DPR: Calon Panglima TNI Jangan Punya Beban Luka bagi Keluarga Korban Nanggala Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Foto: Twitter/@Puspen_TNI

MerahPutih.com - Anggota Komisi I DPR RI, Dede Indra Permana menyatakan, sebaiknya calon Panglima TNI akan datang merupakan sosok yang tidak mempunyai beban luka bagi keluarga korban KRI Nanggala 402.

Pernyataan itu disampaikan Dede saat ditanya soal sosok Panglima TNI yang pantas menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto yang pensiun November 2021 nanti.

Baca Juga

Laksamana Yudo Margono Dinilai Layak Jadi Calon Panglima TNI

"Kita tahu kecelakaan Nanggala tak hanya meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban. Tapi juga, dalam benak mereka terbersit pertanyaan, siapa yang bertanggungjawab atas kejadian itu. Sampai saat ini belum ada pihak yang bertanggungjawab, baik itu Panglima TNI, KASAL, atau komandannya," ucap Dede dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (7/7)

Menurut Politisi PDI Perjuangan ini, Panglima TNI yang baru mesti menyikapi persoalan itu. Karena tidak mungkin mengabaikan suara hati para keluarga korban.

Walaupun, kata Dede, dalam kejadian Nanggala ada yang berpendapat bahwa tragedi tersebut dikarenakan kondisi kapal yang tidak layak tetapi ada pula yang berpendapat faktor alam yang menjadi penyebabnya, sehingga tidak ada pihak yang bisa disalahkan.

Tetapi, ucap alumnus Universitas Diponegoro itu, kemudian muncul pertanyaan apabila kondisi kapal ataupun alam dinilai tidak memungkinkan, mengapa program latihan tersebut tetap dijalankan?

Anggota Komisi I DPR RI, Dede Indra Permana. Foto: dpr.go.id

"Entah alasannya karena apapun, kondisi kapal yang tidak layak atau kondisi alam, tetap harusnya ada yang bertanggungjawab atas kejadian Nanggala. Sampai sekarang belum ada jawabannya, baik dari KASAL maupun Panglima TNI. Jadi, siapapun Panglima TNI nanti, sebaiknya sosok yang tidak meninggalkan luka yang sebelumnya," papar Dede.

Terlebih, muncul kabar ada korban Nanggala yang berasal dari instansi atau aparat lain yang tidak diungkap ke publik. Maka, menjadi sepantasnya Panglima TNI ke depan adalah yang tidak memiliki beban persoalan kala yang bersangkutan menjabat.

Oleh karena itu, menurutnya, untuk alternatif calon Panglima TNI, Presiden Joko Widodo dapat mempertimbangkan KASAD Jenderal Andika Perkasa atau KASAU Marsekal Fadjar Prasetyo.

"Jadi tidak bisa dihilangkan bahwa ada persoalan Nanggala yang masih menjadi misteri siapa yang tanggung jawab. Ini beban bagi KASAL. Dan salah satu kriteria seorang Panglima sebagai pemegang komando militer Republik Indonesia selain mempunyai kemampuan yang mumpuni adalah seorang ksatria yang bertanggungjawab atas segala kejadian di angkatannya," tegasnya.

Menurutnya, tak pantas bila seorang perwira tinggi melempar kesalahan dan tanggung jawab. Karena jika soal melempar tanggung jawab siapapun bisa melakukannya.

"Alangkah baiknya ada yang mengakui, dan mengambil sikap tanggung jawab. 'Saya yang salah, saya yang mengundurkan diri'. Itu baru kesatria. Ini alternatif pandangan saya, saya tidak berani memberikan pandangan utama, sebaiknya dari KASAD dan KASAU, paling tidak Panglima TNI ini tidak meninggalkan luka yang sebelumnya," pungkas Dede. (*)

Baca Juga

Berharta Rp 179 Miliar, KSAD Andika Punya Tanah di Australia hingga Amerika

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Said Iqbal Jadi Presiden Partai Buruh Periode 2021 - 2026
Indonesia
Said Iqbal Jadi Presiden Partai Buruh Periode 2021 - 2026

Said Iqbal resmi menjabat sebagai Presiden Partai Buruh periode 2021—2026, setelah pelantikannya pada Kongres Nasional IV Partai Buruh di Jakarta, Selasa (5/10).

