DPR Desak Polri Proses Kasus Dugaan Pemalsuan Label SNI I Wayan Sudirta SH. (Antara Bali/Komang Suparta/wdy)

MerahPutih.com - Anggota Komisi III DPR, I Wayan Sudirta angkat bicara terkait penyidikan dugaan kasus pemalsuan label SNI produk besi siku yang ditaksir diduga merugikan negara Rp2,7 triliun.

Menurutnya, penyidik Polri perlu bersikap transparan agar masyarakat, khususnya pelapor memperoleh hak keadilannya.

Baca Juga

Lemkapi Dorong Polri Tuntaskan Kasus Pemalsuan Label SNI Palsu

“Sekarang udah gelar perkara belum? Lalu, keberatan pelapor apa sekarang? Kalau sudah gelar perkara pelapor menyampaikan apa dalam perkara itu, penyidik mengatakan apa? Tindak lanjutnya apa? Nah, itu penting dikemukakan secara obyektif agar masalah ini lebih jelas," ujarnya di Jakarta, Sabtu (22/8)

Legislator dari Fraksi PDI Perjuangan ini menambahkan, dengan adanya obyektifitas dari penyidik dalam menyampaikan hasil penyidikannya kepada pelapor secara transparan, maka diharapkan bakal memberikan rasa keadilan bagi pelapor.

“Agar pelapor memperoleh rasa keadilan, polisi bekerja profesional, tidak merasa dipojokkan tapi juga tidak keluar sedikitpun, gitu. Jadi hapuskan dugaan-dugaan yang tidak perlu dalam perkara ini. Dengan cara polisi memberikan jawaban dalam bentuk langkah-langkah nyata sesuai dengan aturan hukum,” paparnya.

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

Politisi asal Bali itu menjelaskan, jika peraturan Kapolri yang merupakan SOP dalam penyidikan itu juga diterapkan dengan baik, tentu walau hasilnya hari ini belum mencapai target tapi prosesnya mungkin sudah bisa menyenangkan bagi pelapor.

“Yang jadi soal jika hasilnya tidak memuaskan dan prosesnya tidak memadai. Ini yang perlu dihindari karena masyarakat harus dijaga jangan sampai setelah mereka protes, lalu mereka tidak puas, lalu tidak percaya kepada kepolisian. Itu berbahaya. Kalau pada tingkat seperti itu, itulah yang harus dijaga, jangan sampai masyarakat memunculkan keyakinan, pikiran dan perkiraan yang tidak percaya lagi dengan kepolisian. Itu tidak boleh,” tegasnya.

Dia menilai jawaban dari penyidik diperlukan, guna memenuhi dan menunjukkan sisi keadilan serta transparansi aparat kepolisian.

“Tapi sekali lagi apa jawaban kepolisian dalam memenuhi harapan pelapor. Penting sekali dalam situasi seperti ini polisi bersikap karena sudah menjadi polemik di media, ini kan harus transparansinya ditingkatkan. Selama ini kan sering di instansi kita menghadapi problem pada komunikasi kan? Problem komunikasi itu bahkan dari bawah sampai ke atas,” ujarnya.

Baca Juga

Tanpa Label SNI, Pedagang Wajib Kembalikan Dagangan ke Importir

Oleh sebab itu, papar Sudirta, kepolisian sebagai garda depan di bidang keamanan, penanganan kriminal yang bermuara kepada keadilan, penting sekali dan jangan menganggap tidak pentinh yang namanya proses itu. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
AS Laporkan 10.491 Kasus Virus Corona, 150 Meninggal
Indonesia
AS Laporkan 10.491 Kasus Virus Corona, 150 Meninggal

Jumlah orang di Amerika Serikat yang meninggal akibat virus tersebut mengalami lonjakan terbesar sejauh ini, yaitu dari 53 menjadi 150.

Wapres Tak Bisa Dijatuhkan di Tengah Jalan, Parmusi: Banyak Umat Mendukung Ma'ruf Amin
Indonesia
Wapres Tak Bisa Dijatuhkan di Tengah Jalan, Parmusi: Banyak Umat Mendukung Ma'ruf Amin

Usamah juga berharap Ma'ruf Amin tetap bertahan dan diberi kesehatan

Racik Semua Komposisi, AHY Beri Warna Pada Partai Demokrat
Indonesia
Racik Semua Komposisi, AHY Beri Warna Pada Partai Demokrat

Upaya perampingan itu tampaknya dilakukan juga untuk memudahkan pembagian tugas pokok dan Fungsi

Dua EWS Rusak, Tsunami di Pantai Selatan Sulit Dideteksi
Indonesia
Dua EWS Rusak, Tsunami di Pantai Selatan Sulit Dideteksi

Terlebih dengan munculnya hasil riset ITB yang menyebutkan potensi gelombang setinggi 20 meter akan melanda laut selatan Jawa

MA Tolak Bentuk Tim Investigasi Internal Usut Kasus Nurhadi
Indonesia
MA Tolak Bentuk Tim Investigasi Internal Usut Kasus Nurhadi

Apalagi, saat ini Nurhadi sudah tidak lagi berstatus sebagai pejabat di MA

Klaim Ada Kemajuan,  Polri Masih Tertutup Beberkan Perkembangan Kasus Novel
Indonesia
Klaim Ada Kemajuan, Polri Masih Tertutup Beberkan Perkembangan Kasus Novel

Polri menyebut tim teknis yang menangani teror penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan masih bekerja.

Tim Pengacara Penyerang Novel Puji Dua Terdakwa Sebagai Sosok Berani dan Jujur
Indonesia
Tim Pengacara Penyerang Novel Puji Dua Terdakwa Sebagai Sosok Berani dan Jujur

Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara kembali menggelar sidang lanjutan penyerangan penyidik KPK Novel Baswedan.

Kivlan Zen Tuding Polisi dan Wiranto Rekayasa Kasusnya
Indonesia
Kivlan Zen Tuding Polisi dan Wiranto Rekayasa Kasusnya

"Pokoknya saya tidak bersalah, semua rekayasa polisi sama Wiranto," kata Kivlan

Konsultasi dengan Dewan Pers, Tim Hukum PDIP Minta Media On The Track
Indonesia
Konsultasi dengan Dewan Pers, Tim Hukum PDIP Minta Media On The Track

Wayan mengonsultasikan sejumlah pemberitaan kepada Dewan Pers yang menyudutkan PDIP akhir-akhir ini.

Pemprov DKI Tolak 38.052 Pengajuan SIKM
Indonesia
Pemprov DKI Tolak 38.052 Pengajuan SIKM

Pemda DKI telah menerima sebanyak 4.265 pengajuan SIKM.