DPR Anggap Keberadaan Wakil KSP Wujud Sistem Presidensialisme Ilustrasi: Moeldoko bersama para staff KSP (Setkab.go.id)

Merahputih.com - Wakil Ketua Komisi II DPR RI dari Fraksi PPP, Arwani Thomafi menilai keberadaan Wakil Kepala Staf Kepresidenan yang diatur melalui Peraturan Presiden Nomor 83/2019, merupakan bagian dari perwujudan sistem presidensialisme.

"Keberadaan KSP dan struktur di dalamnya dimaksudkan untuk menguatkan kerja-kerja Presiden. Makanya secara normatif sah-sah saja," kata Arwani di Jakarta, Kamis (26/12).

Baca Juga

Moeldoko Bantah Sengaja Amankan Eks Direktur Jiwasraya sebagai Staf Ahli KSP

Namun menurut dia, keberadaan pos baru berupa Wakil KSP perlu dijelaskan ke publik terkait urgensi pos baru tersebut.

Setidaknya menurut dia, keberadaan pos baru tersebut merupakan hasil kajian yang mendalam disebabkan karena kebutuhan organisasi dan dalam rangka akselerasi kerja KSP.

"Pemerintah agar dapat menjelaskan secara terang atas keberadaan pos baru di KSP ini," ujarnya.

ilustrasi DPR RI (ANTARA FOTO)

Dia menilai jangan sampai ada kesan bahwa keberadaan pos Wakil KSP ini justru bertolak belakang dengan agenda besar Presiden Jokowi, yaitu semangat untuk merampingkan organisasi pemerintahan.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menandatangani Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2019 tentang Kantor Staf Presiden. Dalam Perpres tersebut disiapkan pos baru yaitu Wakil Kepala Staf Kepresidenan.

Baca Juga

Kesal Anggota TGUPP Dipangkas, Bambang Widjojanto Sindir KSP Jokowi

Dalam Pasal 4 Perpres Nomor 83/2019 disebutkan susunan KSP yaitu:

1. Kepala Staf Kepresidenan

2. Wakil Kepala Staf Kepresidenan

3. Deputi

4. Tenaga Profesional (*)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH