DPR Desak Kemendikbud Evaluasi Total Sistem Pendidikan Ilustrasi Siswa Sekolah Dasar. Merahputih.com/Rizki Fitrianto

MerahPutih.com - Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda mengatakan, kebijakan membuka sekolah dinilai belum memuat secara detail kurikulum yang menyesuaikan pandemi COVID-19.

Menurut Syaiful, keluhan dari stakeholder, tiga bulan pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) berbasis online, orang tua dan guru mengalami kesulitan.

Baca Juga

Menteri Nadiem Perbolehkan Pembukaan Sekolah di Zona Hijau

"Komisi X mendorong panduan COVID-19 untuk belajar di rumah dengan perbaikan kurikulum yang adaptif terhadap PJJ,” tandas Syaiful dalam konferensi pers daring, Senin (15/6).

Syaiful meminta penambahan kuota Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk semua jenjang pendidikan. Dia menyebut penambahan KIP ini merupakan bagian social safety net.

Komisi X ingin adanya relaksasi uang kuliah tunggal (UKT). Keringanan biaya kuliah ini diharapkan dapat dilaksanakan di setiap kampus. Keempat, Kemendikbud memetakan kebutuhan pendidikan di masing-masing daerah.

“Pertanyaannya, berapa sekolah yang belum memiliki akses internet untuk melaksanakan PJJ. Berapa banyak sekolah yang belum mampu mengadakan alat kesehatan dalam rangka menerapkan protokol kesehatan. Yang dalam konteks ini, dana BOS tidak dimungkinkan untuk pengadaan alat-alat kesehatan,” ujar politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Ilustrasi Siswa Sekolah Dasar. Merahputih.com/Rizki Fitrianto
Ilustrasi Siswa Sekolah Dasar. Merahputih.com/Rizki Fitrianto

Ia juga meminta Kemendikbud harus membantu sekolah dan kampus swasta yang tidak bisa melaksanakan PJJ di masa pandemi COVID-19. Syaiful mengungkapkan, banyak kampus swasta yang kolaps.

“Di luar skema BOS, harus ada kebijakan khusus dari Kemendikbud yang berkolaborasi dengan pemda untuk memberikan uluran tangan terhadap sekolah dan kampus swasta,” ujarnya.

Ia meminta Nadiem Makarim untuk merumuskan ulang kurikulum pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama pandemi virus corona yang belum diketahui kapan berakhirnya.

Sebab, dalam tiga bulan terakhir, siswa-siswi yang belajar dari rumah mengeluhkan kurikulum yang padat konten, sehingga tak mendorong anak untuk belajar mandiri.

“Tentu keluhan dari stakeholder pelaku pendidikan perlu kita dengar. Mas Menteri Nadiem, tiga bulan pelaksanaan PJJ dengan masih kurikulum yang pada kontennya menjadikan orang tua, anak-anak, sekolah, dan guru juga mengalami kerumitan,” kata Syaiful.

“Kami mendorong atas nama Komisi X DPR RI supaya dalam panduan pembelajaran masa COVID-19 dirumuskan ulang terkait dengan perbaikan kurikulum era pandemi COVID, yang adaptif terhadap situasi terutama pembelajaran jarak jauh,” tambahnya.

Syaiful juga meminta Kemendikbud untuk memiliki peta kebutuhan yang diperlukan sekolah-sekolah, khususnya yang belum memiliki fasilitas pembelajaran secara daring. Pasalnya, tak semua wilayah memiliki akses internet yang memadai.

“Kami mendorong supaya Kemendikbud punya peta kebutuhan pendidikan di masing-masing daerah, peta kebutuhan ini menyangkut soal berapa banyak sekolah yang belum mempunyai infrastruktur terhadap akses internet sementara pelaksanaan pembelajaran jarak jauh harus tetap dilaksanakan,” jelas Syaiful.

Di sisi lain, ia mengapresiasi pemerintah yang memutuskan tetap melarang aktivitas sekolah dengan tatap muka di zona-zona yang belum hijau.

“Kami memberikan apresiasi kepada pemerintah yang tetap melarang aktivitas belajar dengan sistem tatap muka bagi siswa di tingkat usia dini, dasar, dan menengah di wilayah zona merah, oranye, dan kuning," terang Syaiful.

