DPR Desak Pemerintah Segera Evakuasi WNI di Afghanistan Farah Puteri Nahlia. Foto : Arief/mr/dpr.go.id

MerahPutih.com - Ancaman keamanan di Afghanistan pasca perebutan kekuasaan oleh kelompok garis keras Taliban berpotensi membahayakan warga negara Indonesia (WNI) di sana.

Anggota Komisi 1 Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Farah Puteri Nahlia meminta pemerintah Indonesia untuk segera mengevakuasi WNI di Afghanistan.

Baca Juga

Kembalinya Kekuasaan Taliban di Afghanistan Setelah 20 Tahun

Hal tersebut disebabkan kericuhan bandara Kabul pasca pergantian kepemimpinan Taliban di negara tersebut. Presiden Afghanistan Ashraf Ghani diketahui telah pergi meninggalkan negara itu.

Farah menegaskan pentingnya evakuasi WNI di sana lantaran kondisi keamanan yang tidak menentu.

Menurut anggota DPR yang berusia muda ini, memburuknya kondisi keamanan di Afghanistan membuat sejumlah negara mengevakuasi staf kedutaan dari Kabul.

Seperti, Amerika Serikat yang menyiapkan lima ribu pasukan untuk membantu kepulangan diplomat dan warga Afghanistan yang memiliki visa khusus.

Selanjutnya, langkah serupa juga dilakukan Finlandia yang akan mengevakuasi hingga 130 pekerjanya di Afghanistan.

Berikutnya, Jerman juga akan mengurangi staf diplomatiknya di Kabul. Serta Denmark dan Norwegia yang akan menutup sementara kantor kedutaan mereka di ibu kota Afghanistan.

“Melihat situasi dan kondisi ini saya menyarankan dan mendorong kepada Kemlu RI untuk segera evakuasi WNI di Afghanistan jika terjadi eskalasi keamanan disana sebagai upaya perlindungan WNI di luar negeri," terang Farah kepada wartawan, Rabu (18/8).

"Lakukan monitoring dan koordinasi intensif dengan duta besar di Kabul untuk membuka posko evakuasi bagi WNI,” tambah putri Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran ini.

Taliban kuasai Istana Kepresidenan. (Foto: Al-Jazeera)
Taliban kuasai Istana Kepresidenan. (Foto: Al-Jazeera)

Politikus PAN ini juga meminta pendataan yang akurat berapa jumlah WNI baik yang terdata maupun tidak dengan rencana kontijensi yang memuat langkah-langkah pengamanan WNI.

Pastikan mereka dalam keadaan aman dan penuhi kebutuhan mereka sampai bantuan untuk evakuasi datang. "Karena keselamatan WNI merupakan prioritas pemerintah Indonesia,” tegasnya.

Anggota Komisi I DPR RI, Syaifullah Tamliha, mendesak agar pemerintah Indonesia segera menjalin komunikasi diplomatik dnegan pimpinan pejuang Taliban yang sudah mengambil alih tampuk kekuasaan di Afghanistan.

“Dikuasainya Afganistan secara keseluruhan, termasuk ibu kota Kabul oleh pejuang Taliban tentunya akan memperjelas wajah negara tersebut,” kata Syaifullah.

Syaifullah menilai bahwa terdapat urgensi yang cukup besar dalam persoalan ini. Pertama, ia menyebut nama negara Afghanistan akan menjadi Republik Islam Afghanistan.

Kedua, ia melihat apabila kondisi di negara tersebut sudah kembali, Afghanistan akan menjadi negara dengan sumber daya alam (SDA) yang melimpah yang akan menarik investor.

Ketiga, ia memandang bahwa dominasi Amerika Serikat di kawasan Persia saat ini sudah nyaris tidak menonjol lagi.

“Terakhir beberapa bulan yang lalu Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, juga berkunjung ke Doha yang tentunya mengemban misi yang sama,” imbuh Syaifullah.

Pemerintah Indonesia telah mengambil sikap yang tegas dengan tidak memulangkan para diplomatnya, termasuk duta besarnya dari Afganistan.

