DPR Desak Kapolri Ungkap Bos Besar Narkoba di Indonesia Kapolri Jenderal Pol. Idham Azis. ANTARA/HO

MerahPutih.com - Peredaran narkoba di Indonesia mendapatkan sorotan tajam dalam rapat Komisi III DPR dengan Kapolri Jenderal Idham Azis. Hal itu terungkap dalam rapat Komisi III DPR bersama Kapolri, Rabu (30/9).

Salah satu yang menyoroti peredaran narkoba adalah anggota Komisi III F-Demokrat Hinca Pandjaitan. Hinca meminta Kapolri membuat peta jalur peredaran narkoba hingga ke desa-desa. Peta itu menurutnya bisa dikaitkan dengan peta peredaran narkoba dunia yang juga telah disusun oleh Polri.

"Saya kira ini penting sekali untuk kita dapatkan peta ini," ujar Hinca.

Baca Juga

Anggota DPR Ini Nilai Perlu Dibangun Museum Kekejaman Komunis di Eks Markas PKI

Anggota Komisi III DPR F-Golkar, Andi Rio Idris Padjalangi juga meminta Kapolri mengungkap bandar-bandar besar yang terlibat dalam peredaran narkoba. Menurutnya, saat ini baru bandar-bandar kecil yang berhasil ditangkap.

"Oleh karenanya, saya berharap tolong cari dan tangkap pelaku bandar-bandar besar tersebut, karena selama ini yang beredar di Sulsel maupun di kabupaten-kabupaten lain itu adalah hanya bandar-bandar kecil ataupun pedagang kecil, kita tidak tahu siapa bandar besarnya. Sampai sekarang belum tertangkap bandar besarnya," kata Andi Rio.

Idham Azis lantas memaparkan capaian Polri mengungkap peredaran sabu dari bulan Januari hingga Agustus 2020.

"Peredaran narkoba dari Januari sampai Agustus 2020 Polri mengungkap 29.615 perkara dengan 38.960 tersangka," kata Idham.

Ketua Komisi III DPR Herman Hery memimpin rapat virtual bersama Kapolri Jenderal Idham Azis di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (30/9/2020). Rapat membahas evaluasi pengamanan dan pengawalan selama era Normal Baru serta penanganan kasus-kasus hukum terkini. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/hp.
Ketua Komisi III DPR Herman Hery memimpin rapat virtual bersama Kapolri Jenderal Idham Azis di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (30/9/2020). Rapat membahas evaluasi pengamanan dan pengawalan selama era Normal Baru serta penanganan kasus-kasus hukum terkini. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/hp.

Idham melanjutkan, barang bukti narkoba yang diamankan adalah sabu, ganja dan ekstasi. Kemudian, ada heroin serta kokain.

"Barang bukti narkoba yang diamankan antara lain sabu sebanyak 4,75 ton, ganja 41,5 ton dan di luar area lebih kurang 77,1 hektare. Lalu ekstasi 637.773 butir, heroin 39,4 kilogram, dan kokaim 306,8 gram," ungkapnya.

Idham menuturkan, pengungkapan yang mendapat perhatian publik antara lain ialah pengungkapan oleh Satgassus merah putih sebanyak 821 kilogram dan 402 kilogram sabu. Lalu, Polda Metro Jaya 288 kilogram sabu dan 336 kilogram ganja.

Kemudian, Polda Kalimantan Selatan 212,8 6 mengungkap kilogram sabu dan 14.032 ekstasi, Polda Bangka Belitung 200 kilogram sabu, serta Polda Sumatera Utara 100 kilogram sabu dan 50.000 ekstasi.

"Polrestabes Surabaya 100 kilogram sabu dan Dirtipidnarkoba Bareskrim 71 kilogram sabu," jelas eks Kapolda Metro Jaya itu.

Idham mengatakan jajaran Polri harus menindak pelaku kejahatan narkoba ini sesuai SOP. Idham menegaskan dirinya tak akan segan-segan mengganti para Direktur Narkoba (Dirnarkoba) yang lembek dalam penanganan masalah narkoba di wilayahnya.

"Yang penting melakukannya sesuai dengan SOP, tindakan tegas dan terukur sesuai dengan SOP. Bapak boleh cek semua para Kapolda, saya sudah bilang sama Dir Narkoba, kalau dia takut-takut , saya cari pemain pengganti. Banyak ini pemain pengganti kalau Dir Narkobanya ayam sayur," tegas Idham.

