DPR Didorong Percepat Pembahasan RUU Perampasan Aset Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana. (ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)

MerahPutih.com - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mendorong Komisi III DPR untuk mempercepat pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset.

Ketua PPATK, Ivan Yustiavandana mengatakan UU Perampasan Aset diperlukan sebagai instrumen hukum dalam mengoptimalkan penyelamatan aset atau aset recovery.

“Guna mengoptimalkan kinerja PPATK di tahun 2022, kami memohon bantuan pimpinan dan anggota Komisi III DPR terkait percepatan pembahasan RUU Perampasan Aset,” kata Ivan dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31/1).

Baca Juga:

Para Pelaku Dugaan Korupsi Asabri Segera Disidang

Sejumlah anggota DPR sempat mempertanyakan alasan PPATK mendorong untuk mempercepat pembahasan RUU Perampasan Aset. Padahal, sudah ada Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (UU TPPU) yang menjadi landasan yuridis PPATK bekerja.

Baca Juga

Jadi Tersangka Kasus Narkoba, 2 WN Iran Terancam Hukuman Mati

Ivan menjelaskan UU Perampasan Aset bukan saja menjadi kepentingan PPATK, tetapi menjadi upaya pemerintah untuk memastikan aset-aset hasil tindak pidana dikembalikan kepada negara. UU ini bakal digunakan oleh institusi-institusi lain khusus institusi penegak hukum.

“Terkait RUU Perampasan Aset, sebagai bagian dari institusi pemerintah kami mencoba mengedepankan bahwa ini menjadi salah satu solusi bagi kita agar seluruh aset-aset tindak pidana ini bisa dikembalikan kepada negara,” beber Ivan.

Baca Juga:

Kejari Bantarkan Ilham Wardhana, Tersangka Kasus Asabri Sisa Delapan Orang

Lebih lanjut, Ivan mengatakan, para pejabat tidak perlu khawatir dengan RUU Perampasan Aset karena perampasan aset tersebut tidak sembarang dilakukan. Nantinya, kata dia, perampasan aset tetap dilakukan dalam koridor hukum yang berlaku.

“Mungkin tadi kekhawatiran mau tembak sana, tembak sini, itu tidak kontekstual lagi, arahnya tidak ke sana,” kata Ivan. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Menkes Sebut Pasien Bergejala COVID-19 Bisa Minum Obat Anti Panas
Indonesia
Menkes Sebut Pasien Bergejala COVID-19 Bisa Minum Obat Anti Panas

Antivirus yang sudah disetujui lima organisasi profesi dan para ahli kedokteran adalah Avigan atau Favipiravir dan Molnupiravir

Tiket Konser Dream Theater di Stadion Manahan Solo Mulai Dijual 1 Juli 2022
Indonesia
Tiket Konser Dream Theater di Stadion Manahan Solo Mulai Dijual 1 Juli 2022

Dream Theater memastikan akan menggelar konser di halaman parkir Stadion Manahan Solo pada 10 Agustus 2022.

Pemprov Jabar Mulai Gelontorkan Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter
Indonesia
Pemprov Jabar Mulai Gelontorkan Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter

Dengan adanya operasi pasar murah minyak goreng bisa mempercepat proses distribusi dan membantu harga minyak untuk kembali normal.

Sekjen PAN Polisikan Tim Kuasa Hukum Ade Armando
Indonesia
Sekjen PAN Polisikan Tim Kuasa Hukum Ade Armando

Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (Sekjen PAN) Eddy Soeparno melaporkan tim kuasa hukum Ade Armando, MA dan kawan-kawan atas kasus dugaan pencemaran nama baik.

1,7 Juta Warga DKI Terdaftar DTKS
Indonesia
1,7 Juta Warga DKI Terdaftar DTKS

Dinas Sosial (Dinsos) DKI Jakarta mencatat, ada sebanyak 1.799.332 warga yang mendaftar untuk masuk dalam DTKS tahap satu.

PKS dan PKB Bangun Poros Ketiga, Siap Ajak Demokrat dan NasDem
Indonesia
PKS dan PKB Bangun Poros Ketiga, Siap Ajak Demokrat dan NasDem

"Kita siap dengan Demokrat, kita siap dengan Nasdem, kita siap dengan yang lain, nggak masalah," kata dia.

Belanda dan Jepang Suplai Bantuan Vaksin COVID-19 untuk Indonesia
Indonesia
Belanda dan Jepang Suplai Bantuan Vaksin COVID-19 untuk Indonesia

Adapun dua tahapan kedatangan vaksin COVID-19 itu berasal dari donasi Pemerintah Belanda sebantak 228.800 dosis vaksin, sementara sisanya 1.175.800 dosis berasal dari Pemerintah Jepang.

SBY Didiagnosis Kanker Prostat, Bakal Dirawat di Luar Negeri
Indonesia
SBY Didiagnosis Kanker Prostat, Bakal Dirawat di Luar Negeri

Kanker prostat yang diderita SBY itu masih dalam tahap atau stadium awal.

Awal Pekan, Penumpang KRL Tembus 129 Ribu Orang
Indonesia
Awal Pekan, Penumpang KRL Tembus 129 Ribu Orang

PT. Kereta Commuter Indonesia mencatat pada Senin (22/11), jumlah penumpang menembus 129.965 orang. Sejumlah stasiun mengalami lonjakan pengguna KRL.

Penyaluran Bansos di Surabaya Tersendat, Risma Turun Tangan Langsung
Indonesia
Penyaluran Bansos di Surabaya Tersendat, Risma Turun Tangan Langsung

Padahal, Surabaya menjadi kota metropolitan terbesar kedua setelah Jakarta.