DPR Desak Pemerintah Jelaskan soal FIR dengan Singapura Anggota Komisi 1 DPR RI dari Fraksi PKS, Sukamta. Foto: Istimewa

MerahPutih.com - Perdebatan terkait untung ruginya kesepakatan penyesuaian pelayanan ruang udara (realignment Flight Information Region-FIR) antara pemerintah Indonesia dengan Singapura menjadi perhatian Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Anggota Komisi 1 DPR RI dari Fraksi PKS, Sukamta mendesak pemerintah untuk bersikap transparan menjelaskan detail isi kesepakatan yang telah ditandatangani.

Baca Juga

DPR Belum Terima Surpres Soal Ekstradisi dan FIR Indonesia-Singapura

“Kesepakatan yang dibuat dengan negara lain termasuk dalam kategori kebijakan publik karena menyangkut hajat hidup orang banyak dan juga menyangkut kedaulatan negara. Maka dokumen kesepakatan baik terkait ekstradisi, pelayanan ruang udara dan kerjasama pertahanan yang telah ditandangani wajib untuk dapat diakses oleh publik," kata Sukamta dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (1/2).

Dia menilai, selama ini penjelasan terkait kesepakatan FIR yang beredar adalah poin-poin kesepakatan, bukan dalam bentuk dokumen resmi yang telah ditandatangani.

Menurut dia, wilayah Kepulauan Natuna dan Kepulauan Riau sangat strategis bagi Indonesia sehingga publik berharap kedaulatan di darat, laut maupun udara dalam ruang kendali pihak Indonesia.

“Berdasarkan kesepakatan yang termaktub dalam UNCLOS III 1982 dan Konvensi Chicago 1944, kedaulatan negara di ruang udara di atas teritorinya adalah bersifat ekslusif. Artinya ruang udara di atas wilayah kepulauan Natuna dan Riau adalah kedaulatan Indonesia," tuturnya.

Sukamta menilai, jika mendasarkan klaim tersebut, maka semestinya pengelolaan FIR di wilayah tersebut dikelola pihak Indonesia.

Dia menilai jika pemerintah saat ini sudah memiliki kemampuan teknologi dan sumber daya manusia yang mumpuni di bidang navigasi serta teknologi keselamatan penerbangan, maka semestinya negosiasi untuk mendapatkan ruang udara di atas wilayah Kepulauan Natuna dan Riau akan lebih kuat.

Ilustrasi: Flight Information Region. militermeter.com
Ilustrasi: Flight Information Region. militermeter.com

Sukamta berharap dokumen kesepakatan atau "MoU" bisa diakses publik, sehingga semua pihak dapat memberikan penilaian yang obyektif terhadap poin-poin kesepakatan yang telah ditandatangani.

Sebelumnya, Kantor Staf Presiden menyampaikan pemerintah Indonesia memasuki babak baru pengelolaan ruang kendali udara atau Flight Information Region (FIR) di wilayah perairan Kepulauan Riau dan Natuna yang selama ini di bawah kendali Pemerintah Singapura.

Hal ini tertuang dalam kesepakatan antara Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Lee Hsien Loong pada pertemuan bilateral tahunan yang dilaksanakan di Bintan, Kepulauan Riau, Selasa (25/1).

"Capaian monumental ini menggarisbawahi hubungan erat Republik Indonesia dan Republik Singapura serta mempertegas integritas teritorial Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Deputi V Kepala Staf Kepresidenan Jaleswari Pramodhawardani dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (26/1).

Jaleswari menegaskan bahwa berbagai kerjasama yang selama ini telah berjalan antara kedua negara di bidang ekonomi, politik, hukum dan keamanan, termasuk penanganan COVID-19 merupakan bentuk nyata hubungan baik tersebut.

Hal ini juga menunjukkan langkah konkret pemerintah dalam mengimplementasikan mandat internasional dan nasional yang tertuang dalam Konvensi Chicago tahun 1944 bahwa setiap Negara berdaulat penuh dan eksklusif atas ruang udara di atas wilayahnya, Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut Tahun 1982, dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 Tentang Penerbangan.

