DPR Ajak Rakyat Cermati Kontroversi RUU Ketahanan Keluarga Wakil Ketua DPR periode 2019-2024, Sufmi Dasco Ahmad. (ANTARA FOTO/Abdu Faisal)

Merahputih.com - Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad tak ingin RUU Ketahanan Keluarga jadi kontroversi di tengah-tengah masyarakat. Untuk itu, ia mengajak seluruh pihak mencermati pembahasan RUU Ketahanan Keluarga di Baleg DPR.

"Ya justru karena ada beberapa kontroversi, kita akan sama-sama cermati dalam pembahasan dan sinkronisasi di Baleg nanti," ujar Dasco di komplek parlemen, Rabu (19/2).

Baca Juga:

Omnibus Law Dianggap Korbankan Buruh Demi Investasi

Waketum Gerindra ini mengatakan akan membuat inventarisasi masalah untuk membahas pasal-pasal yang dianggap publik kontroversial.

"Usulan inikan pada periode yang lalu dan baru kemudian akan disinkronisasi sekarang. Dan ini akan kita sama-sama cermati dan sama-sama membuat daftar inventarisasi masalahnya," ucapnya.

Ilustrasi BDSM
Ilustrasi aktivitas seksual BDSM (Net/Ist)

RUU Ketahanan Keluarga memicu perdebatan setelah drafnya tersebar di media sosial. Warganet menganggap RUU tersebut menerabas ruang-ruang privat warga negara.

Beberapa aturan yang disoroti adalah pengaturan peran istri, larangan aktivitas seksual bondage, display, sadism, masochism (BDSM) dan kewajiban pelaku homoseksual melapor.

Baca Juga:

Omnibus Law Bakal Diperkarakan Lantaran Tak Miliki Dasar Hukum

RUU ini diketahui diusulkan Netty Prasetiyani dan Ledia Hanifa dari Fraksi PKS, Endang Maria Astuti dari Fraksi Partai Golkar, Sodik Mudjahid dari Fraksi Partai Gerindra, serta Ali Taher dari Fraksi PAN. Draf aturan tersebut masuk dalam Prolegnas Prioritas 2020. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Warga yang Mudik Lokal ke Jabodetabek Juga Ikut Ditindak?
Indonesia
Dipanggil KPK, Politikus PPP Tambah Bukti Dugaan Gratifikasi Menteri Suharso
Indonesia
Dipanggil KPK, Politikus PPP Tambah Bukti Dugaan Gratifikasi Menteri Suharso

Nizar mengaku memberikan bukti tambahan soal laporannya ke KPK terkait dugaan gratifikasi yang dilakukan oleh Suharso

Sumbangan Dana Kampanye Maju Libas ErJi
Indonesia
Sumbangan Dana Kampanye Maju Libas ErJi

sumbangan dari laporan tersebut selanjutnya akan masuk tahapan LPPDK (Laporan Penerimaan Pengeluaran Dana Kampanye).

[HOAKS Atau FAKTA]: Ma'ruf Amin Berpakaian K-Pop
Indonesia
[HOAKS Atau FAKTA]: Ma'ruf Amin Berpakaian K-Pop

Akun Facebook bernama Jokbui mengunggah status pada tanggal 23 September 2020 di grup WAJAH SIDIMPUAN berupa foto Wakil Presiden Ma’ruf Amin dengan narasi “ANAK K-POP DRAKOR”.

Mantan Pimpinan KPK Sebut Kerumunan Jokowi di Maumere Tidak Ada Unsur Pidana
Indonesia
Mantan Pimpinan KPK Sebut Kerumunan Jokowi di Maumere Tidak Ada Unsur Pidana

Kerumunan terjadi tanpa kesengajaan. Masyarakat datang secara spontan, tanpa ada undangan. Karena itu, menurut Indriyanto, wajar polisi menolak laporan masyarakat atas peritiwa kerumunan di Maumere.

Belasan Orang Ditangkap di Jakarta Pusat karena Tak Hiraukan Larangan Berkerumun di Tengah Pandemi COVID-19
Indonesia
Belasan Orang Ditangkap di Jakarta Pusat karena Tak Hiraukan Larangan Berkerumun di Tengah Pandemi COVID-19

Mereka diciduk karena mengabaikan imbauan untuk menjaga jarak dan beraktivitas di rumah.

Guru Besar UGM Nilai RUU Cipta Kerja Bisa Tarik Investasi Baru
Indonesia
Guru Besar UGM Nilai RUU Cipta Kerja Bisa Tarik Investasi Baru

Permasalahan pelik soal investasi yang dihadapi Indonesia seperti regulasi yang tumpang tindih serta birokrasi yang menyebabkan bottleneck investasi perlu diselesaikan segera.

MPR Tuntut Kejujuran Pemerintah Jangan Tutupi Jumlah Pasien Corona
Indonesia
MPR Tuntut Kejujuran Pemerintah Jangan Tutupi Jumlah Pasien Corona

Bamsoet juga meminta Pemerintah untuk selalu mendukung upaya-upaya yang dilakukan peneliti

[Hoaks atau Fakta]: Anies Juara Lomba Mewarnai
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Anies Juara Lomba Mewarnai

Dari penelusuran Mafindo diketahui foto tersebut merupakan hasil suntingan dari dua sumber foto yang berbeda.

Puskesmas Diminta Aktif Lakukan Deteksi Dini Kasus Suspek COVID-19
Indonesia
Puskesmas Diminta Aktif Lakukan Deteksi Dini Kasus Suspek COVID-19

Puskesmas di Kabupaten Kepulauan Selayar untuk bisa menyamakan persepsi