DPR Desak KAI Tindak Tegas Oknum Petugas yang Diduga Bocorkan Data Penumpang

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Senin, 12 Januari 2026
DPR Desak KAI Tindak Tegas Oknum Petugas yang Diduga Bocorkan Data Penumpang

Kereta Api Jarak Jauh.(foto: dok PT KAI)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Anggota Komisi VI DPR RI, Imas Aan Ubudiyah, mendesak PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk menindak tegas oknum petugas KAI Services yang diduga menyalahgunakan data pribadi penumpang dan melakukan komunikasi tanpa izin, sebagaimana viral di media sosial.

Legislator dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menegaskan bahwa permintaan maaf dari manajemen PT KAI tidaklah cukup, mengingat dugaan pelanggaran tersebut menyangkut perlindungan data pribadi dan rasa aman konsumen, yang merupakan tanggung jawab mutlak perusahaan.

“Saya kira permohonan maaf saja tidak cukup. Harus ada tindakan tegas dari manajemen terhadap siapa pun yang berani melanggar SOP perusahaan, apalagi sampai membuka dan menggunakan data pribadi penumpang tanpa izin,” tegas Imas di Jakarta, Senin (12/1).

Baca juga:

10 Tujuan Favorit Wisatawan Asing Dengan Menggunakan Kereta Api

Menurutnya, tindakan oknum petugas tersebut mencerminkan pelanggaran serius terhadap standar operasional dan etika pelayanan, serta berpotensi melanggar ketentuan perlindungan data pribadi yang berlaku di Indonesia.

Sebagai sesama perempuan, Imas mengaku sangat memahami kepanikan dan tekanan psikologis yang dialami korban dalam kasus tersebut.

“Sebagai sesama perempuan, saya tentu ikut merasakan bagaimana kepanikan korban. Bayangkan, tiba-tiba data pribadi bocor begitu saja, dan yang lebih mengkhawatirkan, dilakukan oleh oknum yang seharusnya bertanggung jawab penuh menjaga keamanan dan kerahasiaan data penumpang,” ujarnya.

Imas menilai, kasus ini tidak boleh dipandang sebagai persoalan individu semata, melainkan menjadi indikasi lemahnya pengawasan internal di tubuh perusahaan. Oleh karena itu, ia mendesak PT KAI melakukan evaluasi menyeluruh, mulai dari sistem pengelolaan data penumpang, mekanisme pengawasan petugas, hingga pelatihan etika pelayanan.

Lebih lanjut, Imas memastikan bahwa Komisi VI DPR RI akan memanggil manajemen PT KAI untuk meminta penjelasan secara langsung.

“DPR akan memanggil manajemen KAI untuk memastikan pengawasan berjalan optimal, ada sanksi nyata bagi pelanggar, dan kejadian serupa tidak terulang. Keamanan dan kenyamanan penumpang tidak boleh ditawar,” tutupnya.

Baca juga:

KAI Catat Lonjakan Wisatawan Mancanegara, Kereta Jadi Andalan Turis Asing

Kasus dugaan penyalahgunaan data pribadi ini mencuat setelah pengakuan seorang penumpang perempuan viral di media sosial. Korban membagikan pengalamannya melalui akun X @olivehateem_, yang kemudian menuai perhatian luas dari publik.

Dalam unggahannya, korban mengaku diajak berbincang oleh seorang pria yang duduk di sebelahnya saat perjalanan kereta. Namun, pria tersebut secara mengejutkan mengetahui sejumlah data pribadi korban, meski keduanya tidak saling mengenal sebelumnya.

“Mba ini nomerku yang sebelah tempat duduk kamu tadi,” tulis oknum petugas KAI Services, sebagaimana dikutip dari tangkapan layar unggahan korban.

Merasa tidak nyaman, korban langsung menegur pria tersebut dan menyampaikan keberatannya.

“Mas maaf banget ini nomor pribadi, enggak pernah saya share ke siapa-siapa selain keluarga. Saya sebenarnya tadi kurang nyaman juga data saya diakses dan dijadiin bahan obrolan,” balas korban.