Siapkan Lahan 2 Hektar, Bos Arema FC bakal Bangun RS Lapangan Khusus COVID-19
Indonesia
Siapkan Lahan 2 Hektar, Bos Arema FC bakal Bangun RS Lapangan Khusus COVID-19

Terkait rencana tersebut, bos Arema FC optimistis pembangunan RS lapangan tersebut bakal rampung di rentang waktu satu hingga dua pekan ke depan.

Puan Harap Kejagung Jadi Panglima Pemberantasan Korupsi
Indonesia
Puan Harap Kejagung Jadi Panglima Pemberantasan Korupsi

Kejaksaan RI, pinta Puan, mengedepankan kepentingan rakyat dalam pengusutan kasus, terutama terkait tindak pidana korupsi.

Anies Gratiskan PBB Rumah dengan NJOP di Bawah Rp 2 Miliar, DPRD DKI: Belum Tepat!
Indonesia
Anies Gratiskan PBB Rumah dengan NJOP di Bawah Rp 2 Miliar, DPRD DKI: Belum Tepat!

Hasbiallah Ilyas menilai kebijakan Anies yang membebaskan PBB dengan NJOP di bawah Rp 2 miliar tidak tepat.

Putin Klaim Kemenangan di Kota Pelabuhan Mariupol
Dunia
Putin Klaim Kemenangan di Kota Pelabuhan Mariupol

Rusia pada Kamis (21/4) menyatakan kemenangan dalam pertempuran terbesar di Ukraina dengan menyebut kota pelabuhan Mariupol "sudah dibebaskan".

Program Laptop Merah Putih Jangan Sampai Bernasib Seperti 1Bestarinet Malaysia
Indonesia
Program Laptop Merah Putih Jangan Sampai Bernasib Seperti 1Bestarinet Malaysia

Pemerhati pendidikan Vox Point Indonesia, Indra Charismiadji, menilai program pengadaan laptop merah putih senilai Rp 17 triliun tersebut tidak akan berdampak pada peningkatan mutu pendidikan Indonesia

Survei LSJ: Elektabilitas Prabowo Paling Tinggi
Indonesia
Survei LSJ: Elektabilitas Prabowo Paling Tinggi

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto menjadi calon presiden yang paling tinggi tingkat popularitasnya pada Pemilu 2024 mendatang. Tingkat popularitas Menteri Pertahanan (Menhan) itu mencapai 97,6 persen.

Seluruh ASN Wajib Sikap Sempurna Saat Upacara Detik-Detik Proklamasi
Indonesia
Seluruh ASN Wajib Sikap Sempurna Saat Upacara Detik-Detik Proklamasi

"Mari kita berbuat kepentingan masyarakat banyak kepentingan bangsa dan negara," ucap Riza.

Wagub DKI Harap Konser Justin Bieber Bisa Tingkatkan Perekonomian Jakarta
Indonesia
Wagub DKI Harap Konser Justin Bieber Bisa Tingkatkan Perekonomian Jakarta

Riza berharap, dengan terselenggaranya konser penyanyi internasional itu bisa menumbuhkan ekonomi Jakarta.

Polri Bakal Gelar Operasi Lalin di Pusat Keramaian Saat Ramadan
Indonesia
Polri Bakal Gelar Operasi Lalin di Pusat Keramaian Saat Ramadan

Polri memetakan sejumlah titik-titik kemacetan dan kepadatan arus lalu lintas di Jakarta, terutama saat bulan Ramadan. Nantinya, polisi juga akan operasi rutin di beberapa lokasi.