi II DPR, Rifqinizamy Karsayuda mengingatkan potensi konflik dalam Pemilu 2024 khususnya dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) amat riskan digunakan oleh pihak-pihak tertentu.

Baca Juga:

Dukung KPU, Demokrat Sepakat Pemilu Digelar Februari 2024

"Kami berpandangan, mudharat pelaksanaan Pemilu 2024 versi pemerintah lebih besar dibanding manfaatnya," kata Rifqi dalam keterangannya, Senin (11/10).

Apalagi, jika dikorelasikan dengan mepetnya pemungutan suara Pemilu 2014 dengan jadwal pencoblosan Pilkada 2024 yang akan digelar pada 27 November 2024.

"Amat mungkin beberapa kasus sengketa Pemilu belum putus di lembaga peradilan seperti MA maupun MK, sementara hasil Pileg 2024 dibutuhkan untuk menjadi dasar pendaftaran calon kepala daerah,” ujarnya.

TPS. (Foto: MP/Rizky)
TPS. (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

Menurut Rifqi, banyak fraksi di DPR yang cenderung mengikuti usulan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yaitu pada tanggal 21 Februari 2024.

Kendati demikian, lanjut dia, Komisi II DPR tetap berupaya agar dicapai kesepahaman bersama antara Pemerintah, DPR dan penyelenggara Pemilu terkait hadwal Pemilu 2024.

"InsyaAllah pasca reses, kesepahaman itu akan mencapai titik temunya,” kata Rifqi.

Baca Juga:

Menakar Peluang Partai Buruh di Pemilu 2024

Berdasarkan pertimbangan itu, Rifqi meminta usulan pemerintah yang menghendaki hari pencoblosan Pemilu 2024 pada tanggal 15 Mei 2024 untuk ditinjau kembali. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tarif PPh 35 Persen Bagi Berpendapatan Rp 5 Miliar Berikan Keadilan
Indonesia
Tarif PPh 35 Persen Bagi Berpendapatan Rp 5 Miliar Berikan Keadilan

Pajak dari golongan tersebut nantinya akan memperbaiki postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta memperlebar ruang fiskal.

Soal Informasi TWK, KPK Minta ICW Tak Asal Tuduh
Indonesia
Soal Informasi TWK, KPK Minta ICW Tak Asal Tuduh

Sekjen KPK Cahya Hardianto Harefa telah menerima hasil TWK para pegawai dari BKN pada 27 April

Sekali Cekcok dengan Arteria, Anggiat Dua Kali 'Ambruk'
Indonesia
Sekali Cekcok dengan Arteria, Anggiat Dua Kali 'Ambruk'

Keluarga pun langsung membawa Anggiat ke rumah sakit

Pemkot Jakpus Geram Apartemen Green Pramuka City Jadi Lokasi Prostitusi Online
Indonesia
Pemkot Jakpus Geram Apartemen Green Pramuka City Jadi Lokasi Prostitusi Online

Menurut dia, prostitusi online ini merupakan kejadian pertama kalinya ada di apartemen Green Pramuka City

Palestina Masih Memanas, Ribuan Aparat Kembali Jaga Kedubes AS
Indonesia
Palestina Masih Memanas, Ribuan Aparat Kembali Jaga Kedubes AS

Pengamanan akai fokus pada upaya pencegahan penyebaran COVID-19. Mengingat adanya pengumpulan massa.

PN Jakarta Timur Siarkan Sidang Putusan Rizieq Shihab Lewat YouTube
Indonesia
PN Jakarta Timur Siarkan Sidang Putusan Rizieq Shihab Lewat YouTube

Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Rizieq Shihab hukuman penjara selama 10 bulan untuk kasus kerumunan di Megamendung saat peletakan batu pertama pembangunan pondok pesantren Agrikultural Markaz Syariah.

Tiga Pihak Ini Diuntungkan dari Isu Kudeta Partai Demokrat
Indonesia
Tiga Pihak Ini Diuntungkan dari Isu Kudeta Partai Demokrat

Moeldoko, yang belum sepopuler AHY, bisa mendapat manfaat secara politik

Keuntungan DKI atas Kepemilikan Saham Bir Capai Ratusan Miliar
Indonesia
Keuntungan DKI atas Kepemilikan Saham Bir Capai Ratusan Miliar

Prasetyo Edi Marsudi masih berkukuh tidak menyetujui Gubernur Anies Baswedan yang berkeinginan melepas kepemilikan saham bir di PT Delta Djakarta.

Kapolri Kejar Target 2 Juta Orang Sudah Divaksin Selama Agustus
Indonesia
Kapolri Kejar Target 2 Juta Orang Sudah Divaksin Selama Agustus

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau pelaksanaan Vaksinasi Merdeka Candi di Semarang, Jawa Tengah, Kamis, (5/8).

Gempa Magnitudo 5.0 Guncang Gunung Kidul
Indonesia
Gempa Magnitudo 5.0 Guncang Gunung Kidul

Gempa bumi dengan magnitudo 5.0 mengguncang wilayah Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Rabu (20/1) dini hari.