“Kita berharap Indonesia segera menjalin komunikasi diplomatiknya dengan para pemimpin pejuang Afghanistan yang akan memimpin negara tersebut saat ini,” kata Syaifullah. (Knu)

Baca Juga

KBRI Kabul Belum Ditutup Meski Ibu Kota Afghanistan Diduduki Taliban

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Andi Irfan Ungkap Alasan Buang Iphone X Berisi Foto Terkait Djoko Tjandra
Indonesia
Andi Irfan Ungkap Alasan Buang Iphone X Berisi Foto Terkait Djoko Tjandra

Andi Irfan Jaya mengakui membuang handphone yang menjadi barang bukti skandal Djoko Tjandra.

Bangkitkan Ekonomi, Polda Jateng Dorong UMKM Manfaatkan Digital Marketing
Indonesia
Bangkitkan Ekonomi, Polda Jateng Dorong UMKM Manfaatkan Digital Marketing

Terobosan baru sangat diperlukan guna meningkatkan dan mengembangkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), terutama di tengah kondisi masih pandemi.

Kasus COVID-19 Global Fluktuatif, Menlu Terus Berburu Vaksin COVID-19
Indonesia
Kasus COVID-19 Global Fluktuatif, Menlu Terus Berburu Vaksin COVID-19

Tanggal 4 Agustus 2021 yang lalu, kasus COVID-19 global telah mencapai angka 200 juta, di mana penyebarannya terjadi dua kali lebih cepat dibandingkan tahun sebelumnya.

Satgas Madago Raya Tembak Mati Pimpinan MIT Ali Kalora
Indonesia
Satgas Madago Raya Tembak Mati Pimpinan MIT Ali Kalora

Satgas Madago Raya menembak mati pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso Ali Kalora dalam baku tembak di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Sabtu (18/9).

Khofifah Minta Ridwan Kamil Jadi Arsitek Masjid Islamic Center Surabaya
Indonesia
Khofifah Minta Ridwan Kamil Jadi Arsitek Masjid Islamic Center Surabaya

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengarsiteki pembangunan masjid di Islamic Center Surabaya.

Polisi Tak Kunjung Tangkap Pengeroyok Anggota Brimob dan Prajurit Kopassus
Indonesia
Polisi Tak Kunjung Tangkap Pengeroyok Anggota Brimob dan Prajurit Kopassus

Polda Metro Jaya sudah memeriksa sejumlah saksi terkait kasus pengeroyokan yang mengakibatkan satu korban anggota Brimob Polri meninggal dunia.

Diduga Langgar PPKM Darurat, Lurah Pancoran Mas Diperiksa Satgas COVID-19
Indonesia
Diduga Langgar PPKM Darurat, Lurah Pancoran Mas Diperiksa Satgas COVID-19

Lurah Pancoran Mas, Suganda yang menyelenggarakan hajatan pernikahan di hari pertama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat diperiksa Satgas COVID-19 Kota Depok.

KJRI Johor Baru Layani Urusan Penerbitan Paspor di Ladang Sawit
Indonesia
KJRI Johor Baru Layani Urusan Penerbitan Paspor di Ladang Sawit

182 orang pekerja migran Indonesia (PMI) nonprosedural pulang ke Surabaya, Jawa Tmur, dengan menggunakan pesawat terbang carter Malindo OD355 dari Kuala Lumpur International Airport (KLIA), Sabtu, (27/2).

Lapas Tangerang Terbakar, Komnas HAM: Ini Sebenarnya Tragedi
Indonesia
Lapas Tangerang Terbakar, Komnas HAM: Ini Sebenarnya Tragedi

Komnas HAM juga melakukan koordinasi dengan Kapolda Metro Jaya

[HOAKS atau FAKTA] Bank Indonesia Mengeluarkan Uang Pecahan 1.0
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Bank Indonesia Mengeluarkan Uang Pecahan 1.0

Pengguna TikTok dengan nama pengguna PuspoTV mengunggah sebuah video (2/4) yang menunjukkan selembar uang pecahan 1.0 yang bergambarkan seorang penari pendet.