Berdasarkan keterangan pers bersama antara Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Lee Hsien Loong, Selasa kemarin, telah disepakati bahwa FIR Republik Indonesia akan melingkupi seluruh wilayah udara teritorial Indonesia, terutama di perairan Kepulauan Riau dan Natuna. Setelah kesepakatan bersama ini, mekanisme domestik Indonesia dan Singapura akan berjalan untuk ratifikasi dan implementasi kesepakatan tersebut. (*)

Baca Juga

Pengalihan FIR Dinilai Bukti Singapura Cerdik

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Gibran Rahasiakan Tanggal Pernikahan Kaesang dan Erina
Indonesia
Gibran Rahasiakan Tanggal Pernikahan Kaesang dan Erina

Namun demikian, untuk tanggal pernikahan masih dirahasiakan.

PKS Tanggapi Pertemuan Syaikhu, JK, Surya Paloh, Anies dan AHY
Indonesia
PKS Tanggapi Pertemuan Syaikhu, JK, Surya Paloh, Anies dan AHY

Kelima tokoh tersebut bertemu pada acara pernikahan anak dari anggota DPR Fraksi NasDem Sugeng Prawoto di Jakarta, Minggu (18/9) malam.

Kejari Tangsel Berikan Konsultasi Hukum Gratis di Pasar Modern BSD City
Indonesia
Kejari Tangsel Berikan Konsultasi Hukum Gratis di Pasar Modern BSD City

Pasar Modern BSD City bekerja sama dengan Kejaksaaan Negeri Tangerang Selatan memberikan layanan konsultasi hukum gratis.

Operasi Patuh Jaya 2022 Digelar, Ini 8 Pelanggaran yang Diincar
Indonesia
Operasi Patuh Jaya 2022 Digelar, Ini 8 Pelanggaran yang Diincar

Delapan pelanggaran yang diincar dalam Operasi Patuh Jaya ialah melawan arus, knalpot bising, kendaraan memakai rotator tidak sesuai peruntukan khususnya pelat hitam, balap liar dan kebut-kebutan.

Uang Beredar di Agustus 2022 Rp 7.894 Triliun
Indonesia
Uang Beredar di Agustus 2022 Rp 7.894 Triliun

Penyaluran kredit pada Agustus 2022 tumbuh 10,3 persen (yoy), setelah bulan sebelumnya tumbuh 10,4 persen (yoy).

Upah Minimum Naik Rp 22.700, Buruh Jatim: Tergerus Inflasi
Indonesia
Upah Minimum Naik Rp 22.700, Buruh Jatim: Tergerus Inflasi

Seharusnya upah minimum Jatim 2022 naik sebesar 13 persen. Hal tersebut agar para buruh bisa memenuhi kebutuhan hidup yang semakin naik.

Keputusan Jenderal Andika Tunjuk Mayjen Maruli Jadi Pangkostrad Dinilai Tepat
Indonesia
Keputusan Jenderal Andika Tunjuk Mayjen Maruli Jadi Pangkostrad Dinilai Tepat

Menurut Nuning, sapaan karib Susaningtyas, penunjukan Mayjen Maruli Simanjuntak sebagai Pangkostrad sangat tepat.

Ekspor Kopi Indonesia ke Rusia Masih Kalah Dibanding Vietnam
Indonesia
Ekspor Kopi Indonesia ke Rusia Masih Kalah Dibanding Vietnam

Saat ini, pangsa kopi Indonesia di pasar Rusia relatif masih kecil, namun potensinya besar untuk ditingkatkan.

Korupsi Proyek Fiktif Waskita Beton Rugikan Negara Rp 1,2 Triliun
Indonesia
Korupsi Proyek Fiktif Waskita Beton Rugikan Negara Rp 1,2 Triliun

Menurut Ketut, berdasarkan perhitungan sementara oleh Tim Jaksa Penyidik, perkara ini mengakibatkan kerugian keuangan negara sekitar kurang lebih Rp 1,2 triliun.

Kepolisian Gelar Rakor Lintas Sektor Demi Lancarkan Mudik 2022
Indonesia
Kepolisian Gelar Rakor Lintas Sektor Demi Lancarkan Mudik 2022

Menjamin ketersediaan BBM, kata dia, polisi menegakkan aturan dan hukum, tercatat saat ini sudah ada 117 tersangka dari 81 kasus penyalahguna BBM yang terjadi di sejumlah wilayah.