DPR Apresiasi KPK Ungkap Kasus Korupsi di Ditjen Pajak Anggota DPR M Misbakhun (Foto: fraksigolkar.or.id)

MerahPutih.com - Anggota Komisi XI DPR Misbakhun mengapresiasi kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi yang berhasil mengungkap kasus dugaan korupsi di Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan.

"Ruang korupsi sangat besar di Ditjen Pajak, maka KPK telah menjadi bagian dari sistem pencegahan. Di internal mereka sendiri ada pengawasan internal sampai pada unit paling bawah," kata Misbakhun kepada wartawan, Rabu, (3/3).

Baca Juga

KPK Sidik Dugaan Suap Pajak di Kemenkeu

Politikus Golkar ini juga mendukung kerja sama antara Ditjen Pajak dengan KPK sebagai bagian dari upaya pencegahan korupsi. Hal ini mengingat besarnya ruang korupsi yang ada di Ditjen Pajak.

"Banyak pertukaran informasi antara Ditjen Pajak dengan KPK dilakukan dalam memperbaiki tingkat kepatuhan wajib pajak pas sektor-sektor dimana konsesi milik negara dikerjakan oleh pihak swasta seperti pertambangan, perkebunan, kehutanan dan lainnya," beber Misbakhun.

Menurut Misbakhun, kasus ini menjadi momentum pembelajaran sekaligus peringatan untuk seluruh pegawai pajak dan seluruh Wajib Pajak bahwa ruang korupsi kini semakin sempit.

"Jangan hanya melihat kepada pegawai pajak, tetapi harus ditekankan bahwa peringatan ini juga untuk Wajib Pajak," tutur Misbakhun.

Misbakhun
Misbakhun

Meski demikian, Misbakhun tetap mengapresiai, pegawai Ditjen Pajak yang selalu bekerja keras dalam menghimpun penerimaan negara dari pajak untuk mengisi kas negara.

"Porsi lebih dari 80% dari pendapatan perpajakan APBN adalah angka yang sangat besar dan sangat berarti," imbuhnya.

Pegawai Ditjen pajak, kata Misbakhun, selama ini menjadi tulang punggung penerimaan negara. Ia berharap pegawai Ditjen Pajak tetap menjalankan tugas dengan menjaga situasi tetap kondusif di tengah tekanan publik dan godaan uang setiap saat.

"Pada saat yang sama seperti kita ketahui tekanan tehadap penerimaan pajak sangat dalam akibat dari tekanan pada sektor ekonomi yag disebabkan pandemi oleh pandemi COVID-19," tutup Misbakhun.

Sebelumnya Wakil Ketua KPK Alexander Marwata memgungkapkan, pihaknya tengah melakukan penyidikan terkait kasus dugaan korupsi di Ditjen Pajak.

"Kami sedang penyidikan betul," kata Alexander Marwata di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (2/3).

Namun, Alex belum bisa mengungkap identitas pihak yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

"Tapi tersangkanya nanti dalam proses penyidikan itu kan mencari alat bukti untuk menetapkan tersangka. Ini yang sedang kami lakukan," ujarnya.

Alex menjelaskan modus dugaan rasuah ini diawali dari pihak wajib pajak yang memberikan sejumlah uang supaya nilai pembayaran pajaknya menjadi rendah.

"Selalu ada imbal balik ketika itu menyangkut perpajakan itu ada kepentingan PT dengan pejabat pajak, kalau mau pajaknya rendah ada upahnya kan gitu," jelas dia.

Menurut Alex, nilai suap dalam dugaan korupsi yang terjadi di kementerian yang dipimpin Sri Mulyani Indrawati ini mencapai miliaran rupiah.

"Nilai suapnya besar juga, puluhan miliar," imbuhnya. (Pon)

Baca Juga

Bos PT PAL Budiman Saleh Segera Duduk di Kursi Pesakitan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Marah Dituding Ingin Kudeta Demokrat, Moeldoko Ancam AHY
Indonesia
Marah Dituding Ingin Kudeta Demokrat, Moeldoko Ancam AHY

Ia pun memberikan ancaman kepada Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)

Kejagung Korek Keterangan Tiga Pejabat OJK Terkait Korupsi Jiwasraya
Indonesia
Kejagung Korek Keterangan Tiga Pejabat OJK Terkait Korupsi Jiwasraya

"Mereka berstatus saksi diperiksa untuk tersangka FH," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Hari Setiyono

Yogyakarta Punya Bandara Baru, Jokowi: Datangkan 20 Juta Penumpang
Indonesia
Yogyakarta Punya Bandara Baru, Jokowi: Datangkan 20 Juta Penumpang

Bandara baru ini memiliki panjang lintasan runway 3.250 meter, atau lebih panjang dibandingkan bandara lama Adisutjipto Yogyakarta yang hanya 2.200 meter.

Kasus COVID-19 Bertambah Parah, Palestina Perpanjang Lockdown
Indonesia
Kasus COVID-19 Bertambah Parah, Palestina Perpanjang Lockdown

Lockdown akan mulai berlaku pada hari Rabu pagi hingga Senin pagi.

Kejagung Mulai Penyidikan Terkait Dugaan Tindak Pidana Jaksa Pinangki
Indonesia
Kejagung Mulai Penyidikan Terkait Dugaan Tindak Pidana Jaksa Pinangki

Kejaksaan Agung mulai melakukan penyidikan terkait dengan dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh jaksa Pinangki Sirna Malasari (PSM).

BMKG Jelaskan Suara Dentuman yang Bikin Geger Warga Bali
Indonesia
BMKG Jelaskan Suara Dentuman yang Bikin Geger Warga Bali

Sejak pukul 08.00 hingga 12.00 WITA tidak ada aktivitas gempa di wilayah Bali

Bupati Klaten Politisasi Bansos COVID-19
Indonesia
Bupati Klaten Politisasi Bansos COVID-19

Trubus berpendapat politisasi bansos di tengah krisis tak akan membawa dampak positif bagi pemerintahan.

Kejaksaan Agung Buka Sosok Cleaning Service yang Diduga Terlibat Insiden Kebakaran
Indonesia
Kejaksaan Agung Buka Sosok Cleaning Service yang Diduga Terlibat Insiden Kebakaran

Tanggapan tersebut merupakan respons terhadap pernyataan anggota Komisi III DPR Arteria Dahlan.

Menteri Nadiem Beberkan Empat Syarat Pembukaan Sekolah di Zona Hijau
Indonesia
Menteri Nadiem Beberkan Empat Syarat Pembukaan Sekolah di Zona Hijau

saat ini hanya ada 6 persen peserta didik di Indonesia yang berada di zona hijau, namun tetap harus memenuhi sejumlah syarat.

Jaksa Penuntut Penyerang Novel Dinilai Terlalu Lembek
Indonesia
Jaksa Penuntut Penyerang Novel Dinilai Terlalu Lembek

Seharusnya kedua terdakwa dijerat dengan pasal yang lebih berat, yaitu pasal 355 KUHP tentang penganiayaan berat yang direncanakan.