DPR Desak UU Perlindungan Guru, Soroti Gaji Honorer yang Memprihatinkan

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Minggu, 29 Maret 2026
DPR Desak UU Perlindungan Guru, Soroti Gaji Honorer yang Memprihatinkan

Ilustrasi guru honorer. Foto: istimewa

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Anggota Baleg DPR RI, Firman Soebagyo, menyoroti kesejahteraan guru di Indonesia yang dinilai masih memprihatinkan. Ia mengkritik komitmen pemerintah dalam memenuhi hak pendidikan, khususnya bagi para tenaga pendidik.

Firman menegaskan bahwa persoalan pendidikan tidak hanya soal program, tetapi juga menyangkut keseriusan negara dalam menjalankan amanat konstitusi. Menurutnya, masih banyak masalah mendasar yang belum terselesaikan hingga saat ini.

“Kalau masih banyak persoalan, berarti ada yang belum beres dalam komitmen negara,” kata Firman dalam keterangannya, Minggu (29/3).

Ia secara khusus menyoroti kondisi guru honorer atau non-ASN yang hingga kini masih menghadapi gaji rendah dan pembayaran yang tidak menentu. Kondisi tersebut dinilai mencerminkan bahwa kesejahteraan guru belum menjadi prioritas utama.

“Masih ada guru yang menerima honor kecil dan dibayar tidak rutin. Ini fakta di lapangan,” ujarnya.

Baca juga:

Sentralisasi Guru Bikin Resah, DPR RI Desak Penempatan Wajib Dekat Rumah Biar Tidak Tekor di Ongkos

Firman juga menilai narasi kemajuan pendidikan yang kerap disampaikan pemerintah tidak sepenuhnya sejalan dengan kondisi riil di lapangan. Menurutnya, berbagai masukan terkait peningkatan kesejahteraan guru telah sering disampaikan, namun belum diakomodasi secara maksimal dalam kebijakan anggaran.

Selain itu, ia mengkritik arah kebijakan pendidikan yang dinilai kerap berubah setiap pergantian pemerintahan. Hal ini menunjukkan belum adanya perencanaan jangka panjang yang konsisten dalam sektor pendidikan nasional.

“Setiap ganti pemerintahan, kebijakannya ikut berubah. Ini jadi masalah,” tegasnya.

Baca juga:

DPR Desak Pemerintah Pusat Bantu Bayar Gaji Guru PPPK Paruh Waktu

Untuk itu, Firman mendorong pemerintah segera menyusun kebijakan jangka panjang yang jelas, termasuk membentuk Undang-Undang Perlindungan Guru. Regulasi ini dinilai penting untuk memberikan kepastian status dan perlindungan bagi tenaga pendidik.

Politisi Partai Golkar tersebut juga meminta evaluasi aturan terkait batas usia pengangkatan ASN yang dinilai belum berpihak pada guru yang telah lama mengabdi.

“Kalau negara serius, keberpihakan itu harus nyata. Guru adalah kunci masa depan bangsa,” pungkasnya. (Pon)

#Guru #Gaji Guru #Pendidikan #UU Perlindungan Guru #DPR RI #Kesejahteraan Guru
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
34 Anak Tewas, 50 Lainnya Luka-Luka dalam Insiden Atap Sekolah Roboh di Paskitan
Anak-anak yang tewas atau terluka di sekolah Al-Khair tersebut berusia 6 hingga 12 tahun.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
  34 Anak Tewas, 50 Lainnya Luka-Luka dalam Insiden Atap Sekolah Roboh di Paskitan
Indonesia
Warga Dikepung Asap Karhutla, DPR Ingatkan Pejabat jangan Asal Bicara
Penanganan bencana tidak cukup hanya mengandalkan koordinasi dan pernyataan resmi.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
Warga Dikepung Asap Karhutla, DPR Ingatkan Pejabat jangan Asal Bicara
Indonesia
Pemerintah Rampungkan Skema Kebijakan Pendidikan Gratis dari SD Sampai Kuliah
Pemerintah turut mematangkan afirmasi khusus bagi pemenuhan hak belajar anak-anak di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
Pemerintah Rampungkan Skema Kebijakan Pendidikan Gratis dari SD Sampai Kuliah
Indonesia
Panduan Lengkap Kesetaraan Paket C yang Wajib Kamu Tahu: Syarat, Kurikulum, dan Cara Lulus Terbaru
Masih bingung apa itu pendidikan kesetaraan dan Kejar Paket C? Temukan info lengkap soal syarat masuk, metode belajar, hingga cara resmi mendapat ijazah di sini!
Angga Yudha Pratama - Kamis, 08 Oktober 2026
Panduan Lengkap Kesetaraan Paket C yang Wajib Kamu Tahu: Syarat, Kurikulum, dan Cara Lulus Terbaru
Indonesia
Baleg DPR dan Pemerintah Targetkan RUU Hak Cipta Rampung Sebelum Akhir Desember 2026
Baleg DPR RI dan pemerintah tetap mengejar target penyelesaian RUU Hak Cipta pada 17 Desember 2026 meski pembahasan DIM disesuaikan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Oktober 2026
Baleg DPR dan Pemerintah Targetkan RUU Hak Cipta Rampung Sebelum Akhir Desember 2026
Indonesia
FSGI Catat 100 Kasus Kekerasan di Satuan Pendidikan, 60 Persen Kekerasan Seksual
FSGI mencatat 100 kasus kekerasan di satuan pendidikan sepanjang Januari-September 2026. Sebanyak 60 persen merupakan kekerasan seksual.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
FSGI Catat 100 Kasus Kekerasan di Satuan Pendidikan, 60 Persen Kekerasan Seksual
Indonesia
Cuti Melahirkan hingga Aturan Magang Berubah, Ini Isi UU Pelindungan Ketenagakerjaan
UU Pelindungan Ketenagakerjaan disahkan. Regulasi ini mengatur larangan menahan ijazah, pesangon, JKP, cuti pekerja perempuan, magang, disabilitas, dan sanksi.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
Cuti Melahirkan hingga Aturan Magang Berubah, Ini Isi UU Pelindungan Ketenagakerjaan
Indonesia
DPR Resmi Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan dalam Rapat Paripurna, Terdiri dari 23 Bab dan 313 Pasal
DPR RI mengesahkan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan menjadi undang-undang dalam rapat paripurna, Selasa (6/10). UU ini terdiri dari 23 bab dan 313 pasal.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
DPR Resmi Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan dalam Rapat Paripurna, Terdiri dari 23 Bab dan 313 Pasal
Indonesia
Ada Demo 6-8 Oktober 2026 di Gedung MPR/DPR, Pengendara Diminta Hindari Jalan Gatot Subroto
Demo di Gedung MPR/DPR akan berlangsung 6-8 Oktober 2026. Polisi pun menyiapkan sejumlah jalan alternatif.
Soffi Amira - Selasa, 06 Oktober 2026
Ada Demo 6-8 Oktober 2026 di Gedung MPR/DPR, Pengendara Diminta Hindari Jalan Gatot Subroto
Dunia
Demo Pelajar di Prancis Rusuh, Pemerintah Tutup Ratusan SMA
Para siswa mengatakan jam sekolah terlalu panjang, fasilitas tidak memadai, termasuk ruang kelas yang terlalu panas, dan terlalu banyak ketidakhadiran pengajar.
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
 Demo Pelajar di Prancis Rusuh, Pemerintah Tutup Ratusan SMA
Bagikan