Setelah ditelusuri, korban mengetahui bahwa pria tersebut merupakan karyawan PT Reska Multi Usaha (KAI Services), anak usaha PT Kereta Api Indonesia, dan diduga menyalahgunakan akses data penumpang. (Pon)

#PT KAI #Komisi VI DPR #Data Pribadi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Ada Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran, Stasiun Gambir Beroperasi Normal
penyampaian pendapat dilaksanakan hari ini mulai pukul 10.00 WIB dengan titik kegiatan berada di sekitar kawasan Monas, Tugu Tani, gedung DPR/MPR, UKI Cawang, Bundaran Senayan, dan Rawamangun.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 20 Oktober 2026
Ada Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran, Stasiun Gambir Beroperasi Normal
Indonesia
LRT Jakarta Terhubung Sampai Manggarai, KAI Dukung Penyelesaian Akses Langsung ke Stasiun
Penyelesaian fasilitas penghubung langsung antarkeduanya masih dilakukan agar perpindahan pelanggan antarmoda di masa depan dapat semakin mudah.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
LRT Jakarta Terhubung Sampai Manggarai, KAI Dukung Penyelesaian Akses Langsung ke Stasiun
Indonesia
2 Warga Tewas Tertemper Kereta Api Parahyangan di Karawang
Peristiwa itu terjadi pada Minggu siang di perlintasan sebidang liar KM 67+400–500, antara Stasiun Karawang dan Stasiun Klari.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 11 Oktober 2026
2 Warga Tewas Tertemper Kereta Api Parahyangan di Karawang
Indonesia
Pelanggan Kereta Panoramic Naik, KAI Catat 140.583 Orang hingga Agustus 2026
Pelanggan Kereta Panoramic mencapai 140.583 orang sepanjang Januari-Agustus 2026, tumbuh 62,86 persen dibandingkan periode yang sama 2025.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
Pelanggan Kereta Panoramic Naik, KAI Catat 140.583 Orang hingga Agustus 2026
Indonesia
7 Trainset KRL Kembali Beroperasi di Bogor, Kapasitas Layanan Bertambah
Sebanyak tujuh trainset KRL kembali beroperasi di Bogor. Kini, kapasitas layanannya sudah bertambah.
Soffi Amira - Selasa, 06 Oktober 2026
7 Trainset KRL Kembali Beroperasi di Bogor, Kapasitas Layanan Bertambah
Indonesia
Komdigi Bersama Polisi Bakal Lebih Aktif Usut Jual Beli Data Pribadi
Penelusuran dilakukan untuk mengidentifikasi sumber penyebaran, sarana yang digunakan, serta pihak-pihak yang terlibat sesuai dengan kewenangan masing-masing lembaga.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 02 Oktober 2026
Komdigi Bersama Polisi Bakal Lebih Aktif Usut Jual Beli Data Pribadi
Indonesia
Danantara Belum Pastikan Bakal Kucurkan Dana Buat Impor Kereta Bekas Dari Jepang
Terkait kebutuhan pendanaan rencana impor KRL bekas dari Jepang tersebut, Dony belum dapat memastikan terkait keterlibatan Danantara,
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 02 Oktober 2026
Danantara Belum Pastikan Bakal Kucurkan Dana Buat Impor Kereta Bekas Dari Jepang
Indonesia
172 Perlintasan Ditutup, KAI masih Kejar Pengamanan 190 Titik Rawan
Perusahaan kini memusatkan perhatian pada 190 titik lainnya yang dinilai membutuhkan peningkatan fasilitas keselamatan.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Oktober 2026
172 Perlintasan Ditutup, KAI masih Kejar Pengamanan 190 Titik Rawan
Indonesia
Tindak Lanjuti Rekomendasi KNKT, KAI Tutup 172 Perlintasan
KAI menerbitkan instruksi penutupan 172 titik perlintasan sebidang dan per 23 Juli 2026 seluruh target tersebut telah terealisasi.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Tindak Lanjuti Rekomendasi KNKT, KAI Tutup 172 Perlintasan
Indonesia
KA Argo Muria, KA Argo Sindoro dan KA Argo Merbabu Dilebur Jadi KA Muria
Perubahan tersebut merupakan penyederhanaan identitas layanan untuk menghadirkan nama yang lebih ringkas, konsisten, dan mudah dikenali pelanggan
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
KA Argo Muria, KA Argo Sindoro dan KA Argo Merbabu  Dilebur Jadi KA Muria
Bagikan