DPR Akan Bahas RUU TPKS pada Masa Reses DPR RI. (Foto: MP/Dicki Prasetia)

MerahPutih.com - DPR akan membahas Rancangan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS) pada masa reses. Diketahui, DPR memasuki masa reses pada Jumat (18/2).

Ketua Panitia Kerja (Panja) RUU TPKS Willy Aditya mengatakan, langkah tersebut sudah mendapatkan izin dari pimpinan DPR.

"RUU TPKS dibahas di masa reses, diberikan izin di masa reses, dan pimpinan mengiyakan," kata Willy Aditya kepada wartawan, Jumat (11/2).

Baca Juga:

DPR Sebut Pemerintah Sampaikan DIM RUU TPKS Hari Ini

Politikus Partai NasDem ini mengungkapkan, pihaknya dua minggu lalu sudah bersurat kepada Badan Musyawarah (Bamus) untuk meminta perizinan menggelar sidang pada masa reses.

"Kami sudah bersurat pada Bamus yang sebelumnya, dua minggu lalu, untuk proses pembahasan RUU TPKS," ujar Willy.

Baca Juga:

Perbudakan Seksual Masuk Dalam Bahasan RUU TPKS

Diketahui, pembahasan RUU TPKS ini tinggal menunggu surat presiden (surpres) dan daftar inventarisasi masalah (DIM) dari pemerintah.

Willy memastikan, apabila dua hal tersebut sudah diterima DPR, maka pembahasan RUU TPKS yang menjadi inisiatif DPR ini bakal langsung dimulai.

"Nanti kan minggu minggu depan itu sudah paripurna penutupan tanggal 17 (Februari 2022). Ya, nanti kalau bisa surpres masuk hari ini, rencana hari ini mau tanda tangan," kata Willy. (Pon)

Baca Juga:

Tujuan Pemerintah Libatkan Masyarakat Sipil dalam Pembahasan RUU TPKS

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Lembaga Amil Zakat Wajib Laporkan Keuangan 2 Kali Dalam Setahun
Indonesia
Lembaga Amil Zakat Wajib Laporkan Keuangan 2 Kali Dalam Setahun

Lembaga Amil Zakat memiliki kewajiban melaporkan pelaksanaan pengumpulan, pendistribusian, dan pendayagunaan zakat yang telah diaudit kepada Baznas

PDIP Motivasi Anak Muda Untuk Ikuti Teladan Bung Karno
Indonesia
PDIP Motivasi Anak Muda Untuk Ikuti Teladan Bung Karno

Peraih Emas Olimpiade Tokyo 2000, yang merupakan Atlet pebulutangkis Indonesia, Greysia Polii mengaku bangga bisa mengibarkan merah putih dan mengharumkan nama Indonesia di ajang olahraga internasional.

Partai Garuda Apresiasi Putusan MK soal Menteri Maju Capres tak Perlu Mundur
Indonesia
Partai Garuda Apresiasi Putusan MK soal Menteri Maju Capres tak Perlu Mundur

Putusan tersebut tertuang dalam putusan perkara nomor 68/PUU-XX/2022. MK menerima sebagian permohonan gugatan yang diajukan Partai Garuda terkait Pasal 170 ayat 1 UU Pemilu.

Pihak Paling Diuntungkan dari Pelaksanaan Formula E
Indonesia
Pihak Paling Diuntungkan dari Pelaksanaan Formula E

Sehingga penyelenggaraan Formula E tetap bisa berlangsung sesuai rencana pada 4 Juni 2022

Politisi PPP Beberkan 3 Sosok Capres Terkuat Koalisi Indonesia Bersatu
Indonesia
Politisi PPP Beberkan 3 Sosok Capres Terkuat Koalisi Indonesia Bersatu

Arsul Sani membeberkan tiga tiga nama terkuat yang saat ini digadang-gadang akan menjadi capres dari Koalisi Indonesia Bersatu

Pengusutan Kasus Izin Ekpor Minyak Goreng Jangan Hanya Sampai Pelaksana
Indonesia
Pengusutan Kasus Izin Ekpor Minyak Goreng Jangan Hanya Sampai Pelaksana

Hingga hari ini harga minyak goreng masih tinggi di masyarakat. Hal ini sebuah ironi terjadi di salah satu negara penghasil sawit terbesar d dunia.

Saran Luhut ke Jokowi Tentang Status Endemi COVID-19 Kado 17 Agustus
Indonesia
Saran Luhut ke Jokowi Tentang Status Endemi COVID-19 Kado 17 Agustus

Luhut mengaku telah mengatakan kepada Presiden Jokowi agar melihat perkembangan penyebaran pandemi COVID-19 selama bulan Juni dan Juli.

Puan Maharani Segera Temui PAN dan PPP
Indonesia
Puan Maharani Segera Temui PAN dan PPP

Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Puan Maharani akan melanjutkan safari politiknya.

Jelang Akhir Tahun, Antibodi COVID-19 Orang Indonesia Dekati 100 Persen
Indonesia
Jelang Akhir Tahun, Antibodi COVID-19 Orang Indonesia Dekati 100 Persen

Kadar antibodi terhadap SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 masyarakat mencapai 98,5 persen.

FX Hadi Rudyatmo Bicara soal Pembentukan Dewan Kolonel oleh Loyalis Puan
Indonesia
FX Hadi Rudyatmo Bicara soal Pembentukan Dewan Kolonel oleh Loyalis Puan

FX Hadi Rudyatmo angkat suara terkait polemik munculnya dewan kolonel itu.