DPD Sebut Oligarki Lemahkan Civil Society Partai politik di Indonesia saat ini

MerahPutih.com - Dewan Perwakilan Rakyat (DPD) secara konsisten menggaungkan amandemen ke-5 konstitusi. Hal tersebut dilakukan lantaran DPD tak mau Indonesia menjadi negara yang gagal dalam mewujudkan kesejahteraan dan kedaulatan rakyat.

"Sebab, hari ini oligarki partai politik melemahkan keberadaan civil society. Tentu ini sangat berbahaya dan mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara kita," kata Ketua Komite I DPD, Fachrul Razi dalam keterangannya, Minggu (21/11).

Baca Juga:

Jokowi Dorong Lebih Banyak Wirausahawan dari Kalangan Santri

Senator asal Aceh itu melanjutkan, Indonesia sedang berada dalam fase kepemimpinan oligarki. Dalam teori politik, semestinya oligarki mengarahkan kita pada sistem demokrasi. Tetapi yang terjadi di Indonesia justru sebaliknya, demokrasi yang mengantarkan kita pada kekuasaan oligarki.

"Kekuatan partai politik yang menguasai berbagai lini keputusan strategis bangsa ini. Oligarki ini sangat berbahaya. Maka, negara ini perlu kita selamatkan dari cengkraman oligarki," tegas dia.

Maka, perlu ada keseimbangan politik yang kuat antarlembaga tinggi negara. Dikatakannya, saat ini trlah terjadi pergeseran nilai Pancasila yan menjurus pada hilangnya arah masa depan bangsa ini.

"Bangsa kita telah kehilangan arah, mau ke mana kita tahun 2045 dalam rangka Indonesia Emas. Yang terjadi saat ini ketataanegaraan telah bergeser dari Pancasila sebagai pondasi bangsa ini. Maka, butuh Garis Besar Haluan Negara," ujarnya.

Baca Juga:

Golkar Mulai Susun Strategi Menangkan Airlangga di Pilpres 2024, Ganjar Dibidik Cawapres

Saat ini, kata Fachrul Razi, demokrasi kita tengah berada dalam ancaman. Keputusan elit politik berbahaya terhadap kondisi daerah. Tidak ada penyeimbang. Kewenangan DPD terbatas, sehingga tak bisa menjadi penyeimbang.

"Kami hanya stempel pemerintahan ini. Maka, kami ingin mengembalikan penguatan kelembagaan DPD RI dan lembaga-lembaga lainnya di Republik ini," tegas dia.

Menurut Fachrul Razi, ketika oligarki politik dikuasai oligarki hukum, lalu oligarki hukum dikuasai oleh oligarki ekonomi, maka segala keputusan yang diambil akan bersifat transaksional. Dalam Pilpres atau Pilkada misalnya, siapapun yang bertarung nantinya, semua diatur oleh mafia ekonomi.

"Ada transaksional politik. Ada modal politik yang harus dikembalikan. Maka, sumber daya alam kompensasinya. Demokrasi kita tercemari oleh oligarki yang mencengkram kuat. Tak hanya di parlemen, tapi juga di sektor hukum dan lainnya," bebernya.

Baca Juga:

Golkar Diprediksi Menang Banyak Jika Sukses Gandeng Ganjar di Pilpres 2024

Oleh karena itu, Fachrul Razi mengingatkan, konstitusi menjadi pertaruhan apakah Republik ini selamat dari cengkeraman oligarki atau sebaliknya, semakin terjerambab ke dalam.

"Kami berjuang mendorong amandemen konstitusi. Republik ini harus diselamatkan dengan GBHN yang jelas. Jepang misalnya ketika terjadi perubahan kekuasaan, tak terjadi arah yang berubah. Sekarang di Indonesia oligarki akan mengubah sistem sesuai mau mereka," pungkasnya. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Libur Natal, 14.002 Wisatawan Kunjungi Taman Margasatwa Ragunan
Indonesia
Libur Natal, 14.002 Wisatawan Kunjungi Taman Margasatwa Ragunan

Dari 30.000 tiket yang disediakan pengelola secara online, tercatat sebanyak 14.002 pengunjung mengunjungi Ragunan pada Minggu (26/12).

Kasus Istri Disiram Air Keras WNA Arab Saudi, KDRT di Jabar Tinggi
Indonesia
Kasus Istri Disiram Air Keras WNA Arab Saudi, KDRT di Jabar Tinggi

Polri, TNI hingga dinas terkait dan masyarakat setempat untuk bahu membahu melaporkan apabila terjadi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Indonesia Jadi Kontributor Utama Penerbitan Surat Utang Syariah di Pasar Dunia
Indonesia
Indonesia Jadi Kontributor Utama Penerbitan Surat Utang Syariah di Pasar Dunia

Pangsa pasar Indonesia mencapai 23,11 persen dari total penerbitan global sebesar USD 23,65 miliar.

Jabar Percepat Vaksinasi COVID-19 di Bodebek
Indonesia
Jabar Percepat Vaksinasi COVID-19 di Bodebek

Adapun target setiap sentra vaksinasi dalam sehari sekitar 500 sampai 1.000 orang.

 82 Persen Perguruan Tinggi Sudah Siap Laksanakan PTM
Indonesia
82 Persen Perguruan Tinggi Sudah Siap Laksanakan PTM

Berdasarkan survei yang telah dilakukan Kemendikbudristek, perguruan tinggi maupun swasta sebanyak 82 persen sudah siap melaksanakan PTM.

Viral Aksi Disebut Balas Dendam Kelompok Preman Pecahkan Kaca Kontainer
Indonesia
Viral Aksi Disebut Balas Dendam Kelompok Preman Pecahkan Kaca Kontainer

Sebuah video viral di media sosial yang menyebut adanya aksi balas dendam yang dilakukan oleh sejumlah preman dengan cara memecahkan kaca-kaca truk kontainer.

Menag: Jangan Gegabah Menilai Seseorang Radikal
Indonesia
Menag: Jangan Gegabah Menilai Seseorang Radikal

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta semua pihak untuk tidak sembarangan memberikan label radikal kepada seseorang atau kelompok.

DPRD Minta Satpol PP Hentikan Pembangunan Gudang Perkapalan Muara Angke
Indonesia
DPRD Minta Satpol PP Hentikan Pembangunan Gudang Perkapalan Muara Angke

DPRD DKI Jakarta meminta satpol PP untuk menghentikan pembangunan pergudangan peralatan kapal di Pelabuhan Perikanan Muara Angke, Penjaringan.

Gugat AD/ART Partai Demokrat, Kubu Meoldoko Minta AHY Bayar Rp100 Miliar
Indonesia
Gugat AD/ART Partai Demokrat, Kubu Meoldoko Minta AHY Bayar Rp100 Miliar

Gugatan ke Pengadilan Negeri terkait AD ART 2020 sudah diajukan minggu lalu