"Jadi, saya ingin semua Dir Narkoba saya jangan ada yang ayam sayur," lanjut dia.

Baca Juga

Dokter Tersangka Klinik Aborsi Raden Saleh Meregang Nyawa

Idham juga memuji Dir Narkoba di sejumlah Polda. Ia pun berkelakar akan memberikan mereka hadiah.

"Itu kayak Dir Narkoba Polda Metro itu bagus itu, Dir Narkoba Sumut, Riau saya suka itu. Saya bahkan tanya nomor sepatunya itu, Pak, berapa nomor sepatunya Dir Narkoba," pungkasnya seraya tertawa. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Selvi Ananda Boyong Kedua Anaknya ke Rumah Dinas Loji Gandrung
Indonesia
Selvi Ananda Boyong Kedua Anaknya ke Rumah Dinas Loji Gandrung

Ia menegaskan pihaknya tidak akan terburu-buru pindah ke Rumah Dinas (Rumdin) Loji Gandrung di Jalan Slamet Riyadi. Kedua anak nanti juga akan diboyong di Rumdin Loji Gandrung, tetapi tidak untuk saat ini.

Mendag Optimistis Trade Expo 2020 Dapat Tingkatkan Ekspor Produk Indonesia
Indonesia
Mendag Optimistis Trade Expo 2020 Dapat Tingkatkan Ekspor Produk Indonesia

"Hingga hari ini 10.30 kami mencatat sebanyak 3.870 buyer terdapat terdaftar dari 109 negara melalaui pendaftaran online maupun perwakilan RI di luar negeri," jelasnya.

Penyebaran Corona Masih Tinggi, tidak Etis Jokowi Berlakukan Kebijakan New Normal
Indonesia
Penyebaran Corona Masih Tinggi, tidak Etis Jokowi Berlakukan Kebijakan New Normal

"Sementara prasyarat untuk mencegah penularan COVID-19, terutama jaga jarak (social/physical distancing), semakin sulit diwujudkan," kata Abdul

KPK Akhirnya Tahan Bekas Dirut Pelindo II RJ Lino
Indonesia
KPK Akhirnya Tahan Bekas Dirut Pelindo II RJ Lino

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menahan bekas Direktur Utama (Dirut) PT Pelindo II Richard Joost Lino (RJ Lino), Jumat (26/3).

Sejumlah Ruas Jalan di Jakarta Terpaksa Dialihkan Akibat Banjir
Indonesia
Sejumlah Ruas Jalan di Jakarta Terpaksa Dialihkan Akibat Banjir

Total ada 300 petugas gabungan di lokasi

Warga Usia di Bawah 45 Tahun Boleh Bekerja, PKS: Keputusan Berisiko
Indonesia
Warga Usia di Bawah 45 Tahun Boleh Bekerja, PKS: Keputusan Berisiko

Mardani berujar, bisa saja kebijakan ini malah memperluas penyebaran corona.

Diduga Bertemu Djoko Tjandra, Jaksa Pinangki Diperiksa Komisi Kejaksaan
Indonesia
Diduga Bertemu Djoko Tjandra, Jaksa Pinangki Diperiksa Komisi Kejaksaan

Menurut Barita, Pinangki bakal diperiksa hari ini terkait dugaan pertemuan dengan Djoko Tjandra dan pengacaranya, Anita Kolopaking.

Cucu Bung Karno: Kader PDIP Wajib Menangkan Eri Cahyadi-Armudji
Indonesia
Cucu Bung Karno: Kader PDIP Wajib Menangkan Eri Cahyadi-Armudji

Sebab, kemenangan di pilkada ini adalah soal marwah partai, dimana di Kota Pahlawan inilah Bung Karno dilahirkan.

Peserta CFD BKT Nikmati 'Salju'
Indonesia
Peserta CFD BKT Nikmati 'Salju'

Mereka ada yang berfoto dan membuat video dari jembatan pintu air serta bantaran yang berdekatan dengan posisi busa.

Pemprov DKI Berencana Tingkatkan RS Rujukan COVID-19 Hingga 50 Persen
Indonesia
Pemprov DKI Berencana Tingkatkan RS Rujukan COVID-19 Hingga 50 Persen

Pemprov DKI juga terus berupaya menambahkan fasilitas kesehatan