"Kendati demikian, panduan ini masih belum menyentuh perbaikan kurikulum di era pandemi yang kerap dikeluhkan oleh stakeholder pendidikan,” tutup dia.

Baca Juga

Nadiem Izinkan Siswa SMP dan SMA Kembali Bersekolah

Mendikbud Nadiem memutuskan tetap memulai tahun ajaran baru 2020/2021 pada Juli mendatang. Namun, pembukaan sekolah dilakukan secara bertahap, dan hanya yang berada pada zona hijau.

Sekolah yang boleh dibuka mulai Juli nanti hanya yang berjenjang menengah ke atas, seperti SMP, SMA, dan SMK. Sedangkan SD menyusul dua bulan setelahnya, lalu menyusul dua bulan selanjutnya tingkat PAUD. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Menteri Edhy: Stunting Berdampak Kepada Tingkat Kecerdasan
Indonesia
Menteri Edhy: Stunting Berdampak Kepada Tingkat Kecerdasan

Sehingga ke depannya tidak ada faktor yang cukup untuk melesatkan pertumbuhan ekonomi

Aksi Dugaan Mafia Tanah Resahkan Warga Pemilik Hak Tanah di Kawasan Pulau Komodo
Indonesia
Aksi Dugaan Mafia Tanah Resahkan Warga Pemilik Hak Tanah di Kawasan Pulau Komodo

"Sehingga meresahkan Masyarakat Adat Manggarai Barat," kata Petrus

Rizieq Shihab Jadi Tersangka, Laskar FPI Menghilang dari Petamburan
Indonesia
Rizieq Shihab Jadi Tersangka, Laskar FPI Menghilang dari Petamburan

Kendati demikian, tampak tak ada laskar FPI yang berjaga di kawasan kediaman HRS di Jalan Petamburan III, Jakarta Pusat, Kamis (10/12).

PSBB Total, Ini Permintaan Pedagang Pasar Tradisional kepada Anies
Indonesia
PSBB Total, Ini Permintaan Pedagang Pasar Tradisional kepada Anies

Penutupan akan mengganggu kehidupan para pedagang yang kini pun sudah mengalami penurunan omzet akibat sepi pembeli.

Grafik COVID-19 Terus Bertambah, Status KLB Kota Solo Diperpanjang
Indonesia
Grafik COVID-19 Terus Bertambah, Status KLB Kota Solo Diperpanjang

Hasil evaluasi tersebut diputuskan KLB Solo diperpanjang sampai tanggal 7 Juni mendatang atau selama 9 hari.

Semua Instansi Negara Dengar Titah Jokowi: Pangkas Belanja tidak Penting!
Indonesia
Semua Instansi Negara Dengar Titah Jokowi: Pangkas Belanja tidak Penting!

Semua instansi negara, baik di pemerintah pusat maupun pemerintah daerah

DPR Usul Negara Gaji Sopir Ojol Dkk Sebulan Rp500.000, Duitnya dari Sini!
Indonesia
Jatim Gelar Tes Kesehatan 41 Pasangan Cakada di 3 Rumah Sakit
Indonesia
Jatim Gelar Tes Kesehatan 41 Pasangan Cakada di 3 Rumah Sakit

Jadwal pelaksanaan tes kesehatan untuk calon kepala daerah di berbagai wilayah di Jawa Timur, dimulai 4-11 September 2020 dan pelaksananya adalah Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Kardinal Suharyo Rasakan Keprihatinan Umat Islam Rayakan Lebaran di Tengah Pademi Corona
Indonesia
Kardinal Suharyo Rasakan Keprihatinan Umat Islam Rayakan Lebaran di Tengah Pademi Corona

"Saya berharap keadaan ini jangan sampai mengurangi semangat saudara- sudara kami umat Muslim dalam merayakan Idul Fitri," kata Kardinal Suharyo

Aplikasi Fight COVID-19 Butuh Dukungan Penuh Untuk Digunakan Secara Nasional
Indonesia
Aplikasi Fight COVID-19 Butuh Dukungan Penuh Untuk Digunakan Secara Nasional

Aplikasi itu digunakan untuk menyimpan riwayat perjalanan pendatang